Salah satu saksi biksu perjuangan betapa beratnya membangun komunitas F1 di era sebelum Liberty Media, terutama di Indonesia.
1000 pengikut pertama nyaris dua tahun 😂
F1 sempat meledak lagi pada 2016 dengan kehadiran Rio Haryanto. Tapi redup lagi setelah dia tidak lanjut.
Setelah akuisisi Liberty Media juga tidak langsung instan. Prosesnya lumayan lama & pelan-pelan banget. Sampai kemudian DTS & drama 2021 jadi katalis yang membuat penggemar F1 di Indonesia naik secara signifikan dan booming sampai sekarang.
Qodari, Kepala Bakom:
"MBG tidak bisa dihentikan. Itu kontrak politik Prabowo dengan rakyat."
Per Mei 2026: lebih dari 4.000 dapur MBG sudah berhenti.
97 di Yogyakarta.
62 di Tangerang.
Bukan karena demo mahasiswa , tapi karena anggaran BGN pusat tidak turun.
Kontrak politiknya dibatalkan duluan oleh yang bikin kontraknya.
Jadi yang "salah besar" itu siapa?
Kementerian ESDM hari ini:
"Kalau minyak dunia turun, BBM nonsubsidi pasti ikut turun."
Pertamax baru naik 32% bulan lalu.
Minyak dunia sekarang sudah turun ke $83/barel.
BBM turun?
Belum.
Kata Pertamina: "evaluasi per periode, tidak serta-merta."
Naik: "tidak terhindarkan."
Turun: "tidak serta-merta."
Satu komoditas.
Dua aturan main.
Satu pihak yang selalu nanggung.
Kira-kira kalau bukan rakyat, siapa?
🗣️ “Where will you be in five years?” 🔮
A young Jurrien Timber: “In Ajax’s first team or at the top of Ajax, or I just left to England or Spain. I’ve always been a fan of Arsenal.” ❤️
Ya allah diskusi bikinan mereka dibubarin aja kek tersakiti banget 😂
Warga nobar, bedah buku, gelar lapak buku aja diusirin berkali kali pada protes diem bae
Xabi Alonso tidak diberi tahu Chelsea ketika menjual Marc Cucurella ke Real Madrid.
Xabi baru tau kepergian Cucu ketika melihat tweet Here We Go dari @FabrizioRomano 😅😅😅
Kalau kabar kocak ini beneran, kalian pengin bilang apa ke Xabi Alonso?
US - Israel pecah!
Buat yang ga sempet ngikutin berita perang di Iran, ini aku kasih update:
> Israel selalu ingin Iran terisolasi dari dunia international. Tapi pake pretext bahwa “Iran layak dimusuhi karena mau bikin bom nuklir”
> Midterm election US makin deket. Trump makin gak populer. Tekanan publik makin kuat.
> Trump sepakat sama Iran. Iran gaboleh punya bom nuklir. Basically semua poin nego iran, US kasih.
> Iran menang banyak, US ya oke lah Trump dianggap punya historic agreement sama Iran
> Israel kalah banyak. Karena meski Iran sepakat ga bikin bom nuklir, tapi sebenernya bukan itu yg Israel mau. Tapi malah itu yang Trump kasih ke Israel.
> Israel, Netanyahu, dan pendukungnya musti akrobat narasi lagi karena semua kebohongan yang bertahun-tahun Israel ciptakan, bubar karena kesepakatan US - Iran ini 😂
Iran adalah contoh bangsa yang besar. Bukan bangsa yang ngaku-ngaku besar. 🤤
Bloomberg mempublikasikan artikel menarik dengan judul yang menggugat tanya: Bagaimana Lingkaran Presiden Prabowo Membuat Investor Resah?
Ada lima poin penting dari artikel Bloomberg yang bisa kita rangkum, antara lain,
Kepanikan Pasar dan Ancaman Pelemahan Rupiah
Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan hebat setelah nilai tukar Rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS pada awal bulan ini. Kondisi tersebut memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah darurat berupa intervensi pasar dan kenaikan suku bunga untuk meredam kepanikan.
Bloomberg mencatat bahwa ketakutan terbesar di kalangan elit pemerintah saat ini adalah skenario terburuk jika Rupiah terus melemah hingga menyentuh angka Rp20.000 per dolar AS. Jika hal itu terjadi, hiperinflasi dan lonjakan beban utang negara dalam dolar tidak bisa dihindari, yang berpotensi memicu eksodus besar-besaran dana investor asing.
========
Dominasi "Hambalang Boys" di Lingkaran Presiden
Terjadi pergeseran kekuatan di ring satu Istana dengan munculnya kelompok ajudan muda yang dijuluki "Hambalang Boys". Kelompok ini dulunya hanya bertugas mengurus jadwal, tetapi kini memiliki kekuatan luar biasa untuk mengontrol arus informasi ke Presiden. Kelompok ini bahkan tak segan memotong pembicaraan birokrat senior di depan umum.
Bloomberg menyebutkan bahwa dinamika arus informasi ini diperparah oleh karakter Presiden yang dikabarkan tidak suka mendengar kabar buruk. Sehingga para bawahan kerap menyaring informasi krusial agar tidak memicu kemarahan. Akibatnya, Presiden sering kali mengambil keputusan strategis berdasarkan informasi yang tidak utuh atau masukan sepihak dari lingkaran terdekatnya ini.
========
Sindrom "TACO" dan Kebijakan yang Impulsif
Gaya pembuatan kebijakan saat ini dinilai sangat impulsif, jauh berbeda dengan era Jokowi yang terbiasa membahas detail regulasi berjam-jam bersama para menteri dan pakar. Kalangan pebisnis di Jakarta bahkan menyebut pemerintahan sekarang mengidap sindrom "TACO" ala Donald Trump, yakni kecenderungan untuk membatalkan kebijakan secara mendadak jika dirasa terlalu mengundang penolakan.
Contoh nyatanya adalah penutupan mendadak gerai mewah Tiffany & Co. atas dugaan pelanggaran impor, yang langsung dibuka kembali dua hari kemudian setelah menuai kebingungan publik dan cecaran birokrasi. Inkonsistensi semacam inilah yang paling dibenci oleh pasar, karena investor bisnis sangat membutuhkan kepastian hukum dan arah eksekusi yang konsisten
========
Goyangnya Kursi Menteri Keuangan
Posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini sedang berada di "kursi panas" karena gaya komunikasinya dinilai sering mengasingkan investor internasional. Di tengah desakan pasar, Indonesia disebut sangat membutuhkan sosok Menteri Keuangan yang kredibel dan berani berkata "tidak" kepada Presiden demi menjaga pilar disiplin fiskal negara.
Rumor perombakan kabinet pun berhembus kencang, dengan nama Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin santer dibicarakan sebagai kandidat kuat pengganti Purbaya. Bahkan, sumber-sumber Istana menyebut sedang disiapkan skenario "soft landing" bagi Purbaya untuk dipindahkan menjadi petinggi BUMN atau Gubernur BI agar pergeseran ini tidak terlalu memicu kepanikan tambahan.
========
Beban Proyek Raksasa dan Taruhan Ideologi Ekonomi
Pemerintahan baru ini sangat berambisi mengeksekusi program-program raksasa yang sarat warisan ideologi keluarga, seperti makan bergizi gratis dan pembentukan sovereign wealth fund (Danantara). Sayangnya, eksekusi di lapangan sering kali tersandung masalah fundamental, seperti pemecatan petinggi program makan gratis akibat dugaan korupsi yang kemudian malah digantikan oleh sosok tanpa pengalaman mengelola anggaran triliunan.
Meskipun Danantara baru-baru ini sukses meraup $1,5 miliar dari obligasi global dan dukungan masyarakat akar rumput masih kuat, ketidaksiapan manajerial ini dilihat sebagai bom waktu oleh kalangan elite. Pada akhirnya, pasar/investor sebenarnya bisa menoleransi kebijakan yang sulit, asalkan pemerintah mampu mengomunikasikannya dengan transparan dan meminimalisasi ketidakpastian.
========
Secara umum, kita bisa menangkap bahwa PR terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar merumuskan dan mengeksekusi program yang bagus. Tetapi juga mengembalikan kepercayaan dengan eksekusi yang konsisten, transparan, dan tidak reaktif.
Pertanyaannya sekarang, apakah wajar investor merasa resah dengan dinamika kebijakan ekonomi Indonesia, atau semua ini sekadar fase adaptasi pemerintahan baru saja?
- Madueke bikin Inggris dapat penalti
- Corner Declan Rice akurat menuju kepala Kane
- Saka asis untuk gol Rashford
2 gol berasal dari corner dan sebuah counter yang diinisiasi Saka
Publik Inggris mengkritik Arteta sampai habis, mereka memberi label haram ball untuk Arsenal.
Lalu, publik yang sama, bersorak ketika gol-gol Inggris berasal dari situasi bola mati di mana pemain Arsenal terlibat di sana.
Jadi, enak, kan bola mati? Makan itu haram ball.
English journalists: "Mikel Arteta and set pieces are ruining football."
Same English journalists when England rely on another set piece goal: "Thomas Tuchel perfectly exploiting the small margins. Great coaching."