#4-One Day One Journal
Perbandingan Sistem Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat Dengan Indonesia
Pemilu adalah pembeda negara demokrasi dengan negara yang bersifat otokratis
Pemilu sbenarnya sudah ada di era Khulafaur Rasyidin dan berlanjut pada era revolusi di eropa abad 18
Setelah memahami realitas itu, banyak dari kita yang akhirnya mengubur mimpinya dalam-dalam.
Namun, ada juga yang masih merawatnya agar tetap memiliki ambisi untuk hidup.
Meskipun sadar, bahwa itu hanya imajinasi.
Dari kecil kita diajarkan untuk bermimpi setinggi langit lalu bekerja keras dalam menggapainya.
Sampai kita lupa, kita hidup di negara yang mana harta dari 50 orang terkayanya setara dengan 55 juta masyarakatnya.
Padahal yang terjadi bukan Quarter Life Crisis, tapi Welfare State Crisis. Yang kita hadapi bukan masalah personal, tetapi masalah struktural.
Jangan blaming diri sendiri, tetapi pertanyakan dan tuntut sistem dimana kita sedang hidup.
Padahal yang terjadi bukan Quarter Life Crisis, tapi Welfare State Crisis. Yang kita hadapi bukan masalah personal, tetapi masalah struktural.
Jangan blamming diri sendiri, tetapi pertanyakan dan tuntut sistem dimana kita sedang hidup.
Dari kecil kita diajarkan untuk bermimpi setinggi langit lalu bekerja keras dalam menggapainya.
Sampai kita lupa, kita hidup di negara yang mana harta dari 50 orang terkayanya setara dengan 55 juta masyarakatnya.
Terlambat menyadari realitas ini, mengakibatkan kita jadi mudah menyalahkan diri sendiri.
Masih nganggur, merasa tertinggal, hidup terasa tidak berkembang.
Ujung-ujungnya ke psikolog, katanya kita sedang di fase Quarter Life Crisis.
Setelah memahami realitas itu, banyak dari kita yang akhirnya mengubur mimpinya dalam-dalam.
Namun, ada juga yang masih merawatnya agar tetap memiliki ambisi untuk hidup.
Meskipun sadar, bahwa itu hanya imajinasi.
Padahal yang terjadi adalah Welfare State Crisis. Yang kita hadapi bukan masalah personal, tetapi masalah struktural.
Jangan blamming diri sendiri, tetapi pertanyakan dan tuntut sistem dimana kita sedang hidup.
Bukan karena dia paling hebat, tetapi karena dia sudah ‘punya jalan’ sejak awal.
Kita sering menyebutnya sebagai Golden Spoon. Lahir di keluarga yang berada, lingkungan yang tepat, dan akses yang sudah tersedia .
Dan di titik ini, kita mulai sadar…
Hidup itu nggak adil ya…
Ada orang yang dari dulu selalu ranking 1, juara lomba di mana mana, pendidikannya tinggi, tetapi sekarang justru kesulitan mencari kerja
Sementara di sisi lain, ada orang yang dari dulu biasa aja, tetapi sekarang karirnya melesat…
Pertanyaannya:
Apa yang kita lakukan setelah menyadari itu?
Karena pada akhirnya, kita mungkin tidak bisa memilih di mana kita memulai.
Tapi kita selalu punya pilihan, bagaimana kita melangkah setelahnya.
"Lelaki yang sangat saya suka, benar-benar kuat, saya tidak mau melawannya, Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia," kata Trump.
Baca di: https://t.co/dGmQSCiXuB
~WR #Prabowo#Trump#BoardofPeace
Growth at home is directly linked to our engagement with the world’s biggest powers.
Today I met with President Xi in Beijing. We affirmed our shared commitment to building a long-term and strategic partnership that will benefit both our countries, while maintaining frank and open dialogue on areas of disagreement.
As Prime Minister, I will always deliver in the interest of the British people.