gais selama ini ternyata ada footagenya 🥹
ini waktu itu rameeeee bgt di kamar menuntut saya utk buka. dh blg lagian jg ga akan keterima. tiba2 lg scroll tl jarlita ngetwt trs temen2 liat dan lgsg "PEH APA MKSDNYA??? CEPET BUKA CEPET"
tangan dh tremor, keringet dingin
⚠️ORANG HILANG⚠️
bantu up ya guys khususnya anak telkom bandung/orang Bandung
untuk saat ini kronologinya di pict ya karna aku cuma bantu share aja🥹
thank you yang uda bantu share!
@IlostMyLEGO emang temen2nya bahkan gada yang bener2 peduli sm nikki :( gada yg bener2 peduli sm perasaan nikki. setelah scene yg party pun mereka GADA yg bener2 bantu nikki walau nikki dah berdarah2
OBSESSION seperti berusaha mengemis iba untuk laki-laki incel, dan juga mimpi basah laki-laki. Navarrette's exceptional performance couldn't even save this lame film. Film sama sekali gak menunjukkan keberpihakannya pada seseorang yang hak otonominya dirampas gitu aja sama orang yang super duper cupu dan gak berani bertanggungjawab itu. Pun, setelah banyak kejadian aneh—terutama satu kejadian yang menyedihkan itu—Bear ngga diberikan sedikitpun rasa bersalah atas apa yang ia lakukan pada Nikki, bahkan sampai akhir filmnya. Bear hanya merasa bersalah dan sengsara ketika kenyamanannya diusik, bukan karena ia sadar ia telah menyengsarakan orang lain.
Film juga ngga mempertanyakan kewarasan Bear di setiap kejadian anehnya, ia justru mempertanyakan Nikki—Barker menciptakan karakter teman-temannya yang melihat Nikki sebagai "si cegil" dan menempatkanya sebagai sumber masalah, hingga (sebagian) penonton pun dibuat berpikir demikian. Sampai akhir pun, Nikki tetaplah "the freaky Nikki" tanpa agensi atau victory apapun, very unfortunate karena she was a lovely person in the beginning. Yhaa tapi kalau kita hidup di tengah lingkungan yang apa-apa menyalahkan perempuan—termasuk penggunaan kata "cegil" yang ditujukan kepada perempuan yang "menggila" akibat tindakan laki-laki—susah juga...
@noahangoo JUJUR kesel bgt kak, keknya pemahaman film org indonesia belum sedalam itu, makanya ada film yg nyinggung psikologis dan ga "disuapin" mereka malah fokusnya nyalahin perempuan (lagi), ga mikir/analisis lebih dalam🥲
Alasan kenapa film indonesia slop slop slop terus ya karena audiens nya rata rata goblok anjing di sajiin film psychological horror dikit langsung di cap overrated dan ga serem karena ga banyak jumpscare. Ga kuat kali ya sama film yang mengasah pikiran dan emosional 😹😹😹
Fun fact selama buka petshop dan pet care.
Entah kenapa banyak banget kucing jalanan yang datang sendiri kalau lagi sakit. Kayak mereka tahu tempat buat berobat, cuma bedanya pakai "BPJS versi kucing." 🤣
Biasanya kami obatin dulu sampai kondisinya membaik. Kalau memang memungkinkan, sekalian kami steril juga. Setelah pulih, mereka balik lagi menjelajah ke luar.
Lucunya, beberapa waktu kemudian mereka datang lagi kalau lagi sakit atau butuh pertolongan. Ya udah, kami rawat lagi. Siklusnya gitu terus.
Gemes banget sih sama tingkah mereka. Kayak udah hafal, "kalau lagi nggak enak badan, mampir aja ke sini." 🥹🐈
Elu yang minta, elu yang kewalahan, malah elu yang menyesalinya. Malah penonton dibikin cape dan ikutan stress dengan yang dialami dia. Anak dajjal emang nih cowok. #obsession
Akurat bangettttt dengan tagline filmnya be careful who you wish for…
How does a lonely penguin or rejected monkey break the internet, while a starving baby in Gaza barely gets noticed? No child deserves to starve or be killed.
Di dunia patriarki, perempuan yang nggak membalas perasaan laki2 adalah villain dan dirasa wajar untuk dipelet.
Padahal jelas2 Bear yg pengecut dan gak bisa terima penolakan!