🫵😡FUNFACT (yang tidak fun):
Salah satu obat yang menyebabkan kasus gagal ginjal akut anak tahun 2022 adalah paracetamol sirup produksi AFI FARMA (tolong ingat-ingat nama produsennya).
Dan paracetamol sirup produksi AFI FARMA adalah salah satu pemenang tender yang kemudian produknya dijual di situs pengadaan pemerintah (e-purchasing/e-katalog).
Artinya: obat tersebut adalah obat yang banyak dibeli oleh RS, Dinas Kesehatan/Puskesmas, dan sarana kesehatan lainnya (pemerintahan mengarahkan pembelian obat melalui e-purchasing, salah satunya karena harga masuk dalam index).
Anak-anak yg mengalami gagal ginjal akut saat itu, bukan selalu karena orang tuanya secara mandiri memberikan obat itu kepada mereka.
🫵😡 OBAT ITU DITERIMA LEWAT RESEP DOKTER, DIPEROLEH DARI FASKES RESMI TERDAFTAR, DIDAPAT DENGAN CARA LEGAL DAN SUPERVISI BEBERAPA PROFESI TENAGA KESEHATAN.
Tapi, anak-anak menjadi korban, murni karena kesalahan industri dan regulasi pemerintah.
Bukan salah orang tua. 🥀
Bukan pula salah nakes. 🥀
Tolong diingat nama industri ini: AFI FARMA.
Pembunuh nomor satu anak-anak Indonesia.
Saat ini masih aktif menjadi produsen farmasi. Tidak ada hukuman berarti. Produknya masih malang melintang di e-purchasing, masih beredar luas di masyarakat.
Turut menyebarluaskan:
*Pernyataan Sikap Jogja Last Friday Ride (JLFR)*
Yang ironis hari ini bukan sekadar perdebatan tentang sebuah kegiatan bersepeda, melainkan cara kita memandang ruang jalan.
Ketika kemacetan yang didominasi kendaraan bermotor terjadi hampir setiap hari, kita perlahan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah. Ruang publik dipenuhi mesin, kebisingan, polusi, dan antrean panjang, namun semua itu diterima sebagai konsekuensi yang "normal".
Sebaliknya, ketika jalan sesaat dihadirkan untuk aktivitas manusia—bersepeda, berjalan kaki, atau berkumpul dalam sebuah kegiatan komunitas—muncul anggapan bahwa hal tersebut adalah gangguan yang harus segera disingkirkan.
Inilah ironi yang patut kita renungkan bersama.
Jogja Last Friday Ride sejak awal tidak pernah lahir sebagai ajang untuk menguasai jalan ataupun menghalangi masyarakat beraktivitas. JLFR lahir sebagai ruang bersama untuk merayakan budaya bersepeda, mengingatkan bahwa jalan adalah ruang publik yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua pengguna jalan secara adil, aman, dan saling menghormati.
Kami menyadari bahwa setiap kegiatan di ruang publik harus diselenggarakan secara tertib, menghormati aturan, serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat. Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, kami terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan.
Namun demikian, kami juga berharap pendekatan yang dilakukan kepada komunitas dilakukan secara proporsional, humanis, dan mengedepankan dialog. Keselamatan, ketertiban, dan penghormatan terhadap hukum adalah tujuan bersama, bukan alasan untuk menghilangkan ruang ekspresi warga negara yang dilakukan secara damai.
Peristiwa ini hendaknya menjadi momentum bagi semua pihak, komunitas, pemerintah, aparat, dan masyarakat—untuk kembali berdialog mengenai bagaimana ruang jalan dikelola secara lebih adil. Sebab kota yang baik bukanlah kota yang hanya memberi ruang kepada kendaraan bermotor, melainkan kota yang juga memberi tempat bagi manusia.
Kami percaya bahwa budaya berlalu lintas tidak dibangun melalui saling menyalahkan, melainkan melalui saling memahami, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
Karena pada akhirnya, jalan bukan hanya tempat untuk berpindah, tetapi juga ruang hidup bersama.
https://t.co/nRkBqpXUOS
@Hidupsebagai62 tapi ada :
1. pembangunan kopdes merah putih yang masif walaupun masih tutup
2. dapur embege dan lagunya yang viral
3. lapangan kerja bagi anggota partai politik
4. banyak menteri dan wakilnya yang punya pernyataan tolol, menunjukkan bahwa POLITIKUS INDONESIA TOLOL SEMUA
Gua udah punya jawaban kalo ditanya soal ini.
https://t.co/Kj7BQ2oS4r
Apakah kasihan? Tidak sama sekali. Sekarang kita balik:
- Apakah kalian kasihan dengan ibu2 kantin yang penghasilannya 0 rupiah karena MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orangtua yang menangis karena anaknya keracunan MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan jutaan orang yang bayar pajak, namun uang pajak itu dipakai untuk korupsi dalam MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orang yang kena PHK akibat multiplier effect dari MBG ?
Sejawat kalian saja suka pamer gaji di SPPG dan merendahkan orang lain. Ngapain juga kasihan.
@denispodd_17 Pernah baca katanya kalo orang bundir itu gak boleh di beritain karna yg punya keinginan seperti itu juga akan melakukannya yg sama jadi kek malah di beri contoh gitu
Ada lohh cewek yang kelihatannya serba bisa dan mandiri banget.
Padahal aslinya… dia cuma gak punya opsi untuk jadi lemah.
Udah kebiasaan ngurus semuanya sendirian, sampai tanpa sadar tiap hari jadi makin tangguh.
Semangat selalu ya para cewek hebat yang ada disana 🥹✨
@txtdrkuliner Gak cuma warung madura nder yg jualan sate ayam keliling di daerah kerjaan juga gitu selalu telponan sampek hp nya di masukan ke baju di tempatin di bahu, sampek bingung apa yg di obrolin kok setiap saat telponan haha
@rofmeov Udah bisa semua, apalagi kalo gas udah ngesestt dah di tahap tau ngakalinnya tapi kalo untuk urusan no 9 dan 10 selama ada laki2 disitu aku minta tolong ke merwka 😬