Media kayak @VIVAcoid punya jurnalis, punya editor, tetapi kayaknya engga paham soal diksi dan, yang lebih parah, enggak punya nurani. Mereka ini kalah terhormat, bukan bermain curang. Itulah kenapa kalau punya otak buat menulis itu harus dipakai supaya tidak buat tulisan bodoh.
Kalau boleh jujur, sebenarnya kurang nyaman sama istilah "percaya covid" dan "gak percaya covid".
Seakan virus ini cuma soal kepercayaan yang kita bisa setuju atau gak. Padahal data beredar di mana-mana, korban juga nggak satu-dua.
Lebih suka istilah "waspada" dan "bebal".
Komentar negatif, yang memberikannya melakukan tanpa mikir panjang dan bisa lupa jika pernah mengatakan, yang menerimanya bisa sampai membekas dan bahkan mempengaruhi mental.