Sindiran Pak Hasan
Di Gontor kita hanya memanggilnya Pak Hasan. Tanpa sebutan Kiai, atau Gus. Dia adalah anak tertua KH Abdullah Sahal, yg tertua dari tiga bersaudara pendiri Gontor.
Pak Hasan dari dulu kiai yang hidup sangat sederhana. Dia tinggal di rumah peninggalan ortunya. Dulu, tahun 80 an, berada persis di samping masjid. Tidak ada mobil, ato motor yg terparkir di rumah itu.
Kesederhanaan juga kongkrit diwajibkan jadi nafas kehidupan pondok.
Santri, harus melepas semua atribut kemewahan. Dilarang pakek batik. Pakek baju polos biasa. Semua alat elektronik harus diserahkan ke bagian pengajaran.
Tahun 80 an, hanya ada satu mobil di pondok. Kijang pick up buaya hijau. Itu satu2 nya mobil punya pondok.
Kiai2 dan guru pengasuh kemana-mana pakek sepeda.
Kiai dan pengasuh gak pegang duit. Semua usaha pondok, dari dapur, kantin, toko kelontong, toko buku, duitnya dipegang santri. Santri yang setor ke bank. Santri yang ngelola.
Kiai dan guru di Gontor tidak digaji. Mereka hidup dari percetakan buku ajar atau usaha dapur untuk santri.
Karena hidup sederhana, kiai2 Gontor hidup dan berpikir merdeka. Hidup jauh dari penguasa Orba selama puluhan tahun gak masalah. Pondok tetep hidup dan berkembang.
Kalo Pak Hasan ngomong gak enak di depan Prabowo, ya itu biasa.
Tapi Pak Hasan tidak hanya menyentil para pejabat dan penguasa..
Dia juga menyentil kehidupan banyak kiai dan ulama.
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor tetap memilih pendidikan didepan Prabowo!
"Maaf ya Pak Presiden, saya ngomong tidak enak. Sorry ye!"
"Jangan sekali-kali melupakan sejarah, bergurulah pada sejarah!"
"Gontor tidak puas! Gontor memilih, Cerdaslah menyikapi sejarah!!!!"
📍 Bagaiamana Jika video ini diputar di DPR sebelum rapat.
Apakah RUU perampasan Aset dipercepat? Atau bunyi pasal yang mengatakan Fakir Miskin dipelihara oleh negara benar benar di aplikasi kan?
Nyesek banget ya, setelah kasus korupsi datang silih berganti, ada disisi daerah lain, warga yang sangat kesulitan hanya demi bertahan hidup.
Banyak hal yang tidak bisa kita duga terjadi, tapi karena iklas dan menerima segala hal merupakan idabah terpanjang seumur hidup .
Semoga kita tetap diberikan kemudah dan kelancaran ya dalam melakukan segala hal, netes bangetaliat video begini, saat ada beberapa pejabat flexing barang dan gaya hidup, warga nya sangat kesusahan menyambung hidup.
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Tamatlah sudah riwayatmu “fikri pangestu” semoga tenang disana 😇
Selamat jalan, Fikri Pangestu. Semoga segala amal baikmu diterima, dosa-dosamu diampuni, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Rest in peace. 🤍🕊️
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” — Ir. Soekarno
“Pemimpin harus tegas dan mampu mengambil keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya” — B. J. Habibie
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” — Gus Dur
“Yang nyinyir-nyinyir-nyinyir biar aja itu. Nyenyenyenye” — ….
Kenapa Pertalite ditahan mati-matian harganya padahal BBM yang lain naik gila-gilaan?
Karena kalau Pertalite naik, chaos 98 pasti akan terjadi.
Yang akan meletuskan bubble kemuakan masyarakat hanyalah Pertalite.
Karena harga Pertalite lah yang akan dirasakan secara langsung dan merata oleh semua kalangan.
Bahkan pendukung 02 sekalipun.
Masyarakat belum terlalu ngeh dengan kenaikan suku bunga.
Orang kaya senang karena SBN mereka cuan.
Warga menengah mengeluh karena KPR mereka makin berat.
Warga bawah gak merasakannya langsung.
IHSG dan Rupiah juga begitu. Belum merata dan efeknya belum langsung.
Tapi kalau Pertalite berubah, tamatlah sudah alkisah wowo dan bolu ketan.
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.