@DokterTifa sangat mudah membedakan 'jack & jock', cuma penyidik harus menutup matanya
telinga itu saksi bisu gak ikut drama, tidak pernah ikut filter
orang bisa memalsukan rambut, mengencangkan kulit, tapi telinga tetap setia pada bentuk aslinya
Pembeda Dua Wajah
https://t.co/5FjoUA0bpG
Renungan dr. Tifa
"Jokowi tidak jatuh karena kebohongan, dia jatuh karena ketakutannya mengakui kebenaran"
Bismillahirrahmanirrahiim
1.
Semakin lama kasus ijazah ini dibiarkan tanpa kejelasan, semakin tampak betapa besar luka kejujuran yang sedang kita hadapi sebagai bangsa. Ini bukan lagi tentang selembar dokumen akademik, bukan tentang satu atau dua nama yang dituduh, bukan tentang memenangkan argumen publik. Ini telah berubah menjadi persoalan jauh lebih dalam: persoalan moralitas negara.
2.
Ketika seorang mantan presiden dimintai keterangan mengenai hal paling mendasar dalam riwayat hidupnya, namun memilih untuk tidak mengakui atau menjelaskan dengan terang, maka ruang hening yang tercipta tidak kosong. Ia terisi oleh kecurigaan, kemarahan, dan rasa dikhianati. Dalam ruang kosong itulah rakyat mulai bertanya-tanya, bukan hanya tentang satu orang, tetapi tentang struktur kekuasaan yang mungkin selama ini menutupi sesuatu yang harusnya menjadi terang.
3.
Dan di titik inilah kegelisahan itu berubah menjadi getaran sosial. Rakyat bisa hidup dalam kekurangan ekonomi, tapi mereka sulit hidup dalam ketidakpastian moral. Rakyat bisa menghadapi harga naik, pajak tinggi, utang negara menumpuk, tetapi mereka sulit menerima ketidakjujuran pemimpin.
Di saat itulah sebuah bangsa mulai goyah dari dalam.
4.
Ketika kriminalisasi terhadap Roy, Rismon, dan saya sendiri tidak dihentikan, rakyat membaca situasi ini bukan sebagai penegakan hukum, melainkan sebagai upaya membungkam pertanyaan.
Dan manusia, sejak awal sejarahnya, tidak pernah menerima dengan tenang ketika mulutnya ditutup dan pikirannya dibatasi. Setiap penekanan justru melahirkan tekanan balik. Setiap pembungkaman menghasilkan gema yang lebih keras.
Itu sebabnya saya sering mengatakan: kebenaran tidak pernah bisa dibungkam, karena ia tidak hidup di mulut seseorang. Ia hidup di kepala jutaan orang.
Dan saat satu orang dibungkam, sembilan orang baru akan membuka mata.
5.
Sejarah bangsa ini tidak bergerak secara lurus; ia selalu bergerak seperti gelombang. Ada masa ketika kita diuji oleh pengkhianatan ideologi, masa lain oleh pengkhianatan ekonomi. Kini kita berada pada masa ketika bangsa ini sedang diuji oleh pengkhianatan kejujuran. Bukan tuduhan, bukan asumsi, tetapi kegelisahan kolektif yang muncul dari inkonsistensi, ketidakjelasan, dan cara negara merespons rakyatnya sendiri.
6.
Dalam membaca situasi, saya selalu menggunakan tiga lensa: data, teori, dan sejarah. Dari sisi data, kronologi yang tidak konsisten, pernyataan yang berubah-ubah, serta berbagai kontradiksi dari berbagai pernyataan, menimbulkan tanda tanya yang wajar dalam sebuah masyarakat demokratis.
Dari sisi teori, setiap kali negara diam ketika ditanya, itu artinya ada sesuatu yang tidak ingin disentuh, entah karena jawabannya berbahaya atau karena efek domino yang mungkin terjadi tidak bisa dikendalikan. Dan dari sisi sejarah, kita tahu: sebuah peradaban tidak pernah runtuh oleh musuh dari luar. Ia selalu runtuh oleh kebohongan yang dibiarkan terlalu lama di dalam.
7.
Oleh karena itu saya selalu mengatakan: jika negara ingin selamat, hentikan kriminalisasi. Jika bangsa ingin tenang, ungkaplah kebenaran. Jika ingin mencegah kerusuhan, pulihkan keadilan.
Karena sejatinya rakyat tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin tahu bahwa negara yang mereka bayar pajaknya, yang mereka pelihara tanahnya, yang mereka bela setiap waktunya, tidak dibangun di atas fondasi dusta.
-----
Semua ini adalah renungan yang muncul dari ruang batin saya yang paling dalam, ruang yang selalu berusaha membaca fenomena bukan hanya sebagai fakta-fakta yang berserakan, tetapi sebagai pola besar yang sedang membentuk masa depan bangsa.
Kita sedang berdiri di tepian sejarah. Jika kita memilih kebenaran, maka kita akan melangkah memasuki zaman baru dengan kepala tegak. Tetapi jika kita terus membiarkan kebohongan, maka sejarah sendiri yang akan menghukum kita.
Salam takzim
dr Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
Drop your Pi username and check your profile after 24 hours. 👈
Retweet 🔄 Like ❤️
Pioneers, holders, and followers, please retweet 🙏 to make Pi Social a great project 🚀 on the Pi ecosystem.
Follow @Pi_2025
✒️ *_FAJAR HIKMAH_*✒️
`Kita hidup di zaman yang aneh, Zaman dimana anak banyak berani meninggikan suara kepada orang tuanya tetapi enggan meninggikan doa untuk mereka.`
`Anak yang kehilangan adab akan kehilangan segalanya.` (@thayathidayah)
✒️ *_FAJAR HIKMAH_*✒️
`Kita hidup di zaman yang aneh, Zaman dimana anak banyak berani meninggikan suara kepada orang tuanya tetapi enggan meninggikan doa untuk mereka.`
`Anak yang kehilangan adab akan kehilangan segalanya.` (@thayathidayah)
✒️ _*FAJAR HIKMAH*_ ✒️
`Ucapan buruk orang lain terhadapmu tidaklah merugikan dirimu, bahkan sebaliknya itu justru merugikan mereka. Jadi tak perlu engkau menanggapinya.`(GusBaha)
I’ve seen the silhouettes of so many people—so many children—burning alive, that I can’t look at fire anymore without feeling sick to my stomach.
WE
MUST
STOP
THIS
MASSACRE.
May the Palestinians forgive us.
Wardah bikin shortmovie bagus!
Tentang perempuan yg berusaha memantapkan hati untuk berhijab karena masih merasa belum pantas. Ringan, lucu, dan relevan. Pas buat refleksi bulan Ramadan.
Selain chemistry ibu dan anak yg asik, adem banget liat @ashirazamita di sini. 🫰
#FilmWardah #WardahFirstOmnibus
Dari berita di media, setau saya Paus Fransiskus datang membawa misi perdamaian. Beliaupun digambarkan sebagai orang yg cinta damai & bersahaja. Coba deh tanya kpd beliau, apakah hal2 seperti di surat edaran perlu dilakukan ? Bukankah misi perdamaian yg dibawa itu tentunya harus menghargai local wisdom & kebiasaan2 yg sdh dilakukan penduduk lokal. Tidak cukupkah misa yg merupakan syiar agama dilaksanakan di Stadion terbuka dan disiarkan semua TV Nasional sebuah negara berpenduduk mayoritas muslim ? Apakah kumandang adzan yg cuma bbrpa menit itu dianggap mengganggu ? Mari sama2 kita saling menghormati demi kerukunan antar umat beragama. ❤️🇮🇩