Dulu @TVRINasional rajin mbuat iklan edukasi publik dari budaya antre, buang sampah, sampai tertib lalulintas. Saatnya tv swasta ikut menyisihkan sebgian untungnya utk membuat iklan layanan publik. Misal bahaya hoax, adab berkendara, tolong menolong, dll., dgn kemasan kekinian.
Biar tdk timbul fitnah, pak MMD hadir atas undangan (sbg dewan penasehat alumni UII), krn penyelenggaranya adl ikatan alumni UII. Dia tdk main golf (dan mmg tdk bisa). Tempatnya di area lapangan golf BSD, bukan di cafe.
@mohmahfudmd Hebaat lah pokonamah si bapa etamah,,mainannya golf,nongkrongnya di cafe,alus lah menikmati hidup,urusan aherat mah kumaha jaga weeeh nya prof,,keun wae tong mikiran rakyat da rakyat oge baroga fikiran sorangan,,sanes kitu heueuh?...hayang najong bola golfna weeh.
Sy Meneg BUMN Erick Thohir tdk bermain tp hadir meramaikan turnamen golf “Golfing & Giving” yg diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) BSD. Adapun Mendagri Tito Karnavian menjadi pemain “Overall Best” dari 147 peserta turnamen. Pak Tito Oye👍👍🇲🇨
Bnyk termakan bohong. Katanya sy bilang "korupsi boleh asal ekonomi bagus". Itu bohong. Krn sahabat sy @mashikam ikut kemakan hoax itu maka sy buat penjelasan ini utk Mas Hikam. Utk yg lain, yg biasa mengunyah hoax, tak perlu sy klarifikasi. https://t.co/tq1s4GBZ4x
Harian Kompas, hari ini, halama 1, 3, 15. Kepuasan dan kepercayaan publik kpd Pemerintah menguat signifikan. Bidang politik lumayan, penegakan hukum naik, bidang keamanan Ok. Bagi yg tak sependapat silahkan, opini tak blh dilarang, perbedaan harus ada krn ini negara demokrasi🙏🙏
Iqomah juga tdk usah, karena qomat diperlukan hanya utk internal jamaah yg sdh kumpul saja. Loud speaker keluar masjid cukup utk adzan saja, 5 x sehari. Yg lain jngan, apalagi utk khutbah & ceramah yg belum tentu cocok isi pesannya utk masyarakat umum.
Tadarus Demokrasi dengan tema "Relasi Agama dan Demokrasi" yang digelar oleh MMD Initiative.
Silakan ditonton ulangi via @YouTube
https://t.co/N8hDuWBTIp
Apakah teroris tidak beragama?
TERORIS PUNYA AGAMA!
Bahkan banyak di antara mereka merasa bahwa tindakannya membawanya ke surga.
Bibit dari terorisme adalah ekstremisme kekerasan. Dipupuk oleh kebencian. Dirawat oleh perasaan paling benar.
Terorisme adalah puncak gunung es...
Ini rilis Menko Polhukam 9/10/20. Diskresi Pemerintah: 1. HRS blh pulang dan blh dijemput; 2. Petuhi protokol kesehatan; 3. Dikawal dan diantar oleh Polisi sampai ke kediaman. Jd kerumunan stlh diantar ke Petamburan bkn lg diskresi tp pelanggaran hukum. https://t.co/drJIfDvinw
Dari video tsb jelas, waktu itu pulangnya HRS memang diizinkan dan dikawal scr resmi sbg diskresi pemerintah via Polhukam smpai ke Petamburan. Undangan kerumunan stlh diantar ke Petamburan yg terjadi mlm harinya, besok2nya lg, dan di tempat2 lain tntu sdh bkn diskresi Pemerintah.
Bagus acaranya.. Tapi sedikit terganggu ketika ada fans Hetty KE dari Malaysia (Sham) muncul, host Deni Candra bukannya ikut dialog, malah memotong dgn lawakan yg justru mengganggu.
Para kepala daerah tahu nggak sih, kalau warganya bingung mencari info kapan di kampungnya dimulai suntik vaksin.. Ayo bicara ke warga dong.. jgn melempar jawaban: “kan di medsos ada..”
Para tokoh “tua” yg dulu menikmati kenyamanan komunikasi elitis di media massa, tdk tahan “dikroyok” rakyat yg skrg aktif di berbagai platform. Lalu menganggap dulu lbh baik dr skrg. Itu pikiran yg mengabaikan perubahan pola komunikasi. Atau tdk nyaman dg keniscayaan pola baru.
Dulu kritik itu lwt media massa, reaksi yg dihadapi hny dr yg dikritik. Rakyat jd penonton. Skrg rakyat punya media sendiri di internet. Pola komunikasi berubah. Pengritik dpt reaksi langsung dr rakyat yg aktif & beragam. Ternyata pengritik bnyk yg tdk tahan jg dikritik mrk 🤣
Pemerintah tdk prnh menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yg jg diusung oleh Pemerintah. Dia jg penguat sikap Muhammadiyah bhw Indonesia adl "Darul Ahdi Wassyahadah". Beliau kritis, bkn radikalis
Menko @PolhukamRI, @mohmahfudmd : Jadi secara hukum dan konstitusi tak ada yang bisa melarang orang berserikat dan berkumpul, asal tak melanggar hukum dan ketertiban umum. - via @Inisiatifnews