Rendy nggak batalin pernikahan. Dia menyelamatkan agamanya.
Karena birrul walidain itu bukan opsi yang bisa "dinegosiasikan ulang" setelah akad.
Allah taruh perintah berbakti pada orang tua persis setelah perintah tauhid - Al-Isra: 23.
Itu bukan kebetulan posisinya. Itu menunjukkan levelnya.
Yang bikin ngeri dari cerita ini bukan angka "0" yang dicoret merah. Tapi fakta bahwa itu direncanakan diam-diam, disepakati berdua, lalu dikemas ulang jadi kata "realistis" pas ketahuan.
Maya nggak pernah kagum sama Rendy yang berbakti. Dia cuma nunggu momen paling aman buat mencabut akar itu โ momen di mana Rendy udah kepalang tanggung: baju jadi, katering DP, undangan cetak. Itu bukan kepolosan. Itu timing yang dihitung.
Islam ngajarin: rumah tangga baru memang punya hak baru. Tapi hak istri nggak pernah dirancang untuk *menghapus* kewajiban seorang anak ke ibunya. Kalau ada akad yang syaratnya adalah "durhaka dulu baru boleh menikah," maka akad itu sendiri yang cacat โ bukan orang yang menolaknya.
Rugi puluhan juta itu murah. Yang mahal itu kalau dia baru sadar 5 tahun lagi, sambil dengerin ibunya nangis di telepon dan istrinya bilang "kamu harus realistis."
Allah nggak pernah nyuruh milih antara istri dan ibu. Yang nyuruh milih itu manusia yang nyamar jadi cinta.
Jadi inget beliau pas Asian Games, dapet perunggu di Cabor Bridge beregu dan dapet hadiah uang Rp.150.000.000Waktu itu ada joke:
๐งโ๐ฆณ : "Min hadiahnya kok belum ditransfer?"
๐โโ๏ธ: "Udah dari Kemarin, Pak. Coba dicek"
๐จโ๐ฆณ: "Oh iya maap gak keliatan, soalnya di ujung kanan banget"
๐ญ๐.
Sugeng Tindak, Pakde Michael Bambang Hartono.
KAK TERIMAKASIH LOH ๐๐ infonya bermanfaat bangettt
Setelah tau ini jd lebih hemat bgt bgt buat bersihin pakaian yg berjamur atau ada noda susah hilang ๐ญ๐๐
Sebagai ex warga Tebet, gw akan menyarankan kalian buat coba iktikaf di Masjid Raya Al Ittihad.
Kegiatan iktikafnya penuh, dari buka puasa, makan malam, tarawih, snack malam (kopi, bakso, cemilan), tahajjud jamaah 3 juz semalam, ruangan AC, wangi, disediain kamar tidur dan wc bershower buat mandi bagi yg mau, plus menu sahur enak enak. Kalau malam ganjil, lauknya nasi kebuli kambing. Kalo beneran mau nginep, ada kajian dhuha juga, bada dzuhur dan sebelum berbuka. Jadi iktikafnya ga ngantuk karena ada kegiatan dan ditemani makanan enak buat tetep melek. Hehe
terlepas dari ketidaksukaan kita terhadap keluarganya, kita juga harus berlaku adil sejak dalam pikiran.
jangan sampai, ketidaksukaan menenggelamkan hal-hal baik yang kita punya.
apa yang disebut dia, benar.
itu kenapa kita punya buku berjenjang, kan? ada A, B1-B3, C, dan seterusnya.
siapa yang harus membaca untuk anak-anak kalau anak-anak tidak boleh dipaksa membaca?
nah, di sinilah letak pentingnya peran orangtua dan orang dewasa. kita yang harus membaca atau menjelaskan isi buku kepada anak-anak, itu pun harus mulai dari buku yang ringan. bertahap.
karna guys, hal terpenting yang harus kita ciptakan di ruang anak-anak itu adalah kebahagiaan, bermain dan berkenalan dengan dunia serta nilai-nilai baiknya.
memang ga wajib mereka harus bisa membaca dan kita gabole memaksa mereka.
berapa banyak temanku yang gasuka membaca buku karna dulu dipaksa orangtuanya untuk membaca?
toh kita pun, yang punya privilege langganan majalah bobo dan sebagainya, tidak memahami cerpen yang ada kan awalnya? apa yang kita nikmati? bener, ilustrasinya. gambar yang bikin kita terkagum.
jadi gada yang salah dari pendapat tidak boleh memaksa anak-anak untuk membaca buku, jika tujuannya agar mereka punya memori masa kecil yang indah.
guys, ga semua harus dikebut, beberapa hal ada yang harus tumbuh dengan lembut. seperti membaca, contohnya.