@NenkMonica Klo pengin balik modal ya jd pedagang bos... Ayak ayak ae...., menurut pengamatanku modelan gini kayaknya gaji sebulan 1M kayaknya ga bakalan merasa cukup
Baik, saya mulai dari kebutuhan kertas & papan, sesuai dgn konteks pertanyaanmu di awal.
Menghentikan deforestasi, tidak membuat bangsa ini kehilangan kertas & papan, yg harus dihentikan adalah "pembukaan hutan alam".
Kertas & papan, tak harus berasal dari hutan yg dirusak, tp bisa dari hutan tanaman, daur ulang, & tata kelola yg berkelanjutan.
Menyamakan kebutuhan kertas & papan, dgn pembabatan hutan alam, itu :
"DALIH & LOGIKA INDUSTRIAL"
bukan kebutuhan rakyat.
Kertas bisa didaur ulang, papan bisa "ditanam ulang".
Sedangkan hutan alam ? Ia tak bisa dicetak ulang.
______________
Jadi jika ada yg mendukung deforestasi atas nama kebutuhan kertas & papan, itu sama absurd - nya ketika misalnya:
KAMU MEMBAKAR RUMAH, DEMI MENYALAKAN LILIN.
_______________
Pun, menyebut hutan tanaman sbg deforestasi legal, itu spt menyebut tambalan luka sbg proses penyembuhan.
Yg satu lahir dari rahim kerusakan, yg lain dijadikan dalih utk mengulang.
_______________
Deforestasi itu kehilangan tutupan hutan alam secara permanen.
Hutan tanaman dibangun setelah deforestasi terjadi, bukan sebaliknya, dan itu bukan alasan utk terus melakukan deforestasi.
.
.
Agar "nalar" tiba pada huruf "r" pada kata nalar; maka ada satu hal yg perlu saya sampaikan ;
kalau hutan tanaman, kamu anggap sama dgn hutan alam, tentu tak perlu ada izin pembukaan hutan sejak awal.
.
.