I'm sending you 100 HYPE 🎉 – unlock the best crypto mining app right now!
Download @HypeNetworkApp: Mine crypto on phone, smash quick tasks, earn daily rewards. No setup—just tap & stack passive income! Who's in?
Join fast 👉 https://t.co/vufUcl6OK5
#HypeNetwork#Airdrop
🚀 PI Coin Loading… $3 Target!
Pi Day is coming and the momentum is building.
The $Pi community is growing stronger every day, and the future of digital payments is getting closer.
Stay ready pioneers — the journey has just begun. 🔥
#PiNetwork#Pifestyle#PiDay#CryptoFuture
RAJA JULI KABUR...
PENYIDIK JAMPIDUS KEJAGUNG GELEDAH KANTOR KEMENHUT, MEMBAWA 2 BUNDEL MAP MERAH SERTA 1 KONTAINER DIDUGA TERKSIT KASUS KORUPSI NIKEL DI KONAWE UTARA SULTRA....‼️
#HukumMatiPemalsuIjazah#HukumMatiPemalsuIjazah
🆘🆗
$Pi network is the cryptocurrency that is in the heart of each and every country in the world. Dear pioneers represent your country here.
Follow @Pi_OM_2025#PiNetwork
🚀 Hey Pioneers!
🌟 The future of digital connection is here with #PiNetwork 🔥
💰 Write your Pi Username below & connect with fellow pioneers across the globe 🌍
Follow @Pi_OM_2025
⚡ Let’s grow the Pi ecosystem together — one pioneer at a time! 🚀💜🔁🎉
⭐️ ⭐️ ⭐️ ⭐️⚖️STELLAR'S CELESTIAL UPGRADE: IGNITING PI'S ETERNAL FLAME OF HARMONY – A UNIQUE SUMMARY ⭐️ ⭐️ ⭐️ ⭐️⚖️
StellarOrg's Protocol 25 upgrade, dubbed "X-Ray," this innovation transforms Pi from a simple cryptocurrency into a harmonious force of economic and spiritual unity. X-Ray, like a radiant beam piercing through cosmic fog, integrates Soroban smart contracts with zero-knowledge proofs (ZK proofs) for private yet verifiable computations, customizable privacy settings, and advanced cryptographic tools via the Bn254 elliptic curve for swift arithmetic and Poseidon hash functions for secure, tamper-proof data integrity. This upgrade elevates Stellar's network, fostering a blend of secrecy and transparency that echoes the soul's hidden truths revealed in moments of enlightenment.
The rollout of Stellar's X-Ray was a meticulously orchestrated symphony of technological rebirth. It kicked off with the launch of stellar-core v25.0.1, a core update for validators and nodes. On January 7, 2026, it debuted on the testnet, inviting developers to explore its features: ZK proofs allowing confidential calculations to be publicly validated without exposing details, much like guarding sacred knowledge while proving its existence. The Bn254 curve optimizes efficiency, slashing computational overhead, while Poseidon ensures robust hashing against collisions. Validators, as steadfast sentinels of the digital realm, upgraded their systems and signaled preparedness. The pinnacle arrived on January 22, 2026, with a supermajority consensus vote activating Protocol 25 on the mainnet—a seamless transition, akin to a star's supernova birthing new light without shattering the void. This structured path—announcement, testing, preparation, and activation—paves the way for privacy-enhanced applications, lower fees on intricate contracts, and broader global financial inclusion.
Philosophically, Pi's SDK embodies the timeless essence of dharma: righteous, protocol-driven action that replaces arbitrary token minting with automated, merit-based state transitions. Grounded in verified contributions and KYC processes, it ensures every Pioneer's input translates to enduring value, free from speculative chaos. Unlike conventional cryptos' unchecked issuance, which fuels ego-fueled volatility and regulatory scrutiny, Pi champions "accounting stability"—a soulful foundation where worth stems from genuine human effort, not fleeting market forces.
Spiritually, Pi awakens like the third eye: P for Protocol-Enforced Purity, I for Integrity Through Verification. Developers become divine architects, directing fixed monetary streams like life energy through aligned pathways, eschewing creation from nothingness. Visuals from @applekhankorea's threads serve as enlightening diagrams, juxtaposing Pi's serene cycles against the turbulent spikes of traditional crypto. As mainnet matures, transactions embed origin-tracking, a karmic ledger that upholds every exchange's purity, cultivating a ecosystem of trustworthy, non-speculative innovations.
Echoing Stellar's X-Ray, which aligns cross-border remittances like celestial patterns for equitable access with concealed yet provable integrity, Pi emerges as a conduit for shared upliftment. Gone is the mirage of endless wealth generation; in its place, a cohesive aura of reliability, where economic principles are unbreakable universal truths—enforceable, visible, everlasting. This SDK heralds a quantum shift toward decentralized enlightenment, with technology as the servant of humanity's pursuit of fairness.
#Pinetwork2026 #Picoin #Web3 #Blockchain #TheRajaSaab #Iran #Crypto
@PiCoreTeam@applekhankorea@PiNewsMedia
As the new year starts, it’s time to build! Pi Network has released a new developer library that enables Pi payments to be integrated into Pi apps in under ten minutes. The library combines the Pi SDK and backend APIs into a single setup, reducing integration time across common stacks. By simplifying payment integration, developers can spend more time creating and improving actual products for users, aligning with Pi’s longer term strategy to strengthen Pi’s utility-driven ecosystem. Learn more and check out the documentation and demo video explaining how to use the library.
Follow @Pi_OM_2025
Sebuah penampakan di lepas pantai Majene Sulawesi Barat Sore jelang Maghrib terlihat seperti bangunan kota yg kokoh, padahal disepanjang perairan itu tidak ada Pulau 🏝️
Renungan dr. Tifa
"Jokowi tidak jatuh karena kebohongan, dia jatuh karena ketakutannya mengakui kebenaran"
Bismillahirrahmanirrahiim
1.
Semakin lama kasus ijazah ini dibiarkan tanpa kejelasan, semakin tampak betapa besar luka kejujuran yang sedang kita hadapi sebagai bangsa. Ini bukan lagi tentang selembar dokumen akademik, bukan tentang satu atau dua nama yang dituduh, bukan tentang memenangkan argumen publik. Ini telah berubah menjadi persoalan jauh lebih dalam: persoalan moralitas negara.
2.
Ketika seorang mantan presiden dimintai keterangan mengenai hal paling mendasar dalam riwayat hidupnya, namun memilih untuk tidak mengakui atau menjelaskan dengan terang, maka ruang hening yang tercipta tidak kosong. Ia terisi oleh kecurigaan, kemarahan, dan rasa dikhianati. Dalam ruang kosong itulah rakyat mulai bertanya-tanya, bukan hanya tentang satu orang, tetapi tentang struktur kekuasaan yang mungkin selama ini menutupi sesuatu yang harusnya menjadi terang.
3.
Dan di titik inilah kegelisahan itu berubah menjadi getaran sosial. Rakyat bisa hidup dalam kekurangan ekonomi, tapi mereka sulit hidup dalam ketidakpastian moral. Rakyat bisa menghadapi harga naik, pajak tinggi, utang negara menumpuk, tetapi mereka sulit menerima ketidakjujuran pemimpin.
Di saat itulah sebuah bangsa mulai goyah dari dalam.
4.
Ketika kriminalisasi terhadap Roy, Rismon, dan saya sendiri tidak dihentikan, rakyat membaca situasi ini bukan sebagai penegakan hukum, melainkan sebagai upaya membungkam pertanyaan.
Dan manusia, sejak awal sejarahnya, tidak pernah menerima dengan tenang ketika mulutnya ditutup dan pikirannya dibatasi. Setiap penekanan justru melahirkan tekanan balik. Setiap pembungkaman menghasilkan gema yang lebih keras.
Itu sebabnya saya sering mengatakan: kebenaran tidak pernah bisa dibungkam, karena ia tidak hidup di mulut seseorang. Ia hidup di kepala jutaan orang.
Dan saat satu orang dibungkam, sembilan orang baru akan membuka mata.
5.
Sejarah bangsa ini tidak bergerak secara lurus; ia selalu bergerak seperti gelombang. Ada masa ketika kita diuji oleh pengkhianatan ideologi, masa lain oleh pengkhianatan ekonomi. Kini kita berada pada masa ketika bangsa ini sedang diuji oleh pengkhianatan kejujuran. Bukan tuduhan, bukan asumsi, tetapi kegelisahan kolektif yang muncul dari inkonsistensi, ketidakjelasan, dan cara negara merespons rakyatnya sendiri.
6.
Dalam membaca situasi, saya selalu menggunakan tiga lensa: data, teori, dan sejarah. Dari sisi data, kronologi yang tidak konsisten, pernyataan yang berubah-ubah, serta berbagai kontradiksi dari berbagai pernyataan, menimbulkan tanda tanya yang wajar dalam sebuah masyarakat demokratis.
Dari sisi teori, setiap kali negara diam ketika ditanya, itu artinya ada sesuatu yang tidak ingin disentuh, entah karena jawabannya berbahaya atau karena efek domino yang mungkin terjadi tidak bisa dikendalikan. Dan dari sisi sejarah, kita tahu: sebuah peradaban tidak pernah runtuh oleh musuh dari luar. Ia selalu runtuh oleh kebohongan yang dibiarkan terlalu lama di dalam.
7.
Oleh karena itu saya selalu mengatakan: jika negara ingin selamat, hentikan kriminalisasi. Jika bangsa ingin tenang, ungkaplah kebenaran. Jika ingin mencegah kerusuhan, pulihkan keadilan.
Karena sejatinya rakyat tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin tahu bahwa negara yang mereka bayar pajaknya, yang mereka pelihara tanahnya, yang mereka bela setiap waktunya, tidak dibangun di atas fondasi dusta.
-----
Semua ini adalah renungan yang muncul dari ruang batin saya yang paling dalam, ruang yang selalu berusaha membaca fenomena bukan hanya sebagai fakta-fakta yang berserakan, tetapi sebagai pola besar yang sedang membentuk masa depan bangsa.
Kita sedang berdiri di tepian sejarah. Jika kita memilih kebenaran, maka kita akan melangkah memasuki zaman baru dengan kepala tegak. Tetapi jika kita terus membiarkan kebohongan, maka sejarah sendiri yang akan menghukum kita.
Salam takzim
dr Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
PERNYATAAN dr. TIFAUZIA TYASSUMA, https://t.co/IDuIvQSub4.
“Kriminalisasi Akan Menghancurkan Negara”
⸻
Jakarta, 13 November 2025
Mencermati dan menghayati apa yang saya rasakan selama ini, saya merasa perlu menyampaikan pandangan pribadi berikut:
1.Saya menduga terdapat upaya untuk membungkam kerja ilmiah saya melalui proses hukum yang diarahkan secara tidak wajar. Bila kritik akademik diperlakukan sebagai ancaman, ini merupakan kemunduran serius bagi kebebasan berpikir di negeri ini.
2.Saya melihat adanya indikasi kriminalisasi yang dijalankan bukan oleh institusi, melainkan oleh oknum yang memanfaatkan kekuasaan negara. Perilaku demikian tidak hanya merugikan saya secara pribadi, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
3.Saya menegaskan bahwa penyalahgunaan kewenangan oleh siapa pun tidak boleh dibiarkan menjadi budaya. Negara harus mampu membedakan antara kritik ilmiah dan tindakan kriminal — dua hal yang tidak dapat dicampuradukkan.
4.Saya tidak gentar, karena kebenaran ilmiah tidak bisa dipadamkan oleh tekanan politik maupun aparat yang bekerja di luar rel profesionalisme. Tekanan seperti ini justru memperkuat keyakinan saya bahwa ruang intelektual bangsa sedang diuji.
5.Saya berharap agar institusi negara kembali kepada marwahnya: menjaga jarak dari kepentingan personal, dan membuktikan bahwa proses ini bukan alat untuk menyerang pihak yang bersuara. Bila hukum ditegakkan secara adil, bangsa ini masih memiliki harapan untuk memperbaiki dirinya.
“Kriminalisasi terhadap kebebasan berpikir adalah bentuk bunuh diri moral bagi sebuah bangsa.”— dr. Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
Tim Hukum Pendamping
1.Dr. Muhammad Taufik, S.H, MH
2.Ahmad Wirawan Adnan, S.H., M.H.
3.Achmad Michdan, S.H.
4.Dr. M. Fadlil Nasution, S.H., M.H.
5.Drs. Abdullah Al Katiri, S.H., M.B.A.
6.Ramdansyah, S.H., M.H., M.K.M.
7.Dedi Suhardadi, S.H., S.E.
8.M. Toni Suhartono, S.H.
9.Aziz Yanuar P., S.H., M.H., M.M.
dr. Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4.
Jakarta, 13 November 2025
Alhamdulillah, atas doa, dukungan, dan kerjasama teman-teman semua akhirnya Pak @KRMT_RoySuryo, Pak @SianiparRismon dan Bu @DokterTifa malam ini bisa kembali ke rumah setelah diperiksa di Polda Metro Jaya selam sktr 11 jam.