"Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka (wanita/istri) sepanjang tahun, kemudian dia melihat sedikit saja keburukan darimu, maka dia akan berkata: 'Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu'." (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907)
"Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka (wanita/istri) sepanjang tahun, kemudian dia melihat sedikit saja keburukan darimu, maka dia akan berkata: 'Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu'." (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907)
"Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka (wanita/istri) sepanjang tahun, kemudian dia melihat sedikit saja keburukan darimu, maka dia akan berkata: 'Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu'." (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907)
@hanxlim Sekolah gw dlu sering kesurupan massal pas upacara trs gk lama ganti kepsek dan kepsek baru ini gk pecaya begituan singkat cerita kejadian lagi tuh kesurupan massal trs kepsek baru ini bilang “siapapun yg kesurupan pas upacara bakal dikeluarin” langsung gk ada kesurupan lagi wkwk
@itsme_yennnn @tanyakanrl Karna dri awal pembangunan semua di jawa (mengingat presiden selalu dri jawa), kalau dri awal pembangunan merata di semua pulau juga gk bakal ada yg merantau
@Sapigorengtepu1@casnkemendag@Kemendag@BKNgoid@Lptui_official Untk mengurangi indikasi “curang” harusnya bisa lebih transparan terkait nilai dan juga kan ini skb tambahan yg notabene nya optional tpi knp bisa menjatuhkan skd+skb cat yg sifatnya lebih utama dripada skb tambahan @Gerindra kita butuh transparansi nilai psikotesnya