Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Ternyata bener ya bangun 40 kota setara Jakarta, internet gratis, 1 keluarga minimal 1 sarjana ini program murah pas ngeliat anggaran program MBG sekarang ini wkwk.
Dan lebih ajaib lagi…
Danantara ke Paris bareng Pak Prabowo, malah mau investasi ke Prancis, saat kita butuh banget investasi di dalam negeri agar rupiah menguat…
(Sumber: Dokumen resmi Pidato Macron di depan Pak Prabowo di Istana Elysée, 29 Mei 2026)
Tp sebenci2nya gue sm pemerintah n masyarakat indo.. yang ini emang iblis paling jahanam di muka bumi they deserve the deepest pit of hell. Fuck israel 🖕🏻🖕🏻🖕🏻
loh tapi katanya yang dikecam perilaku asusila di tempat umumnya? kok posternya isinya mempermasalahkan orientasi seksual?
jadi yang bener pelaku di-DO karena ciuman di perpus atau karena dia gay?
Gua tegasin sekali lagi ya, kasus di POLITEKNIK NEGERI JAKARTA a.k.a PNJ bukan cuma KISSING SEJENIS doang! Sebelum nya ada kasus KS yang sampe hari ini BUNGKAM. cuma bedanya yang KISSING di DO & yang KS tau apa? DILINDUNGI KAMPUS!
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.