keindahan yang engkau bawa bukan sekadar dipandang,
namun dirasakan — menenangkan, menuntun, dan memeluk dengan do’a yang penuh kelembutan
untuk-Mu, Salam Kekasih..
belum pernah kulihat keelokan sepertimu
tiada letih menyinari cahaya,
— dalam CahayaMu✨
"Segala hal akan pergi dan tak akan kembali, kecuali do'a yang kau langitkan, ia pergi membawa harapan dan kembali membawa anugerah."
- Syeikh Mutawalli Sya'rawi
@iPopBase dalam peran dan makna.
emosional spiritual
bahasa simbolis yang kuat,
refleksi atas realitas
kerinduan akan ketenangan dari kepolosan dan harapan🕊
𝑺𝒚𝒂𝒊𝒓 𝑴𝒂𝒕𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒊
— 𝑾𝑺 𝑹𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂
aku akan semakin tua dan pelupa,
sepuh dan rapuh.
tapi tak akan pernah aku mengeluh
dalam mencintaimu dengan sungguh
—sejak dulu hingga hari-hari yang jauh.
(alfin rizal, 2021)
@tuanpoetrih dunia bisa dinikmati oleh semua,
tanpa memandang keyakinan.
Akhirat memerlukan upaya sadar —
Persiapan,
"𝑯𝒊𝒅𝒖𝒑" setelah mati ialah 𝑷𝒆𝒏𝒄𝒂𝒑𝒂𝒊𝒂𝒏
As Ramadan comes to an end, may Allah hear the prayers you whispered in silence, heal the tears you never showed, ease the fears you never spoke of, and elevate you to what your soul truly desires. Ameen.
@insidefolkative terlintas benak kenangan bermunculan
kala kehadiran terasa begitu dekat — "masih"
yang kuanggap sebuah keistimewaan
berproses sembuh untuk berdiri 𝒕𝒆𝒈𝒖𝒉
menjadi pembelajaran menyentuh:"
mengalir selalu dalam doa,
Al-Fatihah🌻
Belajar jujur pada apa yang tak bisa kita ubah dan menerimanya bukan berarti kita kalah...
Itu adalah cara untuk tetap waras..
Sebab kedewasaan bukan bagaimana kita bisa menaklukkan hidup, melainkan mengakui ada hal yang tak perlu lagi diperjuangkan
Quran says again and again
“And future will be better for you than the past” (93:4)
“If the hurt comes, so will the happiness” (94:5-6)
“So remember me and I will remember you” (2:152)
Syukur alhamdulillah, semoga kita dapat mengunakan sebaik mungkin peluang yang Allah telah berikan. Ya Allah, permudahkan dan lancar urusan ibadah aku dalam bulan RamadanMu. Aamiin.. ✨🤲🏻
Hari ini diwasap ibu," Assalamu'alaikum, Picus. Lagi di mana?"
Hangat menyusupi batinku dan tak terasa menetes air mataku. Betapa kerinduanku pada beliau. Tak lama kemudian beliau telepon.
Di akhir telepon beliau berpesan," Nak, saat ini kamu sedang diperjalankan untuk menyelesaikan 'tabungan' - perjalanan yang tiada habisnya sampai akhir usia. Bersabarlah dan tetap berjalan tegak sebagai manusia dan hamba. Ridhalah atas ketetapan yang Allah datangkan padamu. Berusaha selalu perbaiki akhlaq dalam ucapan dan tindakan.
Semoga Allah SWT selalu mwnambahkan keimanan, keikhlasan serta melimpahkan rahmat dan ridhaNya untukmu."
Tumpah air mataku 😭😭😭😭😭.
Terima kasih, Ibu.
Sehat selalu. Al-Fatihah.