sebenernya bukan gamon, tapi ada rasa sakit di hati yang ga bisa disembuhin, karena ini soal rasa ga terima kenapa diperlakukan seperti itu setelah memberikan semua usaha terbaik
Nganggur di katain main mulu , kerja tapi gaji nya di kecil dibandingin sama yg lain.
Gak kuliah di katain gak punya masa depan, kuliah di bilang buang2 waktu dan ngabisin duit orang tua.
Belum nikah di omongin sana sini, pas udah nikah di omongin lagi karna belum punya anak.
Jadi berharap apa sama omongan orang? bahkan kita diam saja belum tentu selamat dari prasangka manusia 🙏
Fase paling menyakitkan ketika kamu tidak bisa menjelaskan apa yang sedang kamu rasakan. Berbaring ditempat tidur, mulai dengan tatapan kosong, tetapi kamu bisa merasakan hatimu semakin berat dari detik ke detik. Hingga akhirnya, kamu hanya bisa menangis ditengahnya kesunyian.
Jangan berlebihan lagi ya, nanti sembuhnya susah.
Jangan terlalu excited, nanti berantakan lagi.
Kemarin harusnya kita udah banyak belajar, dari orang favorit aja bisa berubah jadi pelajaran hidup yang harus kita maafin sampe selesai.
di indo, jadi people pleaser sering banget dianggap sebagai standar ‘baik’
giliran ada yang mulai berani pasang batas, tau kapan bilang ‘nggak’, malah dicap berubah, dibilang galak, egois, bahkan gak peduli
padahal cuma lagi milih diri sendiri,
dan itu bukan sesuatu yang salah
Idc dibilang egois, galak, gak membantu.
I prioritize myself and you have to be okay with it.
Basic manners yang sekarang makin banyak dilupain:
- Kalo chat orang, jangan cuma muncul pas butuh doang.
- Kalo janjian, tepat waktu. Kalo telat, ngabarin jangan malah ngilang gitu aja.
- Kalo lagi diajak ngobrol, hargain jangan sibuk sendiri sama HP.
- Kalo lagi ditraktir, jangan malah pilih menu paling mahal. Atau minimal coba nawarin buat bayar. Lebih enak jadi yang nraktir daripada cuma nerima.
- Kalo lagi split bill, langsung transfer ke yang nombokin duluan. Jangan ngaret apalagi sampe dilupain.
- Kalo nebeng, jangan cuma jadi penumpang yang tidur doang. At least bantu-bantu, kayak buka maps, ngobrol atau nawarin bayarin parkir.
Ada lagi?
Hidup setenang ini. Kerja dan punya penghasilan sendiri, nggak nyusahin ortu, nggak punya utang ke orang lain, jaga pola hidup dan jalanin hobi sendiri.
Eh yg lihat bagian "belum nikahnya" 😅😅
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
mungkin gaada orang yang tau kamu lagi kesusahan sekarang, lagi cape, sedih, bahkan berusaha habisin hari demi hari. but just a reminder aja, tuhan lihat semua usaha kamu kok.
baru sadar, ternyata setiap kita ‘level up’, pasti ‘kehilangan’ sesuatu.
entah itu kebiasaan, pertemanan, pasangan, atau versi diri kita yang lama.
tapi, itu bukan berarti kita benar-benar kehilangan melainkan kita bertumbuh. menyeleksi apa yang udah gak sejalan dengan versi kamu yang lebih baik diatas sana.
Gue ngasih THR kalau gue mau kasih.
Jangan maksa, gue bukan BANK. Apalagi kalau sampai ngechat berkali2 dengan cerita ini itu.
Ngasih lu THR bukan kewajiban gue.