Kadang buat opini singkat, kadang cuma sekedar komen, tapi di sini banyak nge-x tentang olahraga, kadang-kadang bisa sejarah, dan kadang nyeletuk politik
Dalam banyak obrolan atau tweet di sini, yg paling aku utamakan dalam memandang atau menilai sebuah topik atau permasalahan adalah proporsional dan sesuai konteks, bukan mempertahankan suatu argumen berbasis emosional atau bias pandangan.
Apa yg tertulis di berita ini memang sesuai dengan prosedur hukum yg asa. Gak bisa asal pecat selama proses investigasi masih berjalan. Idealnya hukum harus berjalan sesuai tempatnya, bukan karena arus opini massa.
Update S&P
♦️Proses investigasi kasus dugaan pelecehan akan berlangsung lama, dan hasilnya mungkin keluar setelah musim berjalan.
♦️ Ko HeeJin saat ini masih berstat "Non Aktif”, posisinya kini digantikan staf kepelatihan yang lain.
90 - TYLE TRWAŁ SET OTWIERAJĄCY MECZ WŁOCHÓW Z NIEMCAMI.
130 - TYLE PUNKTÓW ZDOBYŁY OBIE EKIPY W PIERWSZYM SECIE.
66:64 dla reprezentacji Niemiec!
NOWY REKORD W HISTORII
MĘSKIEJ SIATKÓWKI❗️
Grafika: własna
#podsiatka
Indonesia 🇮🇩 3 - 0 🇦🇺 Australia
25 - 18, 25 - 17, 25 - 21
Menang di laga akhir penyisihan grup melawan Australia, Indonesia lolos ke babak Quarter Final dan ambil seed no 4.
Way to go, Girls! 💪
#AVCContinental
@urevart@volleyballidn Because of the match schedule, the Thai team has had less than 24 hours to rest, so the players are very tired,we want to win 3–0, like Indonesia did. But most importantly, we need to take care of our players and make sure they stay healthy and don’t get too tired.
Bahwa butuh puluhan tahun sampai akhirnya bisa lihat MS Indonesia lagi sebagai WR1 kasih unjuk kalau ini bukan capaian sepele.
Bahkan bukan ga mungkin setelah ini, butuh waktu yang juga ga sebentar untuk punya pemain lain yang sanggup duduk di ranking serupa.
Jadi, mari taruh respek banyak-banyak untuk Jonatan Christie 🫡🫡🫡
@pristantiwp@jeffrykim20 Bukannya karena Thailand yg recovery-nya kurang dari 24 jam karena kemarin baru tanding lawan Indo kemaren yg bisa dimanfaatkan oleh Kazakhstan?
Nah kalo mau tau betapa pentingnya match fitness, lihatlah performa Thailand vs Kazakhstan saat ini, mereka sampai kehilangan satu set karena recovery-nya yg kurang dari 24 jam.
Kalo tau mengenai match fitness aja, akan paham kenapa coach Marcos lebih memilih Shakira dibanding Ajeng, meski secara mental lebih bagus Ajeng dibanding Shakira
Ini aja total skornya masih lebih baik Irak sewaktu lawan China yg bisa sampe 16 poin dibanding Trinidad dan Tobago di pertandingan ini. Apakah turnamen ini tetap terlihat kurang layak karena adanya "skor sempurna" ini untuk si akun itu?
🚨 REKOR Meksiko memenangkan set ketiga dengan skor sempurna 25–0 atas Trinidad and Tobago di Women NORCECA Continental Championship 2026 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 3–0 (25–4, 25–10, 25–0).
#NORCECA#VolleyballMexico
It's okay that's sport. Raja voli di SEA masih Indonesia. Meskipun ratu voli SEA tetap Thailand. Sometimes we win. Sometimes we lose. We move on. 🔥
Game vs Australia Rabu 26 Agustus, voli wanita Indonesia harus menang 3-0. ☘️
We believe. ❤️
We achieve. 🤍
Pernah ada masanya, dulu tim medianya federasi tuh sangat bersahabat sama akun2 bola (khususnya yg bahas bola Indonesia). Jd sering tuh dulu kayak ngajak kolaborasi, kasih info2 A1 (yg positif), atau mengklarifikasi secara langsung berita2 yg beredar. Baik yg terang2an atau sekadar di balik layar.
Sebuah utas.
Nah, kalo mau menyalahkan, salahkan pihak Federasi yg TC-nya hanya benar-benar 14 pemain dan ketambahan pemain U18 yg masih memiliki match fitness hasil dari turnamen AVC U18 yg lalu, dibanding pemain lainnya yg terakhir main mungkin saat Proliga
Kalo tau mengenai match fitness aja, akan paham kenapa coach Marcos lebih memilih Shakira dibanding Ajeng, meski secara mental lebih bagus Ajeng dibanding Shakira
Kalo tau mengenai match fitness aja, akan paham kenapa coach Marcos lebih memilih Shakira dibanding Ajeng, meski secara mental lebih bagus Ajeng dibanding Shakira
🚨 Kisah Marcia Lewis, Ibu Myles Lewis-Skelly yang Belajar Football Business dan Menjadi FIFA-Licensed Agent
Myles Lewis-Skelly baru 18 tahun ketika hidupnya berubah begitu cepat. Dari pemain akademi Arsenal, dia menembus tim utama, bermain di Premier League dan Champions League, lalu menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam debutnya bersama timnas Inggris saatu itu.
Tapi ada cerita lain di balik perjalanan itu yang jarang dibicarakan: Marcia Lewis, ibunya.
Marcia mulai benar-benar berhadapan dgn industri sepak bola ketika Myles masih berusia 11 tahun. Saat itu, seorang agen menghubunginya untuk menawarkan representasi kepada Myles.
Setahun kemudian, ada brand yang juga mulai mendekati. Masalahnya, Marcia sendiri bukan berasal dari keluarga sepak bola. Dia bahkan mengaku dulu tidak memahami Premier League atau bagaimana industri sepak bola bekerja. Jadi daripada buru-buru mengambil keputusan, dia memilih belajar.
Marcia mengambil Master's degree in Football Business dan kemudian menjadi FIFA-licensed agent.
Yang menarik, dia tidak mengambil lisensi itu untuk menjadi agen Myles pada awalnya. Dia melakukannya agar memahami bagaimana industri agen bekerja dan supaya bisa membantu orang tua lain menghadapi situasi yang sama.
Dari pengalaman tersebut, lahirlah https://t.co/7KvxEn5U9s pada 2022.
Sebuah platform yang dibuat khusus untuk membantu orang tua yg anaknya sedang menjalani perjalanan di akademi sepak bola. Karena menurut Marcia, perjalanan tersebut bisa terasa sangat sepi.
Orang tua harus berhadapan dengan akademi, agen, kontrak, pendidikan, ekspektasi, bahkan rumor transfer. Sementara tidak ada guidebook yg benar2 menjelaskan apa yang harus dilakukan.
Makanya https://t.co/7KvxEn5U9s membuat workshop, Q&A, konsultasi, dan edukasi untuk orang tua.
Salah satunya bahkan khusus membahas cara menemukan agen yang tepat. Bukan memberitahu orang tua harus memilih agen siapa. Tapi mengajarkan mereka:
Apa yang harus ditanyakan?
Apa peran seorang agen?
Apa red flags-nya?
Bagaimana cara menghadapi agen tanpa merasa berada di posisi yang lebih rendah?
Ini sebenarnya penting banget. Karena ketika seorang anak mulai terlihat punya masa depan di sepak bola, keluarga juga ikut masuk ke sebuah industri yang nilainya bisa sangat besar. Dan di sinilah peran orang tua bisa menjadi sangat menentukan.
Kita pernah melihat bagaimana hubungan antara keluarga dan karier pemain muda bisa menjadi isu yang rumit lewat kasus Ibrahim Mbaye di PSG.
Laporan yg beredar menuduhkan adanya sejumlah tuntutan dari keluarga Mbaye kepada calon agen, termasuk soal komisi, image rights, fasilitas dan berbagai proyek. Namun Mbaye sendiri secara terbuka membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah. Jadi kasus itu sendiri masih menjadi perselisihan versi antara pihak2 yg terlibat.
Dan justru di situlah cerita Marcia menjadi menarik.
Dia tidak mencoba menjadikan keluarga sebagai pusat dari karier Myles. Dia mencoba membuat dirinya cukup paham agar bisa melindungi dan mendampingi anaknya. Bahkan ketika Myles mulai menjadi pemain Arsenal dan Inggris, Marcia tetap berusaha menjaga kehidupan normalnya.
Dia pernah mengatakan bahwa Myles masih tinggal di rumah. Masih punya pekerjaan rumah. Masih harus membereskan kamar dan mengosongkan dishwasher. 😭
Karena menurutnya, 18 tahun mungkin sudah dewasa secara hukum, tetapi bukan berarti seseorang otomatis siap menghadapi semuanya sendirian. Dan ada satu prinsip Marcia yang menurut ane paling menarik:
“If something feels urgent, that is a sign to slow down.”
Ketika Myles berusia 11 tahun dan mulai didekati agen, dia tidak merasa harus langsung mengambil keputusan.
Dia justru memperlambat semuanya.
Belajar. Mencari tahu. Memahami industri. Baru kemudian mengambil keputusan.
Sekarang, anaknya sudah menjadi pemain Arsenal. Dan sang ibu bukan cuma berhasil mendampingi karier Myles. Dia mengubah pengalaman itu menjadi sesuatu yang bisa membantu orang tua pemain muda lainnya.
Bahkan https://t.co/7KvxEn5U9s kemudian mendapat tempat dalam program life skills Premier League. Jadi mungkin cerita tentang Marcia bukan sekadar:
“Ibu Myles Lewis-Skelly menjadi agen.”
Lebih dari itu.
Ini tentang seorang ibu yg ketika anaknya masuk ke dunia sepak bola profesional, memilih untuk belajar tentang dunia tersebut daripada sekedar menyerahkan semuanya kepada orang lain.
Dan ketika Myles akhirnya menjadi bintang Arsenal, satu hal tidak berubah:
Di lapangan dia pemain Arsenal. Di rumah, dia tetap anaknya.
Nah ini. Penilaian subjektif kayak "belum pantas" itu ujung-ujungnya cuma bikin suatu turnamen jadi semakin "sok elitist". Udah bagus setiap zona punya representasi di event elite Asia yg (sialnya) cuma 12 peserta ini, eh masih ditambah penilaian begitu.
If you want to know how long Christie in World No.1
Based on current Projected Ranking in 6 weeks ahead, he will lost the position after Asian Games, IF, IF, IF, China Masters give us this week chaos, again.
Projected Rank: Deducted points after players not play or lost early.
@jeffrykim20 ekosistem di semua kawasan. Inilah mengapa ada prinsip inklusivitas di banyak cabor, termasuk FIVB yg menerapkan sejak lama maupun AVC yg belum lama ini. Dan jangan disamain dengan Eropa yg ekosistemnya udah maju dan cukup merata
@jeffrykim20 Sebenarnya apa yg kamu tulis ini tepat jika kamu hanya melihat dari sudut pandang komersil atau kepentingan industri olahraga aja. Tapi yang perlu ditegaskan, olahraga itu dibangun bukan untuk sekedar kepentingan komersil belaka, melainkan usaha untuk meningkatkan
@jeffrykim20 Kalo kualitas suatu regional yg paling bagus aja masih seburuk itu, terus maunya gimana? AVC aja udah menampung semua, aspek kualitas itu ditampung dengan adanya jatah top ranking (entah top 4 atau 5, bahkan FIVB aja harus top 15), terus inklusivitas dari jatah regional itu