Saat seseorang sudah membuat keputusan dengan matang, ia akan sangat siap dengan semua resikonya, meskipun itu akan menghancurkan hatinya.
Ia memilih untuk menderita sehari, sebulan atau mungkin setahun daripada menderita sepanjang hidupnya.
Kamu tahu? Dewasa itu soal keputusan
Peluk diri sendiri, trus dalam hati nyaut :
"Sabar ya, emang proses itu gk mudah. You're trying your best and that's great. Just keep going."
loveself-
"Apa yang engkau korbankan dalam berbuat kebaikan, sekalipun hanya berupa sesuap makanan, maka hal itu akan membuatmu berseri-seri di negeri akhirat."
✍ Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-
Barangkali suatu saat nanti kita akan berhenti main sosmed.
Sibuk menata hidup, menuju ampunan, memperbaiki taubat, dan sibuk dengan diri sendiri.
Bersiaplah menuju itu, terbiasalah dengan itu.
Semangat diri :')
Orang beruntung adalah orang yang selalu mengontrol kondisi dan keadaan hatinya.
Bila terasa sakit, maka segera diterapi sebelum penyakit menjadi kronis dan membinasakan agamanya.
- Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc. -