Pernah ketemu orang yang kalau cerita suka belibet, loncat-loncat, atau tiba-tiba lupa mau ngomong apa?
Banyak yang langsung menganggap mereka nggak bisa komunikasi.
Padahal, belum tentu begitu.
Kadang mereka hanya terlalu lama terbiasa menyimpan semuanya sendiri.
Mereka sudah berkali-kali ingin bercerita, tapi sering dipotong sebelum selesai.
Fir'aun mati di telan samudera, bukan oleh tangan Nabi Musa. Sodom mati ditelan bumi, bukan oleh Nabi Luth. Kan'an mati ditelan air bah, bukan oleh Nabi Nuh.
Para penguasa yg zalim itu akan habis, mati oleh kezalimannya sendiri.
Dari teh hijau gue paham satu hal, kalo lagi kehilangan spark di hidup lo itu gapapa banget. Mungkin itu siklusnya. Percaya aja besok akan lebih elok. Mari kita rayakan hampa ini🤗
Semoga secepatnya hijau kembali jiwa gersangku.
Benar kata Dokter Gia, anxiety sering muncul karena terlalu memikirkan masa depan, sedangkan depresi sering berkaitan dengan terlalu terfokus pada masa lalu.
khutbah jumat hari ini
"harta tingkatan rizki paling rendah, kesehatan rizki paling tinggi, punya anak sholeh rezeki utama, ridho Allah rezeki yg sempurna"
mantab ustad kata2nya 🔥
Semua orang punya sisi munafik, gue juga, you too. Hidup di dunia fana ini isinya luka yang muter terus. Kadang kita yang kena, kadang tanpa sadar kita yang jadi sumbernya. Jadi jangan ngerasa paling tersakiti, karena di cerita orang lain, bisa aja kita pemeran antagonisnya.
Gak semua orang yang ninggalin duluan dia yang jahat. Kadang ada yang pergi gara² gak dihargai, slalu disepelein atau udah difase bener² capek ngadepin kelakuan yang gak pernah berubah. Buat yang lagi di fase itu, you deserve better buat ngelepasin sesuatu yang cuma bikin sakit.
Hilang respect dalam hubungan pertemanan itu jauh lebih berbahaya daripada marah atau benci.
Karena marah masih menyimpan harapan. Benci pun masih menyimpan emosi.
Tapi ketika respect hilang, yang tersisa bukan ledakan, melainkan keheningan.