Aku ada ramai kawan yang bekerja di Petronas, dan rumah aku juga dekat dengan loji Petronas di Melaka. Aku bertanya kepada salah seorang kawan aku tentang isu minyak diesel yang dieksport ke Bangladesh dan Filipina.
Kawan aku bekerja di bahagian pengeluaran minyak enjin, lubricant dan juga diesel Euro 5.
Menurutnya:
“Waalaikumussalam. Sekarang bekalan minyak agak terhad. Bangladesh dan Filipina sanggup membeli minyak dengan harga yang sangat tinggi, Malaysia akan menjual diesel kepada mereka pada harga yg tinggi. Malaysia boleh membeli minyak mentah yang jauh lebih murah dari Timur Tengah dan memprosesnya di loji PETRONAS di Malaysia.”
Ini org Petronas sendiri yg ckp. Kerajaan Malaysia dah kantoi sebenarnya. Skrg mereka arahkan ceplos-ceplos mereka utk spin..
Aku ni takdelah cerdik mana tapi kalau betul nak kurangkan subsidi bahan api maka kenderaan EV adalah salah satu solusinya (selain pengangkutan awam atau suruh pekerja WFH).
On way to encourage people to buy EV in Malaysia is to make it affordable, sebab petrol kita murah dan susah nak push people to buy EV based on that fuel saving idea (unlike in Thailand).
Tapi kalau EV yang CKD pun floor price kena RM200K, itu dah tak kena.
Dan janganlah jual cerita nak jaga pekerja P1 dan P2, dah basi dah alasan ni @joharighani
Di Indonesia, ikan nila adalah menu andalan sejati di atas meja makan. Digoreng, dibakar, atau disajikan sebagai pecel yang menggugah selera dan selalu dijadikan pilihan bnyk keluarga.
Namun di Jepang, nasibnya beda banget. Ikan yang sama ini justru meluncur bebas di sungai2 kota, gk tersentuh, gk ditangkap, bahkan gk dilirik. Dibiarin hidup liar tanpa gangguan.
Kok bisa gtu? Kenapa?
Karena nila bukanlah anak negeri Jepang. Ia datang sebagai tamu dari program percobaan pada era 1960-an, lalu berkembang biak dgn liar dan gk terkendali.
Akibatnya, ia dicap sebagai penjajah ekosistem, spesies invasif yg merusak keseimbangan sungai dgn kejam.
Secara budaya, hati orang jepang jarang terbuka bagi ikan air tawar. Mereka memuja ikan-ikan laut : tuna yang megah, salmon yang mulia, makarel yang segar. Semuanya dianggap bersih, murni, dan pantas menjadi kebanggaan meja makan.
Sementara nila? Ia hidup di air keruh yang berlumpur, menggeliat di antara limbah dan kotoran. Di mata banyak orang Jepang, nila adalah simbol kekotoran: amis menusuk, dagingnya dianggap rendah, bahkan menjijikkan.
Karena itu, meski populasinya membanjiri sungai, nila tetap tersingkir. Gk pernah menyentuh restoran mewah, gk pernah dijajakan di pasar tradisional, bahkan sering diperlakukan sebagai hama yang harus dibasmi.
Bukan karena ikan itu sendiri yang buruk… tapi karena budaya dan cara pandang yang berbeda
Putrajaya plans to cut the monthly subsidised RON95 petrol quota from 300 L to 200 L, effective as early as April.
Consumers exceeding the new limit would pay the market price, which has surged to RM3.87 from RM3.27 per litre amid the ongoing Iran war, sources told The Edge.
🧵1
https://t.co/L4ZQPfTMIt
The Small and Medium Enterprises Association has urged Putrajaya to stop announcing last-minute public holidays, warning that the practice increases operating costs for businesses.
"Declaring holidays when we are fighting to survive is the wrong message, regardless of the intent."
🧵1
If the symbol of an iron is Fe in the periodic table,and a man is also considered to be male,then doesn't that mean an iron man can also be considered as Fe male?
Ramai ibu bapa meluahkan rasa simpati terhadap anak-anak mereka yang menduduki kertas peperiksaan Matematik Tambahan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) tahun ini yang dikatakan susah dan di luar jangkaan.
https://t.co/FozZ7ZUPbE
LRT3, originally slated to open early next year, is likely to be delayed due to software glitches in the signalling system and failure to complete required fault-free runs.
The Edge reported that approval from the Land Public Transport Agency is still pending, leaving the operational date uncertain.
https://t.co/kx8xyK0vMN