Foto ini sepenuhnya gelap. Ia hanya terang di sebagian. Sebagian kecil saja. Tetapi terang kecil itulah yang membuat seluruh yang gelap itu benderang. Ini tentang siapa yang bukan siapa-siapa tetapi harus berada di pusaran pihak yang sedang saling berlomba menjadi siapa.
"Pak Ustadz, bantu kami pak ustadz.. kami bertahan. Tolong para korlap bantu kami. Tolong jangan lakukan ini." - kapolres Jakpus.
Aparat keamanan harus memohon. Saya sedih sekali melihat ini. Dan marah. Siapa sebenarnya yang punya agenda membuat rusuh ini?
#saveIndonesia
Dear Pak Prabowo:
Katakan sesuatu untuk menenangkan keadaan saat ini. Jangan seret negeri ini ke jurang kekacauan. Jangan bermain dengan api. Ajaklah pendukungmu kembali ke rumah.
This is your last chance to do good to this country and you will me remembered. Please!
🙏
Dear Mas @sandiuno:
Anda masih muda. Anda masih punya karir politik yang panjang. Lakukanlah hal yang benar. "Kemarahan" ini hanya akan berakhir di jalan buntu dan akan mencelakakan negeri ini.
Do a good thing and you will save your future political career!
Ayo, Mas!
🙏
Bapak, terimakasih sudah membatalkan remisi bagi yang tidak berhak. Di sisi lain, ada kasus kyai Nur Aziz di Kendal, bukan pembunuh atau penyiksa, yang dipenjara karena membela para petani di desa Surokonto Wetan. Berharap pak Jokowi mau memperhatikannya.
Boleh.
Skr mohon jawab dulu supaya saya tak salah paham:
Doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar.
Karena puisi Anda puisi politik, mohon jelaskan:
Siapa yang menukar?
Siapa bandar yg merevisi?
Siapa kacung yg membisiki penukar doa?
Tuhan,
Ponsel saya rusak dibanting lindu
nomor kontak saya hilang semua
satu-satunya yg tersisa hanya nomorMu
Tuhan berkata,
Dan itulah nomor satu-satunya yang tak pernah kau sapa. - Joko Pinurbo
Siapapun yg terlibat dalam politik, atau dalam dukung-mendukung, pada satu titik pasti akan berhadapan dg kontradiksi dan paradoks.
Penjelasannya satu saja: sbb kenyataan sosial itu rumit, tidak sesederhana konstruksi teoritis yg rapi.