SUMPAH KESEL BANGET!
Jujur, gue sering banget denger ini dari pasien, yang endingnya pasiennya jadi GAK MAU minum obat. Padahal obatnya itu malah sebenarnya untuk melindungi organ-organ mereka, seperti liver dan ginjal.
Ujungnya malah penyakit pasiennya jadi GAK TERKONTROL.
Izin gue jelaskan sambil marah-marah.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ, ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ป๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป๐๐ฎ "๐ผ๐ฏ๐ฎ๐ ๐ธ๐ถ๐บ๐ถ๐ฎ" ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ๐๐ ๐ธ๐ฎ๐๐ฒ๐ด๐ผ๐ฟ๐ถ. Semua obat, termasuk jamu, herbal, suplemen, itu adalah zat kimia. Air pun zat kimia, namanya H2O. Yang membedakan obat dari racun BUKAN jenisnya, tapi dosisnya.
๐๐ฒ๐ฑ๐๐ฎ, ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ผ๐ฏ๐ฎ๐ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ถ๐๐ฒ๐ฟ.
Iya bener, beberapa obat memang dimetabolisme di hati. Tapi hati manusia punya kemampuan metabolisme yang luar biasa, dan obat-obatan yang lolos uji klinis dan disetujui BPOM sudah melewati serangkaian tes hepatotoksisitas.
Malah data menunjukkan di Amerika Serikat, suplemen herbal menyumbang hampir 20% kasus drug-induced liver injury di Amerika. Di Indonesia, data BPOM menunjukkan produk herbal disita karena mengandung bahan aktif tersembunyi tanpa standar dosis.
๐๐ฒ๐๐ถ๐ด๐ฎ, ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ผ๐ฏ๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ด๐ถ๐ป๐ท๐ฎ๐น.
Risiko penurunan kondisi ginjal memang ada pada beberapa kelas obat tertentu. Tapi ini tidak berlaku untuk semua obat. Selain itu, untuk pasien yang memang perlu obat-obatan tersebut, manfaat klinisnya jauh lebih besar dari risikonya, dengan monitoring yang tepat.
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
Narasi seperti ini SANGAT BERBAHAYA, terutama bagi orang yang harus konsumsi obat jangka panjang. Ujung-ujungnya adalah ketakutan, hingga tidak minum obat, dan pasien malah turun kondisinya, bahkan muncul komplikasi yang berbahaya.
Semoga bermanfaat!
Testimoni + Cara Lengkap Ke Psikiater FULL GRATIS pake BPJS ๐
1. Download Aplikasi Mobile JKN. Lalu daftar/masuk seperti biasa
2. Ambil antrian online. Karena faskes tingkat pertama aku gaada poli jiwa, jadi aku pilih poli umum untuk awal
@afrkml Tapi Kak, kalo nonton SNL Korea memang standarnya jinak banget jokesnya Kiki... Memang sih kalo SNL di script, LP spontan... Tp msh implisit dan non physical...
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
@cigsaftermilk Maybe the answer is, she must be worth it even if the man gets nothing. If not then don't try. At least have something in common, so when you cannot be romantic partner, you can be friend or colleague...
Sadar nggak sih, kalo ini waktunya kita gerak, do something.
Lebih berisik lagi. Lebih kritis lagi.
Penguasa udah takut sama orang yang ngga pegang senjata. Cuma punya suara dan aspirasi.
Kita semua punya itu. Ayok kita pake.
No jokes today. Please keep Andri Yunus from KontraS in your prayers.
He was attacked with acid last night and suffered burns covering about 24% of his body, including his eyes, hands, and chest. ๐คฒ
Dini hari ini, temanku Andrie Yunus disiram air keras ketika sedang mengendarai motor. Dia mengalami luka yang cukup parah.
Andrie adalah pemberani yang terus melawan kejahatan HAM, militerisme dan ketidakadilan. Dia tidak pernah bisa dibungkam.
Mengerikan sekali negara ini.
Izin memberikan info mengenai pertolongan pertama bila terkena air keras.
Air keras itu kalau terkena tubuh termasuk ke dalam acid and chemical burn. Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain:
- Lepaskan semua pakaian atau benda yang terkena zat kimia tersebut, bila memungkinkan
- Singkirkan bila ada zat kimia kering dari kulit
- Berikan air yang banyak atau air mengalir ke area yang terkena zat kimia selama 1 jam terus menerus
- JANGAN berikan apapun, termasuk krim atau zat kimia lain, ke area tubuh yang terkena air keras
-Segera bawa ke RS terdekat agar segera mendapatkan penanganan memadai
Semoga bermanfaat.
Sumber: NHS
@tanyarlfes Logikanya ngaco... Kalo tanah rampasan mana ada orang legal... Siapa yg kuatlah yang berkuasa dan jadi rakyat "legal"... Dimuka bumi ini tanah mana bukan rampasan? Entah dari suku satu kesuku berikutnya... So what's the point? Membenarkan illegal imigrasi? Bodoh bener...
This afternoon, a tense rescue took place as floodwaters trapped eight residents, including two women and six men. Some were briefly swept away by strong currents, but all were rescued safely. (Dec 14)
๐ Batu Busuak, Padang City, West Sumatra, Indonesia.
This is Jolene, who lives in Canada.
She needs a surgery to help her deal with a parathyroid issue. But no doctors in her province can do the surgery and she can't get transferred to another province for it.
As a result, Canada has offered her assisted suicide.