Dunia kabarnya kan lagi gak jelas nih, perubahan iklim, ancaman pandemi & bahkan terancam perang dunia ke 3.
Ya sudah Indonesia yg kompaklah jangan ikut2an gak jelas.
Toh alam kita masih cukup ramah kok, utk menunjang kehidupan. Beda2 dikit utk sementara ini maklumin ajalah 🙏🏼
kemana saja, pak? saya urus semua sendiri pakai koneksi, relasi, dan financial saya yang saya punya yang tidak mungkin sebesar kemenparekraf. kenapa baru muncul pas semua udah terjadi dan selesai lalu merasa bangga akan hal tsb, pak? saya ga butuh credit. tapi kalian kemana saja?
Hari-hari penuh aksi, sumbu filosofi kembali jadi pusat konsolidasi demokrasi. Gantian kawan2 ojol di Tugu dan kawasan @titiknol_jogja gelar aspirasi..
😎🔥
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir se-Jabodetabek bakal melakukan aksi unjuk rasa atau demo, hari ini, Kamis (29/8/2024) pukul 12.00 WIB. | #OjekOnline#Demo#Ojol
GUE DISURUH DEMO INI ITU!!!
LAH KEMAREN KAN KITA DEMO KE DPR KARNA DPR KERJANYA NGAWUR! RUU PILKADA DIRUMUSKAN 7 JAM DOANG. GILIRAN RUU LAIN YANG PENTING MALAHAN LAMA. MAKANYA KITA MENUNTUT UNTUK PILKADA PAKE KEPUTUSAN MK AJA, DPR NGERJAIN YANG LEBIH PENTING AJA DULU!!!
TWIT-TWIT LAMA
Dulu 12-15 tahun yang lalu sebelum jadi pejabat publik, saya memang aktif bermain Twitter (sekarang X). Sebagaimana nature-nya platform tersebut, saya berekspresi secara bebas. Kadang penuh kritik pedas, kadang nyindir, sering juga nyinyir. Sering saya katakan di mana-mana, dulu saya adalah netizen yang marah—bahkan julid.
Tapi kemudian takdir membawa saya ke proses hidup yang lebih kompleks. Pada gilirannya Allah menakdirkan saya menjadi pejabat publik, dari walikota sampai gubernur. Saya giliran balik dikritik, disindir, dinyinyiri di media sosial. Saya sering melihat diri saya yang dulu, netizen yang marah tadi. Bikin saya tersenyum dan sadar.
Konon setiap orang akan melewati fase-fase jadi tukang protes, anak muda yang rebel penuh kritik dan sinisme. Tapi semua orang juga berproses, harus menjadi lebih bijaksana dan tahu diri.
Ibarat anak-anak yang selalu protes pada orangtuanya, remaja yang rebel, pemuda yang kritis dan sinis, pada saatnya akan jadi orangtua yang melihat dari sudut pandang yang berbeda. Yang akan bilang pada dirinya sendiri, "Oh gitu ya saya dulu", dan "Ternyata begini rasanya di posisi ini."
Bagaimanapun, untuk twit-twit saya yang lama, saya akui dulu saya kurang bijak dan mungkin kurang literasi—bahkan kurang sopan. Saya mohon maaf jika ada pihak-pihak yang tersakiti, terkritik, tersindir, atau terhina dengan cara saya berekspresi. Semoga saya bisa lebih baik lagi ke depan. 2017-2018 saya pernah meminta maaf tentang hal-hal ini. Saya banyak belajar.
Saya tidak membela diri atau berusaha membenarkan. Itu memang saya yang dulu, saya yang kurang bijak.
Semua orang pernah protes, tapi proseslah yang akan membuatnya sukses. Katanya masa lalu tidak akan mengubah masa depan, tapi sebaliknya.
Maafkan aku yang dulu. Mari kita move on.
Ridwan Kamil
Buat temen-temen seniman juga bisa pake Panduan Praktis Kebebasan Berkesenian yaaa.
Di dalamnya ada beberapa langkah penting mengenai mitigasi risiko pelanggaran #kebebasanberkesenian.
Kepada teman-teman seniman, dalam kondisi politik yang semakin panas, penting untuk kita agar tetap waspada. Jika kalian mengalami intimidasi saat berkarya, jangan ragu untuk lapor ke https://t.co/8GLy89QsDJ
#kebebasanberkesenian#kawalputusanMK
Indonesia’s parliament has delayed passing revisions to an elections law that had threatened to spark protests on Thursday, following outcry over legislation seen to strengthen the political influence of outgoing President Joko Widodo.
#indonesia#JokoWidodo