Meskipun obat ini harganya puluhan juta rupiah, tetapi untuk pasien kanker, harganya sebanding dengan harapan yang diberikan.
Namanya Pembrolizumab (Keytruda). Obat ini cara kerjanya nggak membunuh sel kanker secara langsung. Tapi sebaliknya, obat ini bantu bangunin sistem imun biar bisa mengenali kanker yang selama ini bersembunyi darii pertahanan tubuh.
Masalahnya, beberapa sel kanker seolah-olah sangat pintar, dimana mereka bisa nyamar sehingga dianggap sebagai sel normal oleh tubuh. Akibatnya, sel imun nggak bakal menyerang mereka.
Nah, pembrolizumab bantu bukain penyamaran itu sehingga sel imun bisa lihat mana yang kanker dan mana yang bukan.
Karena itulah obat ini disebut imunoterapi. Pada beberapa pasien, terutama yang kankernya sudah menyebar atau sulit dioperasi, obat ini bisa memberikan hasil yang sangat baik.
Meski begitu, tidak semua jenis kanker atau semua pasien akan merespons pengobatan ini dengan cara yang sama.
Said Abdullah.
Ketua Badan Anggaran DPR , dua periode berturut-turut, 2019-2024 dan 2024-2029.
Orang nomor satu yang memimpin pembahasan ke mana Rp 3.600 triliun APBN mengalir.
Tiga fakta yang perlu lo tahu:
Satu.
12 September 2022 : Said memimpin rapat Banggar bersama Kemenkeu, lalu mengusulkan daya listrik 450 VA rakyat miskin dihapus, dinaikkan paksa ke 900 VA. Alasannya: PLN oversupply, anggaran subsidi membengkak.
Empat hari kemudian, video viral: Said tertawa santai di kabin jet pribadi sambil merokok. Ucapannya terekam jelas:
"Yang penting di pesawat bisa merokok, nomor satu."
Dua.
LHKPN Said Abdullah per 29 Maret 2024: Rp 101,9 miliar.
Naik 115 persen sejak 2018 , tepat selama ia menjabat Ketua Banggar.
Tiga.
Periode 2024-2029: Said kembali jadi Ketua Banggar. Anaknya, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, terpilih jadi anggota DPR dan masuk sebagai anggota Banggar di lembaga yang sama.
LHKPN sang anak: Rp 627 miliar , enam kali lipat kekayaan ayahnya, diklaim "hasil sendiri", usia 30 tahun, pendatang baru di Senayan.
Front Pemuda Madura melaporkan kejanggalan LHKPN ini ke KPK pada Februari 2025.
Jadi di lembaga yang memutuskan anggaran negara Rp 3.600 triliun itu , ayah jadi Ketua, anak jadi anggota, keponakan jadi Bupati Sumenep.
Bukan soal apakah ini melanggar hukum.
Pertanyaannya lebih sederhana:
Kalau Ketua Banggar mengusulkan cabut subsidi listrik rakyat miskin sementara naik jet pribadi , siapa sebetulnya yang diwakili oleh kursi itu?
Ada satu fase setelah vaksin BCG yang diam-diam bikin banyak orang tua berubah jadi "detektif kulit" 😄
Setiap hari lengan anak dicek.
Pagi dilihat.
Malam dilihat lagi.
"Dok kok belum muncul?"
"Normal nggak?"
"Jangan-jangan vaksinnya gagal..."
Lalu muncul benjolan kecil → lega.
Beberapa minggu kemudian berubah jadi merah, kadang bernanah kecil, lalu mengering...
Panik lagi 😅
Padahal ini sering terjadi setelah vaksin BCG.
Yang menarik, banyak orang masih menganggap vaksin BCG harus meninggalkan bekas khas seperti "bunga merekah" di lengan.
Akhirnya mulai muncul perbandingan:
"Punya anak saya kecil..."
"Punya sepupunya besar..."
"Punya kakaknya dulu lebih jelas..."
Dan sejak situ... kecemasan dimulai.
Padahal respon setelah BCG dipengaruhi banyak hal:
• Teknik penyuntikan
• Jenis/strain BCG
• Penyimpanan vaksin
• Usia saat vaksin
• Respon imun masing-masing anak
• Karakter kulit anak
Jadi bayi yang divaksin di hari yang sama pun hasilnya bisa berbeda:
Ada yang bekasnya jelas.
Ada yang samar.
Ada yang hampir tidak terlihat.
Dan itu masih bisa normal.
Karena tujuan utama vaksin BCG bukan membuat luka di kulit.
Tujuannya membantu sistem imun mengenali tuberkulosis berat.
Bekas di kulit hanyalah respon lokal, bukan ukuran mutlak keberhasilan vaksin.
Jadi kalau bekas BCG anak kecil, samar, atau hampir tidak tampak, tidak perlu langsung merasa gagal.
Tubuh manusia memang unik.
Dan sistem imun setiap anak memang tidak pernah benar-benar sama.
Siapa di sini yang punya bekas luka bcg ?
BIKIN SALAD ENAK TUH ADA CARANYA, SINI AKU KASIH TAU!
SALAD jadi SALAH kalo kamu cuma asal tumpuk daun selada dan sayur segar lainnya lalu disiram saus dressing botolan. Dari awal udah jelas bakal gitu hasilnya, jadi sedih dan membosankan
Sebuah Utas 🥗
Sekarung beras cukup untuk menghidupi keluarga yang punya rasa syukur.
Tapi jutaan hektar hutan papua tidak cukup untuk satu keluarga yang serakah.
Ini jawabannya 👇
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Tau gak kalian kalau salah satu penyebab utama disfungsi ereksi adalah plak di pembuluh darah penis?
Secara umum terdapat beberapa plak pada penis antara lain:
-𝗣𝗹𝗮𝗸 𝗳𝗶𝗯𝗿𝗼𝘀𝗮
Plak ini disebabkan oleh trauma mikro berulang pada penis, terutama saat ereksi atau hubungan seksual yang kuat, pada orang yang memiliki kecenderungan genetik, sehingga jaringan parut menumpuk di sana menjadi plak.
Plak fibrosa adalah salah satu penyebab perubahan bentuk penis jadi melengkung.
-𝗣𝗹𝗮𝗸 𝗮𝘁𝗲𝗿𝗼𝘀𝗸𝗹𝗲𝗿𝗼𝘁𝗶𝗸
Plak aterosklerotik berasal dari lemak yang menumpuk di pembuluh darah. Plak ini menyebabkan disfungsi ereksi.
𝗔𝗽𝗮 𝘁𝗶𝗻𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘃𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗶𝗻𝗶?
Tindakan ini adalah Low-Intensity Shockwave Therapy atau LI-ESWT yang diterapkan pada penis. Jadi alatnya mengirimkan gelombang akustik (gelombang suara berenergi rendah) untuk menargetkan penumpukan plak di jaringan penis.
Harapannya adalah bentuk penis dapat kembali "seperti semula" dan disfungsi ereksi bisa perbaikan.
Namun, hingga saat ini, bukti efektivitas dari tindakan ini masih belum konsisten dan protokolnya berbeda-beda, sehingga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Semoga bermanfaat!
"Bagai pinang dibelah sembarangan"
"Tak ada rotan, manoj punjabi"
"U look so prett"
"4 sehat 5 sempurna, 6 nilai sahroni, 7 nya ada 2, 8 gak ada apalagi 9”
"U look so shy, shy tone"
"Soal kalah, dia menang"
"Di aku gak cocok, aku orangnya gampang meninggoy”
Ada yang menasihati. Mau lewat jalur haram atau halal, rejeki kita sudah ditetapkan.
Kita tidak akan meninggal sampai semua rejeki kita diberkan.
Jadi, jika sedang di posisi dilema karena dapat tawaran pekerjaan yang prospek dan cuannya gede banget tapi haram, yakin saja saat memutuskan.
Misal ambil yang haram dan uang yang diperoleh sangat besar, maka rejeki lainnya akan berkurang. Misalnya kesehatan, ketenangan, anak, pasangan dll.
Misal ambil yang halal tapi uang yang diperoleh sangat sedikit, maka rejeki lainnya akan ditambah. Misalnya kesehatan, ketenangan, anak, pasangan dll.
Ambil halal atau haram, takaran rejeki kita sudah ditetapkan.
dunno ya ini penjualan Arcana kerasa drop banget, plis kalo lihat post ini bantu up dengan RT atau like🥲
klik di sini untuk pesan https://t.co/RgEvxtku3V
selain bahas laut, Arcana juga membahas siapa yang menjelajahinya, hingga hubungan laut dan darat :)
Memang ciptaan Allah itu luar biasa indahnya.
Coba deh kalian lihat gelembung-gelembung bening pada air susu ibu (ASI) yang dilihat melalui mikroskop ini.
Gelembung bening itu namanya adalah 𝗴𝗹𝗼𝗯𝘂𝗹𝗮 𝗹𝗲𝗺𝗮𝗸 𝘀𝘂𝘀𝘂 (��𝗶𝗹𝗸 𝗙𝗮𝘁 𝗚𝗹𝗼𝗯𝘂𝗹𝗲𝘀 / 𝗠𝗙𝗚). Bukan MBG ya!
Jadi ASI itu mengandung lemak, sekitar 3–5% dari total ASI, dan lemaknya tidak mengambang bebas, melainkan dibungkus oleh membran khusus bernama Milk Fat Globule Membrane (MFGM).
Hasil dari pembungkusan membran ini adalah globula yang seragam struktur dan ukurannya dibandingkan susu sapi atau susu formula. Struktur emulsi alami ini membuat ASI lebih stabil, mudah dicerna bayi, dan kaya nutrisi.
Gelembung lemak ini di permukaannya juga ternyata mengandung zat-zat yang dapat membuat usus bayi serta mikrobiota didalamnya menjadi lebih baik.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Lee (2018). Compositional Dynamics of the Milk Fat Globule and Its Role in Infant Development.