Lain tapi ga' kelainan |
Seorang pria idaman |
Vocalis |
Supervisor of AIR FIGHTER TEAM |
Movie Collector |
Air Rifle User (Pengguna Senapan Angin) | Traveller
3. Fahrur Rozi pengurus PBNU (tambange di Raja Ampat konangan 🤣, dihujat jadi Gus Tambang setelah hampir setahun gencar memerangi Kyai Imad)
4. Qori Bangladesh (semakin luntang luntung setelah kontra dengan Kyai Imad)
5. (menyusul)
List kejadian yang terlihat kebetulan, tapi layak disebut kualat kepada Kyai Imad:
1. Kyai (meninggal setelah menyumpahi Kyai Imad (lupa namanya))
2. Auzi Bojonegoro (meninggal setelah 41 hari pasca sumpah tunggal dan melaknat Kyai Imad)
3. (lanjut di reply)
Sudah apply cc BNI 2x dan sudah sebulan lebih ga da kelanjutan, kalau seminggu lagi ga da kabar, bye bye BNI, uninstall wonder dan tabungan tak pindahkan ke bank yang baik hati. Kartu ATM tak jadikan tatakan cangkir kopi.
Dikira ndak mampu nabung dan bayar apa. Hadeeh
Mbah Nun 10 tahun mbiyen nate dawuh "Eropa dadi negoro dunia ke-3, Amerika ke-2, Cino, Indonesia dadi pertama. Ningggg... Duite dudu nggonmu, kowe mung dadi buruh e."
Koyoe kok sebagian sampun mulai terbukti Mbah 😭
Mengajar kelas unggulan bagai berkendara di jalan tol.
Mengajar kelas inklusif bagai berkendara di jalan desa² pelosok Lamongan.
Tujuan sama, tapi waktu tempuhnya beda jauh.
Terus terang, inklusif di sekolah itu menghambat pembelajaran. Jika dipaksakan inklusif, maka di sekolah tersebut harus ada guru yang benar² menguasai siswa ABK. Jangan dipaksakan semua guru bisa.
Hal menyebalkan apa yang paling bikin kamu sebal? Kalau aku dapat jam mengajar selang seling dalam satu hari. Jadi baru rebahan, udah masuk kelas lagi. Sekalian aja full jam kereta. Kan enak bisa nglurusin punggung dengan tenang di akhir.
Saya pengajar yang iseng, mengingatkan anak² yang melanggar tipis², dari pelanggaran kecil yang lepas sepatu sampai yang misuh² bahkan kejar²an sama anak yang nge-blong saya lakukan.
Tapi di masa ini, saya mulai malas karena saya yang dulu bergerak sendiri tanpa masalah, →
Tambahan:
4. Setelah motor beres, jalan 200 meter hujan. Dueras full. Pipi bengkak, pala senut, badan meriang, keujanan, meskipun pake jas ujan sih.
5. Giliran masuk kota Bojonegoro, eh kering kerontang.
Lengkap kesialan hidup di hari Kamis siang sampe sore.
Ketika kesialan melanda. Tapi tetap tenang saja.
1. Gondongen, awak loro kabeh, nekat pulkam
2. Di perjalanan, fanbelt pedhot, du misyuh tp ga punya energi. Alhamdulillah nemu bengkel setelah ndorong hampir sekilo
3. Ga bawa cash. Bakule juga ganrima transfer. Hadeeh