jawabannya: ga boleh. karena Gereja Katolik punya pandangan yg berbeda dalam sakramen dan hierarki Gereja dengan Gereja non Katolik.
1. pandangan teologis Gereja Katolik, Ekaristi itu sungguh Tubuh dan Darah Kristus, yg hanya dapat dikonsekrasi oleh imam tertahbis. berdasarkan dokumen KV II (Unitatis Redintegratio), Gereja Protestan tidak memiliki sakramen imamat yg valid, sehingga Gereja Katolik memandang persekutuan mereka telah kehilangan hakikat Ekaristi yg otentik.
2. Komuni Kudus bukan cuma lambang persaudaraan, melainkan tanda kesatuan penuh dalam iman, ibadah, dan kehidupan umat. berpartisipasi dalam perjamuan kudus Gereja lain dianggap tidak sejalan dengan kesatuan tersebut.
3. ada "dispensasi" dan ini hanya berlaku dalam keadaan darurat (maut). sebagai seorang Katolik bisa menerima sakramen dari pelayan non Katolik (sakramen rekonsiliasi, pengurapan orang sakit, dan Ekaristi) DARI GEREJA YANG MEMILIKI SUKSESI APOSTOLIK, misalnya Gereja Orthodox.
JIKA pernah terima perjamuan kudus dari Gereja lain dan dilakukan secara sadar (tau kalo ga boleh dan bukan keadaan darurat maut), harus mengaku dosa, sebelum kembali menerima Sakramen Ekaristi di Gereja Katolik. berkah dalem ✨️
sdkit ktekese HR Corpus Christi dri RP Ote td
evangeliorum yg dibw pas prarakn dsimpn d altar sma kyk hosti yg jg dikonsekrasi di altar
altar mnjd t4 perjumpaan Kristus sbg sang Sabda & Yg dikurbankan
dri meja yg sama kita dkenyngkn dgn sabda dn tubuhNya
i ♥️ catholic tradition
Hari ini adalah hari raya Tubuh dan Darah Kristus bagi kami orang Katolik.
Teringat tahun 2019 sebelum aku memantapkan diri menjadi seorang Katolik aku pernah mengalami suatu pengalaman spiritual yang menurutku saat itu aneh.
Ketika misa di gereja ini, waktu itu Rm Maharsono SJ masih sebagai romo paroki Kota Baru. Ketika liturgi ekaristi setelah lagu kudus altar berubah menjadi terang dan romo Mahar saat itu bukan lagi dia. Dari atas kepala romo terlihat cahaya turun seperti dipanggung dan sekelilingnya terdapat malaikat kecil terbang memutari altar. Romo terlihat ada sayapnya dengan cahaya terang tadi tapi ga menyilaukan. Aku cuma berlutut dan terdiam saat konsekrasi berlangsung. Semua kembali normal ketika roti dan piala diangkat dan romo bilang “dengan pengantara Dia, bersama Dia, dan dalam Dia,…..”.
Ketika pelajaran agama saat katekumen baru aku tanyakan dan jawabannya aku telah melihat Kristus sendiri. Karena imam pada saat konsekrasi adalah in persona Christi.