There are places we pass through in lifeโฆ and there are places that become part of who we are.
Manchester will forever be my home.
To the city, the club, and every supporter, my sincerest thank you. These past four years have been unforgettable, filled with moments my family and I will carry with us for the rest of our lives. There simply arenโt enough words to describe the happiness and warmth weโve felt here.
Thank you for every cheer, every memory, and for making us feel at home from the very first day.
Forever a Red Devil โค๏ธ
---
**Surat Yasin โ Jantung Al-Qur'an yang Berdetak untuk Setiap Jiwa yang Masih Hidup**
Yasin adalah surat ketiga puluh enam dalam Al-Qur'an. 83 ayat. Dan Rasulullah SAW menyebutnya sebagai *qalbul Qur'an* โ jantung Al-Qur'an.
Jantung bukan kepala. Bukan tangan. Bukan kaki.
Jantung โ organ yang tidak pernah berhenti, yang memompa kehidupan ke seluruh tubuh, yang ketika berhenti semuanya berhenti.
Yasin adalah surat yang memompa kehidupan ke seluruh Al-Qur'an โ menghidupkan kembali jiwa yang hampir mati, mengingatkan manusia yang sudah lupa, dan menyentuh hati yang sudah terlalu lama tertutup untuk dibuka dengan cara yang lebih keras.
---
**Jika kita bedah strukturnya:**
Dibuka dengan sumpah yang paling agung โ *"Yasin. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah."* Allah bersumpah dengan Al-Qur'an atas kebenaran kenabian Muhammad SAW. Sumpah yang mempertemukan wahyu dengan yang membawa wahyu dalam satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan.
Lalu kisah *Ashabul Qaryah* โ penduduk sebuah kota yang didatangi dua rasul, lalu diperkuat dengan yang ketiga, tapi tetap menolak. Dan dari pinggiran kota datang seorang laki-laki yang berlari โ *wa jaa'a min aqsal madinati rajulun yas'a* โ membela para rasul, menyeru kaumnya untuk mengikuti mereka.
Kemudian gambaran alam semesta sebagai tanda โ matahari yang beredar di orbitnya, bulan yang berubah fasenya, kapal yang berlayar di lautan, dan malam yang mengikuti siang. Semua berjalan dalam keteraturan yang presisi, semua bersaksi atas kebesaran yang menciptakannya.
Lalu argumen tentang kebangkitan โ *man yuhyil 'izhaama wa hiya ramiim* โ siapa yang bisa menghidupkan tulang yang sudah hancur? Dan jawaban Allah yang membalikkan pertanyaan itu: *Dia yang menciptakannya pertama kali* โ apakah menciptakan ulang lebih sulit dari menciptakan pertama kali?
Dan ditutup dengan perintah kepada setiap jiwa untuk merenungkan satu pertanyaan: *awalnya kamu tidak ada, lalu ada โ apakah kamu pikir yang memberimu ada tidak bisa mengembalikanmu kepada-Nya?*
---
**Yang paling mencengangkan:**
Kisah laki-laki yang berlari dari ujung kota โ yang para ulama namakan Habib An-Najjar โ adalah salah satu potret keberanian spiritual paling menggetarkan dalam Al-Qur'an:
Sendirian. Bukan nabi. Bukan ulama. Bukan pemimpin. Bukan orang yang punya pengaruh sosial.
Hanya seorang laki-laki biasa yang berlari dari ujung kota, berdiri di depan orang banyak yang sudah memutuskan untuk menolak, dan berkata:
*"Wahai kaumku, ikutilah para utusan itu. Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."*
โ QS. Yasin: 20-21
Ia dibunuh. Tapi Al-Qur'an mengabadikannya โ dan Allah langsung menyambutnya: *"Dikatakan kepadanya: Masuklah ke surga."*
Ia tidak sempat menikmati kemenangannya di dunia. Ia tidak sempat melihat apakah kaumnya akhirnya beriman. Tapi ia mendapat sesuatu yang jauh lebih besar โ dan dalam satu ayat pendek, ia tahu semua pengorbanannya tidak sia-sia.
Inilah yang para ulama sebut sebagai *ghanimah abadiyah* โ keuntungan abadi yang tidak bisa diambil oleh apapun yang terjadi di dunia setelahnya.
---
**Kaitan dengan psikologi modern:**
Argumen tentang kebangkitan dalam Yasin โ *"Siapa yang bisa menghidupkan tulang yang sudah hancur?"* โ adalah salah satu pertanyaan filosofis paling tua yang masih relevan hingga hari ini.
Dan jawaban Al-Qur'an bukan teologis semata โ ia epistemologis:
*"Katakanlah: Dia akan menghidupkannya, Dia yang telah menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui setiap makhluk."*
โ QS. Yasin: 79
Logikanya sederhana dan tidak terbantahkan: jika kamu sudah menerima fakta bahwa kamu *ada dari tidak ada* โ bahwa dari ketiadaan muncul kesadaran, memori, kepribadian, kehidupan โ maka pertanyaan apakah itu bisa terjadi lagi bukan pertanyaan tentang kemungkinan, tapi tentang kehendak.
Dan kehendak siapa yang lebih kuat dari yang menciptakan segalanya?
SubhanAllahโฆ today I learned something that shifted my entire perspective.
In class, the ustadh asked:
โWhy do people die?โ
Most of us answered:
โBecause their time (ajal) has come.โ
He said: No
Speaking about the deep contradictions in human nature, Japanese actor Hiroyuki Sanada said:
โSome people dream of having a swimming pool at home, while those who have one barely use it. Those who have lost a loved one feel a profound sense of loss, while others often complain about the relatives still in their lives. Those without a partner long for one, while those who have a partner often fail to appreciate them. The hungry would give anything for a meal, while the full complain about the taste of their food. Those without a car dream of owning one, while those who have a car are always looking for a better one.
The key to happiness is gratitudeโto truly see and value what we already have, and to understand that somewhere, someone would give everything for what we take for granted.โ
#Indonesia: Deeply concerned by horrific acid attack on Andrie Yunus, the Deputy External Affairs Coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (@KontraS). Those responsible for this cowardly act of violence must be held to account. HRDs must be protected in their vital work & able to raise without fear issues of public concern. - @volker_turk
Surat Al-Mu'minun โ Blueprint Jiwa yang Berhasil
Al-Mu'minun turun dengan pertanyaan yang lebih personal โ bukan semesta, tapi kamu. Apa yang membuatmu berhasil?
Surat ke-23 ini dibuka dengan cara yang tidak lazim dalam Al-Qur'an.
Bukan perintah. Bukan peringatan. Bukan kisah.
Tapi pernyataan kemenangan:
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman." (QS. Al-Mu'minun: 1)
*Qad aflaha* โ sudah beruntung, sudah berhasil. Bukan *akan* berhasil. Bukan *mungkin* berhasil.
**Sudah.** Seolah kemenangan itu adalah fakta yang menunggu untuk disadari, bukan janji yang masih harus dibuktikan.
Dan kemudian Al-Qur'an merinci โ siapa mereka?
Tujuh Karakter Pemenang
"Orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya."(QS. Al-Mu'minun: 2)
"Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna." (QS. Al-Mu'minun: 3)
"Orang-orang yang menunaikan zakat." (QS. Al-Mu'minun: 4)
"Orang-orang yang memelihara kemaluannya." (QS. Al-Mu'minun: 5)
"Orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya."(QS. Al-Mu'minun: 8)
"Orang-orang yang memelihara shalatnya."(QS. Al-Mu'minun: 9)
Tujuh karakter. Dan perhatikan apa yang tidak ada dalam daftar ini.
Tidak ada โ jadilah kaya.
Tidak ada โ jadilah terkenal. Tidak ada โ jadilah cerdas. Tidak ada โ jadilah kuat secara fisik.
Semua tujuh adalah karakter internal โ kualitas jiwa yang tidak terlihat dari luar tapi menentukan segalanya dari dalam.
Proses Penciptaan Manusia โ 14 Abad Sebelum Sains
Kemudian surat ini melakukan sesuatu yang mencengangkan โ ia menggambarkan *proses embriologi* dengan detail yang tidak mungkin diketahui tanpa mikroskop:
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani dalam tempat yang kukuh. Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging." (QS. Al-Mu'minun: 12-14)
Nutfah โ zigot. Alaqah โ embrio yang melekat. Mudghah โ segumpal daging. Pembentukan tulang. Pembungkusan dengan daging.
Tahapan ini baru dikonfirmasi sains modern pada abad ke-20. Al-Qur'an menyebutnya di abad ke-7.
Tapi yang paling menggetarkan bukan detailnya. Yang paling menggetarkan adalah kalimat setelahnya:
"Kemudian Kami menjadikannya makhluk yang berbentuk lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik."(QS. Al-Mu'minun: 14)
Setelah menggambarkan proses biologis yang panjang dan detail โ Al-Qur'an tiba-tiba berhenti dan *berdecak kagum pada dirinya sendiri.*
*Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.*
Seolah bahkan Sang Pencipta ingin kita ikut berhenti sejenak dan benar-benar *merasakan keajaiban bahwa kita ada.*
Delapan Stasiun Kehidupan
Di surat ini Al-Qur'an memetakan *perjalanan jiwa manusia* secara lengkap:
Tanah โ Air mani โ Embrio โ Bayi โ Dewasa โ Tua โ Mati โ Dibangkitkan.
Delapan stasiun. Dan manusia sibuk di stasiun ketiga, keempat, kelima โ lupa bahwa masih ada tiga stasiun lagi yang menunggu.
"Kemudian sesudah itu kamu benar-benar akan mati. Kemudian sesudah itu kamu benar-benar akan dibangkitkan pada hari Kiamat." (QS. Al-Mu'minun: 15-16)
Al-Qur'an tidak menyebut kematian sebagai akhir. Ia menyebutnya sebagai *antara* โ sebuah perhentian di tengah perjalanan yang jauh lebih panjang.
Nuh, Musa, Isa โ Satu Skrip, Tiga Aktor
Surat ini kemudian menceritakan tiga nabi โ Nuh, Musa, dan Isa. dan polanya selalu sama:
Nabi datang membawa kebenaran. Kaumnya menolak. Kaumnya berkata: "Ia hanyalah manusia biasa."
"Maka berkatalah para pemimpin kaumnya yang kafir: 'Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu.'" (QS. Al-Mu'minun: 24)
Ini adalah penolakan paling klasik sepanjang sejarah
bukan menolak pesannya, tapi mendiskreditkan *pembawanya.*
Jika kamu tidak bisa mematahkan argumennya, serang orangnya. Jika kamu tidak bisa menemukan kesalahan dalam ajarannya, temukan kesalahan dalam biografinya.