gue bener bener banyak salah ke diri gue sendiri. karena menormalisasikan semua rasa sakit yang orang lain kasih ke gue, dengan mikir kalo mereka ngasih rasa sakit ke gue pasti ada alasannya..
ternyata kehilangan spark tuh ga selalu kelihatan kayak sedih, kadang kita masih ketawa, masih kerja, masih ngobrol, masih main, masih jadi diri sendiri, tapi rasanya kosong, and somehow, losing your spark slowly is scarier than being sad all at once, karena kita bahkan ga sadar kapan terakhir kali kita merasa benar-benar hidup😔😔
Aku sekarang mulai ngerti kenapa orang bilang jangan terlalu menggantungkan bahagia ke orang lain. Karena kalau dia berubah sedikit aja, kita bisa ikut berantakan padahal hidup kita harusnya tetap jalan.
"communication is a key" tapi ga ada yang sadar komunikasi yang sebenarnya adalah ketika kita berani mengatakan secara jujur tentang apa yang membuat kita sakit hati, apa yang kita butuhkan, dan apa yang kita takut untuk ungkapkan. kadang hal seperti itu memang sulit karena kita takut orang tersebut marah, menolak, atau salah paham. tapi kalau kita terus menghindari hal-hal yang ga nyaman hanya demi menjaga perasaan orang lain, masalahnya sebenarnya ga akan selesai. jadi, komunikasi yang sehat itu membutuhkan keberanian untuk jujur, meskipun ada kemungkinan kita ga mendapatkan respons yang kita harapkan.