@topistraw Saya juga jualan udah nerangin jelas bayar sekian dengan kembalian 13 ribu tapi pas action saya kasihnya 17 ribu dan bru ngeh pas pembelinya udah jauhh.. wkwk. Tp alhamdulillah ada juga yg suka ngoreksi pas bner2 ucapan ga sesuai kata otak, atau perbuatan tidak sesuai kata otak.
Believe it or not, aluminum reflects Wi-Fi waves, so placing foil behind your router can help direct more signal toward the areas you want it to go, instead of letting it spread evenly in all directions.
Mulai kerasa orang desa/lokal temaptku yang ga pake dollarpun disini agak ngerem buat beli2, aku dagang roti biasanya langganan ada lumayqn udah mulai dikit2 ga keliatan. ditawari sudah, posting ya sudah.. kita pake cara ngelapak leebih awal ternyata bener traffic seturun itu.
COW BREEDS RANKED BY SIZE: FROM GIANTS TO MINIATURES
Cattle breeds vary widely in size, productivity, and adaptability, making breed selection a critical decision for any livestock farmer. Understanding these differences helps align production goals with the right genetic potential.
At the larger end of the spectrum are breeds such as Brahman, Holstein, Simmental, Charolais, and Chianina. These cattle are known for their impressive body size, strong growth rates, and suitability for either beef or high-volume dairy production, especially under well-managed systems.
Medium-sized breeds like Angus, Brown Swiss, Limousin, Hereford, Ayrshire, and Wagyu offer a balance between productivity and efficiency. They are widely valued for quality meat, reliable milk production, and adaptability to different farming conditions.
Smaller breeds, including Jersey and Highland cattle, are particularly efficient for farmers with limited resources. They require less feed, are easier to manage, and still provide high-quality milk or meat depending on the production system.
At the smallest scale, Dexter, Miniature Zebu, Miniature Hereford, and other dwarf cattle are ideal for smallholder and homestead farming. Ultimately, successful cattle farming depends not on size alone, but on choosing breeds that match your environment, resources, and production objectives
Selamat & Semangat Pagi....
AKTIVASI CANGKANG TELUR DENGAN ASAM ALAMI (TANPA LAB)
Cangkang telur kaya akan kalsium karbonat (CaCO₃) unsur penting untuk memperkuat akar, batang, hingga membantu pembentukan bunga dan buah.
Masalahnya, kalsium dalam bentuk CaCO₃ tidak langsung mudah diserap tanaman.
Karena itu, perlu diaktifkan dulu menggunakan cairan asam, agar berubah menjadi bentuk yang lebih tersedia bagi tanaman.
Biasanya orang pakai cuka dapur. Tapi kabar baiknya, banyak bahan alami di sekitar kita yang bisa digunakan juga.
PILIHAN BAHAN & DOSIS
1.Cuka Dapur (Asam asetat 4–5%)
Dosis: 1 bagian cangkang : 10–15 bagian cuka
Waktu aktivasi : 1–2 hari
Reaksi cepat (ditandai buih CO₂)
Paling efektif melarutkan kalsium
Cocok untuk kebutuhan cepat
2. Eco Enzyme (Asam organik ±2–3%)
Dosis : 1 bagian cangkang : 4 bagian eco enzyme
Waktu aktivasi : 3–5 hari
Lebih ramah mikroba
Aktivasi lebih perlahan
Cocok untuk pertanian organik berkelanjutan.
3. Jeruk Nipis / Lemon (Asam sitrat ±5%)
Dosis : 1 bagian cangkang : 3–4 bagian perasan
Waktu aktivasi : 2–3 hari
Reaksi cukup cepat
Mudah didapat
Bisa digunakan untuk semprot daun (setelah pengenceran)
4. Air Lindi Ember Tumpuk (pH ±3–5)
Dosis : 1 bagian cangkang : 3–4 bagian air lindi
Waktu aktivasi : 3–5 hari
Mengandung asam organik alami
Sekaligus membawa mikroba baik
Cocok untuk tanah & tanaman daun
5. Pulpa Kakao (Asam laktat & asetat ±2–3%)
Dosis : 1 bagian cangkang : 4–5 bagian pulpa + sedikit air
Waktu aktivasi : 5–7 hari
Aktivasi paling lambat
Kaya mikroba hasil fermentasi
Bagus untuk perbaikan tanah jangka panjang.
CATATAN PENTING :
Bagian = perbandingan volume, bukan berat
Contoh:
1 gelas bubuk cangkang = 5 gelas cairan asam
Hancurkan cangkang sampai halus
Gunakan wadah tidak tertutup rapat (biar gas CO₂ keluar)
Simpan di tempat teduh
Hindari wadah logam
SETELAH AKTIVASI
Saring larutan
Encerkan sebelum digunakan (1:10 sudah aman)
Ampas bisa langsung dicampur ke media tanam
Semua bahan di atas valid digunakan dalam praktik pertanian organik rumahan.
Perbedaannya hanya pada :
kekuatan asam
kecepatan reaksi
efek terhadap mikroba
Mau cepat maka pakai cuka
Mau lebih hidup & ramah mikroba maka pakai eco enzyme / lindi / fermentasi alami.
YANG SERING TERLEWAT adlh :
Kalsium cair bukan pupuk utama, tapi pelengkap.
Tetap harus didukung unsur lain (N, P, K, dll)
Jangan over-aplikasi, karena bisa mengganggu keseimbangan nutrisi
Semoga Bermanfaat...🙏
Ini yg dipake orang orang eropa pas aku bertamu kesana. Mereka kan ga boleh bor air tanah. Tapi mereka dibolehin nampung air hujan, jadi dari pipa air masuk ke tendon. Dari air itu mereka pake nyiram taneman. Karena kalau pake air kran bisa meledak tagihan airnya
Pagi ini ke kebun demplot alpuket, eh ketemu makhluk ini. Mungkin kebanyakan kita ih jijik. “Bunuh! Pasti hama!”
Tetot! Anda Salah.
Dia bukan musuh. Dia adalah cleaning service yang bekerja 24 jam di bawah tanah tanpa digaji.
Jangan bunuh dia. Anda BUTUH dia.
Ada yang tahu siapa ini?