alasan harus ada program 1 rumah 1 mingyu : (vernon juga mau)
1. ganteng ✅
2. talented ✅
3. tinggi ✅
4. sabar ✅
5. jago masak ✅
6. jago beberes rumah ✅
7. mapan ✅
8. pekerja keras ✅
9. gak pelit ✅
10. best personality ✅
Jeonghan review dunia kerja 9-6.
👼 : Sebagai ISFJ sih gue ngerasa cocok banget ya. Sampai kantor ngereview kerjaan, terus pulang jam 6. Bobo jam 11, ato setengah 12. Besoknya bangun jam 7, siap-siap buat ngantor, gitu aja tiap hari. Enak sih, sehat gue gini terus 😭
tapi saran papa dan mamah untuk nyari jodoh yg sealmamater bisa dijelasin secara ilmiah loh. selain kuliah jangan lewatin kesempatan emas kalian selama masa kuliah untuk nyari pasangan juga. karena UGM itu kayak dating app premium yg ga bisa semua orang dapet
(a thread)
Dari universitas gudang mantu. Kampus adalah dating app premium 😂✊🏻
Narasi ‘kuliah itu masa emas buat cari jodoh’ bukan cuma omongan bude-bude kondangan. Ada basis sosiologinya.
Mungkin kehidupan kampus jadi fase terakhir dalam hidup dimana kita bisa ketemu orang-orang yg fase hidupnya relatif setara jadi effortlessly semuanya jadi lebih nyambung 🥲
Sebagai alumni LPDP, berikut daftar pelatihan yang kami butuhkan agar gak culture shock:
- Academic writing
- Ikut International Conference & jurnal internasional
- Strategi cari funding buat riset, paper dan conference
- Pelatihan memasak (real wkwk)
- Self management, terutama menghadapi stress kuliah dan tugas yang numpuk
- Persiapan paska kampus, either sebagai dosen, karyawan, pebisnis, atau stafsus wkwk
etc etc
Intinya butuh pelatihan dari orang2 yang pernah menjalani itu semua.
Siapa masih suka "nyatet" pas kuliah?
Ternyata studi berikut ini membuktikan bahwa "Tulis tangan" atau "nyatet" lebih banyak mengaktifkan bagian otak jika dibandingkan dengan mengetik.
Pemahaman dan daya jadi ingat lebih baik.
Matematika itu bukan ilmu berhitung, tapi ilmu bernalar. Hitung2an hanyalah bagian kecil dari Matematika.
Anak2 lemah hitung2an karena langsung diberikan pengetahuan prosedural tanpa pemahaman konseptual. Ada gap yang besar di sini, yg semakin terlihat di masa post-covid.
Jadi gpp kalo orng ga bisa hitung, krn ada yg namanya alat bantu hitung. Yg bahaya itu orng ga bisa bernalar, shg dia ga tau hitungan dia (atau alat bantu hitung tsb) benar atau salah.
Jadi mahasiswa kupu kupu adalah yang paling merugi.
Minimal pick a lore, kalo ga sambil part time biar punya pengalaman kerja, ikut organisasi, atau punya circle pertemanan luas buat koneksi.
"Kenapa harus ikut berorganisasi?"
Beberapa orang bertanya hal yg sama kepada saya. Jawaban saya hampir selalu sama, "Organisasi mahasiswa menawarkan banyak kekacauan".
Untuk jadi manusia yang lebih baik, kita harus terbiasa dengan kekacauan.
makanya cari temen lawan jenis ege, biar pas ada yang berbuat baik ke lu, gak langsung ngira dia naksir sama lu. hidup bukan soal cinta2an doang berakkk