when lu tau lu punya potensi yang gede banget. tapi udah ga punya ambisi lagi karena energi lu udah abis cuma buat bertahan di survival mode instead of growing
@KopiSusuu23 Pacaran 8 tahun dibohongin, 4 tahun cuma jadi cadangan. Cowoknya jago banget ngatur dua kehidupan sekaligus. Petirnya dateng bareng, langsung sambar dua-duanya 😶
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Ada satu kalimat indah yang bilang begini,
apa yang kita beri belum tentu kembali, tapi apa yang kita beri selalu menunjukkan siapa diri kita.
Dan jujur, kalimat ini menempel di kepala.
Karena ia menggeser pertanyaannya. Dari, “aku dapat apa?” menjadi, “tindakanku ini sebenarnya menggambarkan siapa diriku?”
Kita terbiasa menilai segalanya dari hasil.
Kalau kita memberi waktu, kita berharap ada balasannya. Kalau kita hadir untuk orang lain, kita berharap mereka juga hadir untuk kita. Saat harapan itu tidak terjadi, rasanya mudah sekali mengira kita salah hitung, atau merasa sudah memberi terlalu banyak.
Saat kita memilih sabar di momen yang menguji hati, itu menunjukkan sesuatu.
Saat kita menepati janji, padahal sedang repot dan rasanya tidak nyaman, itu juga menunjukkan sesuatu.
Saat kita peduli pada orang lain, murni karena memang peduli, tanpa agenda tersembunyi, itu pun menunjukkan sesuatu.
Ada usaha yang hilang tanpa tepuk tangan. Ada hubungan yang pudar tanpa penjelasan. Tapi itu tidak membuat kebaikan kita sia-sia. Itu justru membuatnya tulus.
Karena pada akhirnya, kita tidak selalu bisa mengatur apa yang akan kembali kepada kita. Tapi kita selalu bisa memilih apa yang keluar dari diri kita.
@tanyakanrl obrolin dulu sih kalo perlakuan cowomu itu bikin km feeling lonely.. liat tanggepan sama problem solvingnya gimana, kalo 2 hal itu ga ada yg dilakuin yaudah tinggalin aja nder.. cape sendiri km lama2