KeMUdian pada fomo ngide buat bajak si Kim Sang-sik untuk ngelatih Timnas Indonesia kayak biasanya.
Padahal masalahnya masih sama dengan saat kita ngide ngebajak Alfred Riedl (Vietnam), atau Peter White (Tailan) waktu Piala Tiger dulu.
Timnas Tailan dan Vietnam konsisten karena pembinaan pemain MUda, iklim klub dan kompetisinya diperbaiki.
Mereka memaksa pemain binaan Federasi di Negaranya untuk abroad, bukan mencari pemain binaan KNVB untuk dikasih KTP terus main di Liga lokal biar bisa dipanggil ke Piala Tiger.
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
Sahur membuktikan kita bisa bangun di sepertiga malam bahkan untuk solat subuh,
Tarawih membuktikan bahwa
kita mampu berdiri lebih lama dalam ibadah,
Puasa membuktikan bahwa kita bisa punya kendali atas diri sendiri,
Membaca Al-Qur'an membuktikan
bahwa waktu selalu ada, hanya saja kita terlalu sibuk prioritaskan dunia,
ternyata Ramadhan bukan sekedar bulan peningkatan iman yang sementara, Bulan ini adalah bukti bahwa kita sebenernya mampu melakukannya setiap hari, kalau kita mau.
@KucengTerbanggg Pas jd kasir minimarket ada bp2 bli rokok sambil ngerokok, w tegor krn ruangan ber AC trs dia blg, klw g blh ngerokok jgn jual rokok. W jawab kita jg jual kondom tp g ada tuh yg make kondom dsni, semua ada tempatnya pak, dia langsung kicep.
Ada TUJUH:
1. JANGAN terlalu keras sm diri sendiri, km sdh berusaha maksimal. Aku tau itu. Serahkan sisanya yg gabisa km kontrol pada Sang Pemilik Segalanya & yakin Allah gk akan menelantarkan hamba-Nya.
2. Jgn berharap masalah berkurang, ga akan. Berusahalah makin resilien menghadapi masalah
3. Be present! Masa lalu gabisa diubah, masa depan ga ada yg tau. Kontrol penuhmu ada pada apa yg skrg terjadi.
4. Ga usah merasa punya kontrol di masa depan. Apa yg bisa dilakukan skrg, lakukan!
5. Ga usah sok perfeksionis. Mulai dulu. Jelek? Tinggal diedit pelan2
6. Obat males cuma PAKSA MEMULAI!
7. Kerjaan apa pun itu berat. Ga usah merasa ga mampu. Kerjain aja dulu.
Yang paling ngena dari podcast mereka adalah:
1. Kerja keras dg rezeki ga selalu berkaitan
2. Klo berkaitan, yg paling kerja keras harusnya paling sejahtera dong?
3. Rezeki itu pemberian Allah. Tugas kita hanya berusaha, perkara Allah ngasih/gak, di luar kontrol kita
4. Kita bekerja utk bersyukur terhadap kemampuan kita (menggunakan potensi yg dikasih Allah utk kita)
Lama kali aku merenung maksud empat poin tsb sampai akhirnya aku jd terpuaskan.
Selama ini kita stres krn merasa udah bekerja keras segitunya, tp tetep aja gagal. Tetep aja belum sukses, tetep aja kecewa.
Jangan2 selama ini krn berekspektasi klo udh berusaha sekeras mungkin, hasilnya pasti indah. Padahal belum tentu.
Klo Allah belum mau ngasih, atau emg belum waktunya, kita bisa apa?
Kerjakan apa yg ada di genggaman saat ini, serahkan hasilnya pada Allah, apa pun hasilnya yakini itu takdir baik dari-Nya utk kita.
Memahami ini bikin aku jd jauh lebih tentram & tenang.