This is the first time Iβve seen high ranking government officials articulate their long-form thinking and plans televised live (usually only in invite-only seminars).
A good sign. But better if they scale back on the schmoozing to the man
@amirk Proyek2 yang tadinya dibiayai negara lewat kementrian (bandara nganggur?), jadi harus ada Due Diligence dari sisi bisnis.
Proyek negara tidak tepat sasaran ga ada konsekuensi, investasi bisnis tidak tepat akan lebih kelihatan.
wow sekolah unggulan dengan fasilitas dan dana wah, tapi penerimaan siswa masuknya random tidak berdasarkan seleksi/bakat/potensi hasilnya ga jauh beda dengan sekolah biasa
#berjuangajadulu untuk mencari yang lebih baik. Ada yang perjuangannya ke luar negeri, ada yang ke tempat lebih baik di negeri sendiri.
Setiap orang punya interest, kondisi dan modal yang berbeda, tapi semuanya sama-sama mau mencari yang lebih baik.
Note that diaspores comparing quality of life between their home and adopted country are generally leaving out the decrease in quality of relationships they have with friends and family. Itβs a trade-off and the right balance is for an individual to decide
Membentuk kebiasaan baik ini juga menurut saya bagus untuk mental health.
Karena di tengah banyaknya berita negatif, pesimisme terhadap masa depan, kita bisa punya perasaan berhasil membuat perubahan. Walaupun perubahannya kecil-kecil, tapi kalau dicompound akan signifikan
Di buku Atomic Habits, James Clear memberikan outline bagaimana dengan mengubah kebiasaan kecil secara konsisten bisa menimbulkan kebiasaan baik dan mengehentikan kebiasaan buruk dalam jangka panjang.
@anggadwia_ Fenomena ini cukup umum sih untuk sekolah2 favorit. Teman2 di Singapore, US juga ada yg merasakan yang sama.
Selain sekolah, tempat les musik/olahrga juga sama.
Demand > supply untuk program berkualitas, dan bnyk ortu rela membayar.
@innovacommunity Tanda siap menikah itu kalau sudah selesai dengan βakuβnya dan ikhlas shifting cita-cita menjadi kesejahteraan lahir+batin pasangan dan anak.
@zakkafm@oranghuman12 Ini udah ranah product market fit, bukan market size. Selain harga, banyak faktor lain menentukan kesuksesan produk. Utk edtech marketnya Zenius gw ga paham.
Tapi coba lihat Zoom. Walau lebih cepat dan murah utk meeting online, setelah pandemi net profit mereka drop 50%
@zakkafm Btw bukan berarti ga ada market utk startup/tech ya. Untuk market kecil, approach yang perlu diadjust.
Pas bikin Supersewa sama @waruboy, kita udah kebayang market sizenya tidak cukup utk venture scale. Jadilah bootstrap. Going 5 years: small but profitable
@zakkafm Exactly. Warganya ga mau/bisa bayar -> market size terbatas.
Kalau bicara βpotensiβ market aggregat ya Indonesia memang besar. Tapi kalau breakdown ke vertical bisnis, apalagi SOM startup, angkanya makin kecil