Di usia 22 tahun, Deniz Undav masih bermain di kasta keempat sepak bola Jerman.🇩🇪😲
Setahun kemudian ia naik ke Divisi 3. Di usia 24 tahun, ia meninggalkan Jerman untuk bergabung dengan Union Saint-Gilloise yang saat itu masih bermain di Divisi 2 Belgia.
Tak butuh waktu lama. Undav membawa Union promosi, lalu menjadi top skor sekaligus Pemain Terbaik Liga Belgia di musim berikutnya.
Ia kemudian mendapat kesempatan bermain di Premier League bersama Brighton. Kariernya tidak berjalan sesuai harapan, tetapi Undav tidak menyerah. Ia kembali ke Jerman dan menemukan versi terbaik dirinya bersama Stuttgart.
Tanpa pernah membela tim nasional kelompok umur Jerman, Undav akhirnya menembus tim senior dan mencetak gol internasional pertamanya di usia 28 tahun.
Kini, menjelang usia 30 tahun, ia menjadi salah satu pemain penting Jerman di Piala Dunia 2026 dan membantu Die Mannschaft melangkah ke babak 16 besar.
Dari Divisi 4 Jerman hingga panggung Piala Dunia.
Salah satu kisah paling luar biasa yang diberikan sepak bola.
#FIFAWorldCup
Di sini ikatan fans “local people” dengan sejarah kota dan tim sepakbola itu kuat banget.
Mreka punya reason kuat kenapa membela habis2 an kota dan tim kebanggaannya.
Rata2 soal pride dan harga diri.
Aku happy aja liatin habit mreka.
Hahaha
Watch this great video:
Rayo Vallecano celebrated their victory in the Europa Conference League semi-final with the Palestinian flag.
Great team, great supporters.
- Ga punya investor, 100% masih dimiliki fans
- Terbanyak ngasih pemain homegrown menit bermain di Bundesliga musim ini
- Cuma punya 6 pemain asing, tersedikit kedua di Bundesliga
- Selama 15 tahun terakhir cuma punya 2 pelatih
Freiburg paling 'working class' di antara tiga klub semifinalis UEL lainnya yg punya ivestor asing 🙌🏻
Malam ini vs SC Braga, akan jadi laga terbesar di Eropa sepanjang sejarah klub
Ketika laga sepakbola harga tiketnya terjangkau, minim turis, hanya diisi oleh passionate fans 🔥
Inilah kenapa investor asing ga akan diterima oleh fans Jerman
Saya nggak tau seberapa berat hidup yang sedang jenengan jalani, sesusah apa ujian yang sedang dihadapi. Saya pun hanya manusia biasa yang tentu punya perjuangannya sendiri dan nggak mampu bantu semua orang.
Tapi di balik semua keterbatasan hal yang tidak bisa saya lakukan itu, izinkan saya untuk menyampaikan doa baik ini untuk siapapun yang sedang berjuang, semoga hatinya dilapangkan, bahunya dikuatkan, dan jalannya dimudahkan.
🎥 Momen tadi malam, puluhan ribu suporter Liverpool mengangkat kertas kuning sebagai bentuk protes kenaikan harga tiket yang akan dilakukan klub bertahap selama 3 tahun kedepan.
🗣️"Dasar bajingan serakah, cukup sudah!"
📸 Ada kisah menarik di balik promosinya Coventry ke Premier League.
Kisah yang mungkin sangat dia tunggu sepanjang hidupnya.
Dia adalah John Mullaney, mendapat julukan "Banner Man". Pada 2001 lalu, dia membentangkan banner "We'll be Back" saat Coventry City harus degradasi dari Premier League di Villa Park.
Selayaknya seorang fans yang cintanya begitu besar kepada satu klub. Dia selalu hadir dalam petandingan Coventry, bagaimanapun kondisinya.
Saat 2011/12, Coventry harus degradasi dari Championship (kasta kedua). Mungkin sekali lagi harapannya pupus, menunggu lebih lama lagi.
Musim 2016/17, semakin parah, Coventry degradasi dari League One(kasta ketiga) dan harus bermain di League two (Kasta ke-4).
Namun musim depannya (2017/18), harapanya kembali muncul setelah mereka berhasil promosi ke League One lagi.
Butuh 2 musim, mereka kemudian bisa promosi lagi ke Championship musim 2019/20.
Dan musim depan, Setelah penantian selama 25tahun. Bisa dipastikan dengan saksi seumur hidupnya John Mulleny. Omongannya akhirnya terwujud di usianya yang hampir 69 tahun ini.
COVENTRY BACK TO PREMIER LEAGUE! 🩵
Pak, saya pernah nih disuruh ke warung beli ketumbar sama istri. Disuruh belinya Rp 2.000.
Aneh aja gitu apaan ke warung beli cuma dua rebu. Yaudah saya beli aja 20ribu gitu.
Pas balik malah diomelin, katanya "Ini segini banyak buat apaan? Kamu mau tak marinasi sekalian?!"
Salah saya di mana sih, Pak?
Tadi, sepulang dari kampus. Mampir ke Wawan bengkel langgananku. Niatnya mau servis.
Begitu dia lohat aku pakai CB merah, dia langsung tanya," Motore kenapa, Om?"
Kujawab," Mbuh. Motornya belum kutanyain."
"Maksudku, motornya mau diapain?!" sahutnya dgn intonasi meninggi.
"Lha ya, embuh. Yang bengkel kan kowe. Kok malah tanya aku", jawabku santai.
"Ya wes. Nanti tak ceknya!! Ganti oli juga?" sambungnya.
Aku merasa Wawan mulai agak kesal.
"Diganti opo?" tanyaku membalikkan pertanyaannya.
"Lha iya, olinya diganti apa enggak?!!! Ditanya kok njawabnya gak jelas!!!" jawabnya sambil bersungut².
"Makanya kutanya ganti apa? Kalo diganti oli ya oke, kalo diganti sirup ya jangan," jawabku.
"WES, OM!!! MOTORMU DITINGGAL WAE. TAK URUSANE! SAMPEYAN MULIH WAE KONO!!!" jawabnya terlihat kesal.
Wooooo ... bengkel ga jelas. Pelanggan kok diusir.
Siang² membuat kesal saja. 😤😤😤😤😤
"Jangan mengira bahwa anak nakal itu tidak ada hubungannya dengan orang tua, sangat berhubungan. Jika kalian ingin melihat dirimu, maka lihatlah anakmu."
(KH. Bahauddin Nursalim)
On this day in 1958 🥀
Mengenang salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola dunia.
Pesawat carteran British European Airways yang membawa skuat Manchester United jatuh saat mencoba lepas landas untuk ketiga kalinya di tengah badai salju di Bandara Munich-Riem, Jerman Barat.
Kecelakaan tersebut dipicu oleh lapisan lumpur salju di ujung landasan yang menghambat kecepatan pesawat, menyebabkan pesawat menabrak pagar pembatas dan meledak setelah menghantam sebuah bangunan.
Peristiwa memilukan ini menewaskan 23 orang, termasuk 8 pemain inti United yang dikenal sebagai "Busby Babes".