Nanti juga kau tahu keinginanmu yang tak terpenuhi adalah kenikmatan tersendiri, hidup hanyalah permainan mengikuti misteri, ia adalah seni menerima apa adanya, memahami takdir tanpa banyak bertanya.
Sampai dunia selesai di genggam
Nafsu itu tak akan selesai diredam
Manusia adalah kumpulan keinginan
Tempat lupa dan gudangnya alpa
Fafirru ilallah...pasrahkan kepada Tuhan
Selesailah semua urusan....
Bapak itu mengambil sebatang rokok dari bungkusnya yang tergeletak di meja, lalu menyalakannya dengan tenang. "Adanya aturan bukan buat menahan kita, Mas. Aturan dibuat cuma buat ngasih tahu batas, supaya pas kita jatuh, kita tahu seberapa jauh kita harus memanjat balik."
Ia berhenti sejenak, menatap mata Lelaki di depannya. "Tapi orang sering salah. Mereka pikir, kalau mereka melanggar semua batas, mereka bakal merasa bebas. Padahal adanya batas justru supaya mereka tidak makin tersesat."
Lelaki tersebut memikirkan kalimat itu sebentar, lalu tersenyum tipis. "Kalau kepala kita udah telanjur bising, gimana cara matiinnya, Pak?"
"Kamu gak perlu matiin suaranya," jawabnya datar. "Kamu cuma perlu berhenti nurutin semuanya. Kalau setiap amarah yang muncul di kepala kamu ikuti saat lagi kalut, kamu gak pernah tahu apa yang bakal kamu tabrak.”
Ting!!!
Bel kecil di atas pintu berdenting tajam. Memotong keheningan warkop.
Tidak ada suara pintu dibuka. Tidak ada suara langkah kaki dari luar. Tahu-tahu, seorang pria berseragam travel lusuh sudah berdiri kaku di balik etalase. Badannya basah, seolah baru menembus hujan deras, padahal jalanan di luar kering kerontang.
Bapak itu mendongak, sama sekali tidak terkejut. Dia menatap laki-laki di depannya. "Tunggu sebentar ya, Mas."
Kelak aku adalah hal hal yang tak pernah berhenti kau ceritakan kepada anak cucumu, layaknya cangkir kopi yang tak pernah bosan menunggu cerita lucu dan keluh kesahmu
Kelak kita sepasang cangkir dan kopi dalam kayuhan sendok mengiringi senja, disaksikan bunga lotus disamping rumah dan desir angin yg menyimpan ribuan rahasia, ada dimana kita lebih bahagia dengan diam tanpa cerita, menyimpan bohong masing2 dibalik cangkir kopi tanpa kata
@picoez Ia datang tanpa mengetuk pintu,mengisi ruang kosong di dada,lalu lenyap ditelan waktu,meninggalkan aku yang mengeja reda.
datang dan pergi begitu cepat'
Teringat temen ku anak Cirebon saat SMA di Yogya, pintar dia merangkai kata dan alami 🙏
Aku layaknya ampas dalam cangkir kopimu, di sajikan hanya untuk diendapkan. Dan terhidang hanya untuk di buang. Tapi setidaknya aku pernah ada sebagai tokoh utama yang membuat kopimu bercita rasa.🍃 @narasikopi@DhimasFirdaus07@kopiombak@kopijalang
Tanpa kopi,kemana kutuang semua perasaan? Ampas kopiku adalah Kesedihan,kebahagian yang terendap oleh kehidupan; mari sruput kopi kita kawan https://t.co/7S289MbiUZ
Kita adalah ribuan kemungkinan yang bersarang dijubah kehidupan layaknya secangkir kopi pahit yang tak pernah tahu dihabiskan atau ditinggalkan meski belum sampai ampas...
Dialah perempuan
Penjaga rindu seharum kopi
Tutur katanya adalah candu
Senyum minimalis serupa misteri
Kapan kita saling bersimpuh dimimpi
Lalu berjuang merangkai puisi
Pulanglah, ada malam yang harus kita tuai berdua
Kembalilah, ada secangkir kopi yang perlu kita sesap bersama
Datanglah, ada rindu yang perlu temu, bukan sekedar bayangkan dirimu
Hening nya senja perlahan pamit,indah nya rembulan kini mulai terbit,dalam gemuruh rindu yang tak berhenti berisik,ada jutaan bait doa yg slalu melangit....
semoga saja doaku dan doamu adalah doa yang sama aamiin..
MET malam my dear 🫶🥰