🔒 Just created an awesome tap-to-reveal image with Tap Hold!
✨ Hidden in timeline, revealed on tap
🎨 Perfect for X/Twitter
🆓 100% Free
Try it: https://t.co/JpwozuF3gt
#TapHold#TapToReveal#TwitterTricks
Guys, lu pada tau gak sih....
kasus yang lagi rame banget di Jakarta ini?
Ini bukan sekadar salah laporan biasa…
tapi udah masuk ke level ngibulin publik pakai teknologi
Jadi ceritanya gini…
Gubernur Pramono Anung resmi membebastugaskan Lurah Kalisari, yaitu Siti Nur Hasanah.
Penyebabnya?
Karena ada laporan warga di aplikasi JAKI yang ditindaklanjuti pakai foto hasil AI alias rekayasa.
Kebayang gak sih…
warga ngelapor masalah real di lapangan, tapi dibalas pakai bukti kerja yang ternyata bukan kerjaan asli
Dan ini gak cuma satu orang doang yang kena.
Selain lurah:
2 pejabat kelurahan (Kasi Ekbang & Kasi Pemerintahan) ikut dibebastugaskan
3 petugas PPSU kena SP1 (peringatan)
Artinya?
Ini bukan kesalahan kecil
tapi udah sistemik di internal.
Tapi penting juga nih,
dibebastugaskan itu bukan dipecat.
Mereka cuma dilepas dari jabatan sekarang buat dibina masih ada peluang balik kalau performa diperbaiki.
Nah yang bikin pedas di sini…
Ini bukan cuma soal AI.
Ini soal mentalitas kerja.
Karena kata Pramono sendiri
dia gak mau ada lagi kejadian kayak gini
yang kesannya kerja cuma
buat menyenangkan atasan
bukan beneran nyelesain masalah warga.
Dan jujur aja…
Ini tamparan keras buat sistem pelayanan publik.
Bayangin:
Warga capek-capek ngelapor
Harapannya masalah beres
Eh malah dapet laporan palsu
yang keliatan rapi tapi ternyata fake
Ke depan, Pemprov Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal rombak sistem JAKI:
Gak semua orang bisa upload laporan lagi
Harus yang bener-bener berwenang
Verifikasi bakal diperketat biar gak ada manipulasi
Real talk-nya gini…
Teknologi kayak AI itu netral.
Bisa bantu kerja jadi cepat, tapi juga bisa jadi alat buat “nutupin kerjaan yang gak dilakukan
Dan di kasus ini, yang kebongkar bukan cuma teknologinya…
tapi cara kerja yang selama ini mungkin “asal kelihatan beres”.
Guys ini berita yang kedengarannya membosankan tapi dampaknya ke kantong lo lebih nyata dari yang lo kira.
Menteri Keuangan kita baru bilang pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melebarkan defisit APBN di atas 3 persen.
Gw jelasin dulu apa artinya buat lo yang gatau
Defisit APBN itu artinya pengeluaran pemerintah lebih besar dari pemasukannya.
Selisihnya ditutup dengan utang.
Selama ini batas defisit Indonesia adalah 3 persen dari PDB.
Itu aturan yang sudah lama jadi pegangan.
Semacam garis merah yang tidak boleh dilewati karena kalau dilewati lembaga pemeringkat internasional bisa kasih nilai negatif ke Indonesia.
Dan nilai negatif itu artinya investor kabur.
Rupiah melemah.
Bunga utang naik.
Yang ujungnya rakyat biasa yang bayar lewat inflasi.
Sekarang pemerintah sedang pikir pikir untuk lewatin garis itu.
Kenapa?
Karena harga minyak dunia sedang meledak akibat konflik Iran.
Senin lalu minyak Brent sempat menyentuh 119 dolar per barel tertinggi sejak 2022.
Kemarin naik lagi ke 100 dolar lebih.
Dan Indonesia adalah negara importir minyak.
Setiap kenaikan harga minyak APBN kita ikut terkena tekanan.
Subsidi energi membengkak.
Pengeluaran pemerintah naik.
Tapi pemasukannya tidak ikut naik secepat itu.
Jadi pemerintah butuh ruang fiskal lebih besar.
Dan salah satu caranya adalah dengan melebarkan defisit.
Tapi ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Tapi tunggu dulu.
Di saat yang sama program Makan Bergizi Gratis tetap jalan.
Bahkan diperluas.
Anggarannya 1.2triliun perhari.
Dan ada rencana naik lagi.
Gw tidak sedang bilang MBG itu salah.
Niat mulianya jelas anak anak Indonesia dapat gizi yang lebih baik.
Tapi ini yang perlu lo pertanyakan.
Di tengah APBN yang sudah tertekan karena harga minyak meledak.
Di tengah rupiah yang sudah 17 ribu per dolar.
Di tengah pemerintah yang sedang mempertimbangkan lewatin batas defisit
Program yang anggarannya puluhan triliun tetap jalan penuh.
Sementara yang sampai ke lapangan di beberapa daerah masih ada lele mentah.
Nugget beku.
Dapur miliaran yang ujungnya jadi tempat terima kiriman supplier.
Jadi uangnya keluar triliunan.
Defisit melebar.
Utang bertambah.
Dan yang sampai ke anak anaknya masih perlu banyak pertanyaan yang dijawab dengan jujur.
Ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Waktu ditanya soal defisit beliau bilang saya belum tahu masih dipikirin kali.
Dan waktu ditanya kalau Prabowo oke beliau bilang kalau perintah kan kita jalankan, saya kan cuma tangan presiden.
Jadi keputusan yang akan berdampak ke seluruh rakyat Indonesia masih nunggu lampu hijau dari satu orang.
Bukan keputusan kolektif yang sudah matang.
Bukan hasil kajian panjang yang sudah ada kesimpulannya.
Tapi masih dipikirin.
Di tengah situasi global yang sedang bergejolak.
Di tengah harga minyak yang naik turun tidak karuan. Di tengah rupiah yang sudah menyentuh 17 ribu per dolar.
Masih dipikirin.
Dan ini yang paling penting lo pahami sebagai rakyat biasa.
Kalau defisit melebar pemerintah butuh tambah utang.
Utang tambah bunga naik.
Rupiah tertekan lebih dalam.
Harga barang impor naik.
Inflasi naik.
Semua itu lo rasakan setiap kali belanja di pasar atau isi bensin.
Sementara program yang anggarannya triliunan tetap jalan.
Sementara yang memutuskan masih nunggu perintah.
Sumber: CNBC
Japanese Film Festival menjadi salah satu cara @JF_Jakarta memperkenalkan budaya Jepang. Seperti apa serunya JFF yang memberikan pengalaman menikmati budaya Jepang dengan menyenangkan? Simak #EAGLEFORUM
Kamis (24/11)
Pukul 16.00 WIB
Live Zoom dan YouTube
https://t.co/Pbr09H3V96
@Cilorconnoistre Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yg paling gampang di provokasi dgn isu agama, mk'a klo mau bikin gaduh tinggal buat akun palsu trus komen nyerang...stlh itu ada yg screen shoot & di sebarkan.
Garis Waktu COVID
5 hari sebelum sakit: Virus terhirup
2 hari sebelum sakit: Anda menular!
Hari 0-5: Gejala pertama berkembang
Hari 5-10: Gejala memburuk
Hari 11 dan seterusnya: Anda tidak menular. Akhiri isolasi
Hari 15: Sebagian besar pasien sembuh
Buat laki-laki yang enggak menyadari kekuatan perempuan, sering menganggap perempuan itu lebih lemah.
Padahal perempuan lebih kuat dalam toleransi rasa sakit dibanding laki-laki.