Al Jazeera merilis film dokumenter sepanjangn 1 jam ini . Isinya penuh dengan laporan kebiadaban 15R43L terhadap bangsa Palestina
Kuatkan hati kalau mau nonton.
Kalau tidak sanggup, minimal bantulah untuk menyebarkan. 🙏
#SahabatPalestina_ID
Lagu ini ditulis dan dinyanyikan dengan sangat baik, cukup untuk membuat beberapa presiden dan banyak pemimpin dunia yang agresif merasa malu.
Silakan dengarkan dan bagikan setidaknya sekali sebelum menghapusnya..
🚨🇵🇸 Kuzey Gaza'daki gazeteciler dünyaya doğrudan hitap ediyor: "İsrail'in Palestinlileri ölüme asma yasası Nazilerden daha kötü."
Bu videoyu görürseniz, lütfen farkındalık için yeniden yayınlayın.
Sebenarnya Mudah Agar dollar turun Purbaya turutin keinginan IMF jangan pake uangnya. Stop MBG ,Jalankan dulu KOPDESmu kalau bisa di ekspor hasilnya keluar. Prabowo Jangan menantang Pihak Asing dulu.
Resiko Negara Non Blok adalah Tidak punya Sekutu Abadi. Indonesia lagi digencet Amerika dan China sekaligus.
Kalau Ekspor 1 pintu , secara rakyat setuju biar Singapura kegencet.
Stop impor mobil listrik dan Jalan2 keluar negeri. Perbanyak Produksi Mesin & Mobil solar. Jalankan MOU dengan eropa dengan India untuk ekspor CPO 10 tahun. Buat BUMN Produksi Mobil listrik mirip Vinfast. Kalau bisa swasta DOMESTIK jangan dipreteli, kasih insentif.
Pejabat Ekonomi Negara Kok pada dungu semua sih.
Bapak Sumitro kan pinter , anaknya kok dablek.
Slh satu kejadian paling mengerikan dlm sejarah manusia terungkap. Momen saat anak kecil yg lg bawa wadah air buat keluarganya yg dikepung + kehausan malah dibom, sampai tewas dan tubuhnya hancur. Video yg ga bisa dilupain sama dunia.
--
Qodrat Mohon Nyate Sapi minang Paris Arafah Nabi Ibrahim
TURKI: PALESTINA UNTUK DIJUAL, ISRAEL UNTUK DIAKOMODASI
Erdoğan telah lama menjadi bintang sandiwara kemarahan di panggung dunia Islam. Pidatonya lantang, nadanya garang, ekspresinya seolah penuh duka dan kemarahan bagi Palestina. Nama dan gambarnya dijunjung kaum Muslim sebagai simbol perlawanan. Sayangnya, simbol hanyalah topeng; di baliknya, sikap nyata kerap bertolak belakang. Kata-kata Erdoğan memaki Israel, tetapi kebijakan negaranya merangkul Tel Aviv erat-erat.
Turki tidak pernah memutus hubungan dengan Israel. Kedubes tetap terbuka, para pejabatnya tetap lewat-lalang, dagang berjalan lancar—miliaran dolar mengalir antara Istanbul dan Tel Aviv, bahkan ketika bom menghujani Gaza dan tubuh anak-anak Palestina tergeletak di reruntuhan. Erdoğan tampil di televisi memainkan peran pahlawan, namun pundi-pundi bangsa terus diisi dengan laba hasil perdagangan dengan negara yang dia maki.
Wisatawan Israel tetap ramai ke Turki. Uang mereka disambut tangan terbuka, hotel dan resor berlomba-lomba melayani sebaik mungkin. Sementara air mata politik Erdoğan untuk Gaza mengucur deras, ekonomi Turki tetap mengalir hangat dari kantong orang-orang yang, di podium, ia kecam sebagai penjagal.
Kerja sama militer dan intelijen Turki-Israel pun bertahan dari seribu sandiwara diplomasi. Persenjataan, latihan bersama, dan proyek pengembangan senjata tidak benar-benar bubar— hanya sesekali dipinggirkan ketika Erdoğan butuh menaikkan suara untuk menuai pujian publik. Ketika badai popularitas reda, hubungan itu kembali berjalan seperti biasa. Erdoğan tahu, dalam politik, prinsip selalu bisa dinegosiasikan selama keuntungan lebih besar ketimbang kerugian.
Palestina, dalam politik Erdoğan, sudah bukan lagi soal kemanusiaan—hanya alat tawar, sekadar bahan dagangan untuk meraih pujian rakyat dan dunia Islam. Kata-kata keras tentang Gaza menjadi rutinitas musim pilpres dan musim pidato; kemarahan rakyat dipanen, sementara urusan negara tetap dingin, rasional, pragmatis. Retorika adalah modal, penderitaan Palestina jadi komoditas; dan selama ada pasar untuk simbol-simbol perlawanan palsu, Erdoğan akan terus jadi pedagang paling laris.
Bukan Turki saja yang bermain ganda seperti ini; hampir semua negara Muslim lain menjalankan kemunafikan yang sama, bedanya tak semua lihai dalam berpura-pura. Turki memilih cara berisik—menjual kemarahan, memasarkan simpati, namun merawat baik-baik akses ke kekayaan Israel. Itulah sebabnya kemunafikan Ankara terasa jauh lebih getir: pura-pura berteriak perang sambil diam-diam tetap berdagang dan saling menguntungkan.
Sialnya, mayoritas masyarakat Muslim tetap berilusi. Pidato dianggap perlawanan, slogan dikira keberanian, ekspresi marah di podium lebih dipercaya daripada realitas di meja rundingan. Mereka mudah terbuai oleh panggung dan lupa memeriksa apa yang sesungguhnya terjadi di belakang layar.
Padahal, pembelaan sejati tidak diukur dari volume pidato; ia terletak pada keberanian menanggung resiko nyata dari apa yang diucapkan. Selama hubungan dagang, militer, diplomasi, dan wisata dengan Israel tetap lestari—sementara podium dipenuhi teriakan kosong—maka tidak ada perjuangan untuk Palestina. Yang ada hanyalah pemanfaatan luka bangsa tertindas untuk membeli legitimasi, dalam dagang paling dingin yang pernah ada: Palestina dijual demi kuasa.
Obligasi Negara Indonesia: Leading Indicator Paling Jujur Buat Arah USDIDR & IHSG
Kebanyakan retail di Indonesia masih sibuk banget ngelihat candle saham, ngejar foreign flow, atau kejar-kejaran sama berita ekonomi harian di medsos.
Padahal ada satu pasar yang jauh lebih jujur dan lebih cepat kasih sinyal soal kondisi ekonomi serta arah uang besar: pasar obligasi negara (SBN).
Di Investing lo bisa liat lengkap dari ID01M sampai ID30Y. Itu bukan cuma angka yield doang. Itu denyut nadi ekspektasi investor global terhadap Indonesia.
THIS IS HOW AI BUBBLE ENDS.
SpaceX, OpenAI, and Anthropic are all racing to IPO at the same time.
The market needs to come up with $200 BILLION in fresh capital to absorb them.
That money has to come from somewhere.
Large funds will start selling their biggest tech positions to free up cash.
NVIDIA, Microsoft, Google will be the first to get sold.
The problem is, those three names are carrying the entire S&P 500.
When they drop, everything drops.
This exact setup played out during the COVID-era IPO wave.
Rivian, Coinbase, Robinhood all went public at absurd valuations.
When the Fed tightened and liquidity disappeared, every single one crashed over 80%.
AI and tech are already stretched thin.
A $200B capital drain on top of that creates a forced liquidation event.
If you've been following me, you already caught the $16k bottom and the $126k top.
Missed those calls? The next one is coming.
Follow me and turn notifications on.
🇮🇷🇺🇸⚡️– Pilihan militer Trump untuk memecah kebuntuan dengan Iran kini sangat berisiko serta terbatas, dan pada akhirnya justru dapat menguntungkan pihak Iran.
Tidak ada cara mudah untuk memaksa Iran mundur. Mulai dari serangan udara, blokade laut, hingga operasi terselubung—Amerika Serikat telah mencoba hampir segalanya, namun Iran tetap mampu bertahan.
Iran masih memiliki kemampuan untuk menghantam pasukan Amerika Serikat dengan menggunakan drone dan rudal di wilayah mana pun di kawasan tersebut.
DELAPAN dosen UPN Veteran Yogyakarta melakukan kekerasan seksual kepada banyak mahasiswi:
3 dosen Fakultas Pertanian
1 dosen Fakultas TME
2 dosen FISIP
1 dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis
1 dosen belum diketahui fakultasnya
Dosen yang sudah dinonaktifkan: