Pada 1975-1979 ada diktator di Kamboja yang anti orang pintar, namanya Pol Pot.
Orang yang dianggap pintar dieksekusi. Termasuk dosen, guru, dokter, insinyur, pengacara, seniman, orang yang bisa bahasa asing, bahkan orang yang pakai kacamata (dianggap banyak baca).
Orang pintar tidak disukai diktator karena orang pintar cenderung mempertanyakan kebijakan, sementara diktator membutuhkan kepatuhan mutlak.
Orang pintar juga memiliki alat analisis untuk membongkar kebohongan atau kegagalan pemerintah.
Orang pintar juga mampu menciptakan narasi tandingan yang dapat menggerakkan kesadaran masyarakat.
Diktator kerap menyerang orang pintar (yang jumlahnya sedikit) sebagai alat populis untuk merangkul kelas pekerja (yang jumlahnya banyak) dengan mengatakan bahwa kaum elit terpelajar adalah penyebab penderitaan mereka.
Secara umum, rezim mana pun yang dipimpin orang yang memiliki sifat diktator biasanya akan menunjukkan bibit-bibit anti intelektualisme.
Baru aja nganterin temen convert SIM indo ke australia. Seperti gw bilang sebelumnya kalo samsat sini dipegang sipil.
Semua seamless gaperlu dokumen apapun karena online. Buka jam 8.30 dan 8.25 uda dibuka pintunya diminta duduk. Baru 8.30 semua dipanggil ke counter masing2.
Butuh ga sampe sejam sejak ke counter kemudian lanjut driving test dan pembayaran licence ($300an atau 4jutaan untuk masa 10 tahun) untuk langsung dapet driving licence.
No drama, no document. Tinggal bawa hape.
Apakah pelayanan gini karena mereka butuh? Ngga. Tapi karena SOP yg bikin hal ini mudah.
Iyes di swasta mungkin karena mereka butuh tapi kalo di pemerintahan yg bisa bikin pelayanan berubah dan mudah itu... SOP dan aturan yg jelas.
🚨🚨 José Mourinho 🗣️: " I can’t go to Africa 😅 — I have too many fans there… everywhere, really.
I’ve coached players from all over the continent: Drogba and Salomon Kalou from Côte d’Ivoire 🇨🇮, Geremi and Samuel Eto’o from Cameroon 🇨🇲, Obi Mikel from Nigeria 🇳🇬, Essien and Sulley Muntari from Ghana 🇬🇭.
Whenever I go to Africa, I can’t even walk. People show me so much love. Even in Europe, where there are many Africans, they adore me — and honestly, I love them too.
African players are very loyal and very genuine.
Many of them used to call me “Papa”, even when they were almost my age 😂.
There’s a real bond. I believe they feel that I truly respect and appreciate them — not only as players, but as people.
And I’ve always received incredible feedback from African players.”
PLN rugi karena dirampok
mereka diwajibkan beli listrik pltu, padahal listrik sdh over supply
lucunya pemerintah malah bikin mega proyek 35rb megawatt, pltu jadi makin banyak
siapa yg bikin proyeknya? jokowi, apa bahan bakar pltu? batu bara, silakan simpulkan sendiri
kita perlu panas2in biar pada lebih semangat sabung elit daripada elit akur
i wonder what levers that have not been tried to:
- increase coordination / transaction costs between elites,
- increase incentives of defection for opportunistic elites breaking rank and capture spotlight for themselves for 2029, thus replacing currently entrenched elites, or...
- basically any other toolkit usually we can apply on breaking corporate cartels, but applied to new context: breaking political cartels
any future movement should try to reverse devide et impera to the elites above them
"He knew things would be complicated. Ancelotti had already warned him, privately and publicly, that certain ideas were prepared during the week but never applied on the pitch.
Ancelotti went even further in conversations with those close to him - this was the most difficult dressing room of his career. Not because players are bad people, but because there are so many conflicting interests. Kylian Mbappe thinks about his records. Vinicius worries about not losing his authority in the team. Federico Valverde wants to play in midfield and doesn't yet have the maturity expected from a captain."
Good stuff from @GuillemBalague on the difficulties at Madrid. This club is at a crossroads and some serious foundational changes are needed.
"Zaman SBY terjadi pembukaan hutan termasif sepanjang sejarah Indonesia, tapi kok gaada banjir ya?"
1. Pemanasan global. Cuaca makin lama makin ekstrem. Banjir lebih besar akan muncul di masa depan. Kalau Indo tidak berbenah SEKARANG, hancurnya akan lebih buas lagi.
2. Kerusakan hutan adalah kerusakan jariyah. Kerusakan hutan saat ini adalah combo zaman Suharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, Jokowi, dan sekarang.
3. Prestasi lingkungan sangat hebat di zaman Jokowi adalah menghentikan kabut asap karena karhutla.
Pada zaman SBY, rakyat Sumatra dan Kalimantan dibiarkan liar menghirup Third Impact tiap tahun. Langit merah darah.
Third Impact sebelum zaman Jokowi ini juga, you know, memperparah pemanasan global.
Anak purbaya seakan2 jadi pahlawan, padahal :
1. Beberapa bulan lalu Ephorus HKBP bersuara lantang untuk menutup TPL. Karena hal itu di media sosial Ephorus dicaci maki oleh beberapa seleb Tiktok Batak. Bahkan pendukung2 TPL sampai demo di Tarutung minta Ephorus diturunkan.
3 Europa Leagues with Sevilla
1 Europa League with Villarreal
1 Europa League runners up with Arsenal
Turned Aston Villa, a relegation-stricken team to a champions league side. Playing like prime Barcelona with John McGinn😭
Been battling with PSR, couldn’t sign players he wanted this summer, yet, he didn’t cry too much about it.
His team didn’t score a goal in the first 4 games, had 3 points after 5 games if I’m correct, then went on to win 9 out of 10 games.
A solid manager.
You can see his style evidently, playing from the back with Ezri Konsa and Cash😭, picking up pockets and tiny spaces, playing attractive football and not just statpadding corners and throw ins.
Ladies and Gentlemen, Unai “Good ebening” Emery.
Masalah di Morowali atau IMIP itu lebih besar dari sekadar urusan bandara private.
Ada masalah buruh. Hampir tiap hari ada kecelakaan kerja. Kondisi lingkungan kotor. Kemacetan di jalanan menuju lokasi kerja.
Masalah upah buruh yang tidak sesuai harapan. Tunjangan perumahan rendah.
Daya dukung lingkungan rendah. Ada sekitar 86 ribu pekerja (mungkin terbesar di kawasan industri di Indonesia). Ada puluhan gigawatt PLTU Captive. Potensi pencemaran lingkungan di darar, laut, udara itu tinggi.
Dari semua itu, pemerintah cuma peduli urusan bandara. Isu bandara itu cuma ujung kelingking dari masalah tata kelola
IMIP yang buruk. Itu masalah elite. Masalah struktural yang sesungguhnya tidak pernah diatasi yaitu masalah manusianya.
kunci utamanya di ekonomi.
masjid2 hebat ini biasanya antara timnya kreatif buat konten, punya usaha2 menghasilkan dibawah naungan masjidnya, atau branding masjidnya bagus orang jd percaya dan banyak yg menyumbang.
smg makin banyak masjid2 seperti ini, adem banget liatnya 🥹
yuk para pengurus masjid kita pelajari sosial media 🔥🔥🔥
Selama partai hanya dijadikan alat untuk mendulang elektoral dan berhenti di pemilu, maka selama itulah partai hanya berputar di elit dan selalu gagal menjawab kebutuhan warga.
Muncul pertanyaan, apakah kita memerlukan Partai Alternatif? Emangnya Partai Alternatif seperti apa yang kita inginkan? 🤔