This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Kalau anak sampai dijadikan alat untuk membangun narasi politik, itu bukan lagi soal membela kebijakan. Itu sudah masuk ranah eksploitasi anak demi kepentingan politik. Anak bukan alat propaganda.
Polisi dipuji sukses ngurus dapur embege, soalnya kalo ngurus bandar narkoba, judol, maling, penculikan, penyekapan, pelecehan, penjambretan, kehilangan barang masyarakat sipil mereka gak sukses babar blass.
BUSET, ITU KORBAN KDRT DIDEPANNYA TAPI MEREKA MILIH NONTON BOLA
wanita itu cerita dia sering jadi korban KDRT mantan suaminya meskipun udah cerai
korban datang ke kantor polisi mau buat laporan tapi malah dicuekin. petugas di ruangan malah asik nonton bola
korban kecewa krn harus nunggu tanpa kepastian
semoga selalu ada nasi di piring untuk ke luarga ya bu. miris bgt denger ginian dari seorang ibu dimana aku barusan naik gocar dan drivernya juga seorang single mother dengan tiga anak. beliau curhat apa-apa susah di negara sendiri seolah-olah dibuat lapar di rumah sendiri
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Woy, biadab @Kemdikdasmen!
Kenapa hal-hal kotor kayak gini pelaksanaannya atas perintah dinas di bawah naungan kalian?? Kalau cita-cita mencerdaskan anak bangsa gak bisa kalian wujudin at least jangan ngerusak masa kecil mereka dengan cara-cara bodoh kayak gini, bangsat!🫵🏻