๐ฌMenangkan digital money 1,5 juta rupiah untuk 5 pemenang!๐
Tebak fitur yang paling mengerti Syifa & bantu handle distraksi di situasi genting seperti ini! ๐งโโ๏ธ
๐ฌRT, like, & reply sebanyak-banyaknya dengan template dan sertakan hashtag #911NowNudge #S26vsZombie #GalaxyS26 Series #YouandAICan
Pada ribut cawapres yaโฆ mending simak dl yg di bawah ini๐๐๐
Kalau saya sih :
Siapapun cawapresnya, Capresnya Tetep Ganjar Pranowo
Acara penyampaian gagasan 3 bacapres dalam Mata Najwa memang masih menyisakan banyak cerita. Apalagi saat 3 bacapres itu coba kembali dihadirkan lagi di panggung ideafest, tapi sayang salah satu dari mereka tidak datang. Sontak saja pikiran publik mulai liar.
Patokannya ada pada acara Mata Najwa, penampilan Prabowo Subianto yang menjadi sorotannya. Kenapa? Kalian tahu sendiri bukan dalam susunan acara itu ada scene refleksi diri, tapi Prabowo malah mondar-mandir dan berujung tidak menuruti instruksi Mbak Nana yang menjadi tuan rumah dalam acara itu.
Seolah Prabowo takut saat melihat pondasinya untuk membangun negara ini maju. Itu faktor utama yang muncul dalam benak. Dari hal itu pula muncul pemikiran, bahwa Prabowo tidak disiplin karena tidak mengikuti apa yang diminta si tuan rumah. Padahal posisinya di sana sebagai tamu. Hm, katanya saja si paling disiplin, implementasinya mana dong? Si jurnalis sampai dibikin kewalahan, walau masih nampak happy menghadapi si bapak yang sudah sepuh.
Pantas dong kalau sebelumnya Mbak Nana juga menyebut setelah ini akan lebih baik jika Prabowo membuat acara dengan tajuk Mata Bowo. Bukan sekali-dua kali, karena kejadian โbuat aturan sendiriโ ini kerap dilakukan Prabowo and the genks.
Ingat dong baliho-baliho besar yang menyorakkan Gibran Rakabuming Raka sebagai kandidat cawapres Prabowo? Siapa memangnya yang berkoar-koar tentang suara itu, kalau bukan kubu Prabowo? Bahkan diantaranya sudah terang-terangan menyejajarkan Prabowo dan Gibran dalam satu baliho.
Parahnya lagi tentang statement mereka yang mencoreng nama PDIP, karena menempatkan Ganjar Pranowo sebagai cawapres. Bukannya emosi saya malah dibikin ketawa saja, kok ada pernyataan sekonyol itu.
Secara pengalaman itu Ganjar jauh lebih unggul. Keluwesannya dalam pemerintahan dan interaksinya dengan rakyat, juga di atas bosnya Fadli Zon itu. Bahkan kegesitannya, baik dalam berpikir maupun mencarikan solusi atas segala macam permasalahan juga @ganjarpranowo juaranya.
Kecuali kalau memang Prabowo mau sedikit saja menurunkan egonya. Karena kesempatan itu harus diberikan kepada yang lebih mampu. Tidak, bukan menghentikan langkahnya tapi hanya menggeser keinginannya sedikit demi kebaikan.
Karena seorang pemimpin itu nantinya yang menjadi poros utama, dalam kebijakan dan peraturan di bawahnya. Untuk itu pengalaman dan keberhasilannya dalam menjalankan amanah adalah pengamatan paling rasional, untuk menentukan siapa kepalanya dan siapa wakilnya.
Ganjar bukan hanya membuat kebijakan yang memakmurkan warganya, tapi ada inovasi untuk melakukan lompatan besar di dalamnya. Seperti Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng untuk mengatasi stunting. Keberhasilannya dalam durasi 4 tahun dapat menurunkan angka stunting 51%, penghargaan pun turut melingkupi pencapaian itu.
Selain itu , ada pengeroyokan program pengentasan kemiskinan disertai dengan memperbanyak sumber penggalangan dana. Hasilnya Ganjar dapat menurunkan kemiskinan di Jateng, angkanya mencapai 1 juta jiwa lebih.
Lalu untuk menumbuhkan ekonomi daerahnya, berbagai cara diupayakan salah satunya lewat pengembangan UMKM. Dia menjadi brand ambassador dari produk UMKM warganya, dari barang hingga jasa semua diangkut dalam Lapak Ganjar.
Berkat platform itu, UMKM Jateng banyak yang laku hingga kancah internasional. Untuk mengembangkan usaha, dia juga menyediakan KUR rendah sebagai pinjaman. Dan ada juga bantuan modal yang diserahkan pada beberapa warganya, demi meningkatkan produktifitas mereka.
Di ruang lainnya, Ganjar menggenjot kinerja para petani lewat pembangunan embung untuk pengairan dan kartu tani untuk memenuhi kebutuhan mereka. Alhasil panen melimpah, dan Jateng menjadi Lumbung beras nasional, penghasil mocaf dari singkong, hingga pemasok sayur-mayur.
Di Ponpes Al Ittihad saya sampaikan pada para romo kyai soal kekeringan di Desa Tegallega Cianjur, dimana saya menginap semalam. Para kyai pun langsung mengajak Salat Istisqa'. Semoga dengan segala kasih sayang-Nya, hujan segera turun membahagiakan saudara- saudara petani Cianjur.