My take on this (currently reading sih). Menurutku literature ini penting untuk bisa melihat pemahaman sejarah kita yang semula diisi oleh perspektif yang institusional (formasi sistem politik/administratif) ke kajian yang lebih interdisipliner, such Antropologi politik/Marxis.
Piraten Dame Van Banka: Jejak Terakhir Kapten karya @aseftier di antara Bangka dan Belitung, ada satu sosok perempuan lanun yang memulai kisahnya. Karakter dan settingnya unik nih.
wait this is so beautiful... streetside diners in the whole country rely on this guy's hand-drawn art for their banner... they know that if they use cheaper digital print, customers will notice and assume they're noobs... hand-drawn art wins...
Ekosistem komik Indonesia itu butuh pembaca muda, pembaca yang bakal jadi future buyer, dan mereka ada di sekolah-sekolah. Saya udah ngamen komik dari 15 tahun lalu lewat workshop sekolah, dan setiap bbrp tahun akan berhadapan pada posisi "kebanyakan gak tahu komik indonesia". 5-6 tahun lalu, memori anak2 ini masih kena si juki, bumilangit, dan beberapa judul webtoon lokal. Sekarang, yang tahu sangat minoritas, ga sampe 10%, usahanya jadi ngulang lagi karena north starnya ganti2 tergantung yang lagi sukses di periode tertentu. Patah tumbuh hilang berganti tapi jadi stuck ngeloop ga bisa break the cycle.
40an siswa tadi, ga kenal sama nama salah satu komikus yang gw anggap paling terkenal sedunia komik indo. kamvret memang echo chamber ini. mumet
I participated in Jaadugar #6 as a key animator, mainly handling the scenes where Toregene, Khulan and Kultukan are by the river. Posting some of that work with permission. 1/3
Hoplia coerulea, or sky-blue beetles.
The beetles pictured are males, which are recognized by their brilliant, metallic blue color.
They are native to the Alpine regions of southwestern Europe, particularly in France, Spain, and Switzerland.
Betul Kak @akunhewan, setuju banget. Aku izin nambahin ya.
Di balik pisang goreng hangat yang nemenin kita ngopi pagi ini, ada sejarah "gelap" era kolonialisme, jurang pemisah kasta sosial, hingga akhirnya berevolusi jadi raja terakhir dessert goreng di dunia.
Sebuah utas
Euh, pagi-pagi gini seger euy Bandung teh.
Wah apa ni, katalog yang juga ga kalah segarnya dari Segar Bugar.
Mantap ini mah buat disamperin lapaknya tar di D1.
Gaskan lah ges euy!
#katalogpeskom2026
Tahun 2007 terjadi satu peristiwa paling bersejarah di Maluku, sekaligus paling memalukan bagi Gubernur Maluku saat itu.
Tidak pernah ada yang menyangka sekelompok orang dari gerakan separatis Republik Maluku Selatan berhasil menembus penjagaan ketat, lalu membawakan Tarian Perang Cakalele sambil mengibarkan bendera Benang Raja. Persis di depan Presiden, Ibu Negara, para menteri, gubernur, dan seluruh undangan yang hadir.
Begini ceritanya.
Semuanya bermula sebulan sebelumnya, di Desa Aboru, Pulau Haruku, Maluku. Sekelompok pemuda berkumpul diam-diam. Mereka latihan Tarian Cakalele berulang kali. Tombak dan parang mereka buat dari kayu.
Yang memimpin seorang guru. Johan Teterisa, kepala SD Negeri 1 Aboru, 45 tahun, ayah dari tiga anak. Bersama pemuda-pemuda kampungnya, ia menyiapkan satu hal untuk ditunjukkan di hadapan Presiden.
Hari itu tiba pada 29 Juni 2007, di Lapangan Merdeka, Ambon. Hujan turun deras.
Rombongan penari bertelanjang dada itu berjalan melewati polsek dan kantor kejaksaan tinggi. Tidak ada satu pun yang mencegat. Mereka terus masuk sampai ring 1 pengamanan Presiden.
Musik mulai. Mereka menari.
Lalu di tengah tarian, kain besar itu terbentang. Benang Raja berkibar di depan mata SBY.
Paspampres langsung bergerak. Johan Teterisa ditangkap sambil masih menari. Sebagian penari lari, tujuh orang tertangkap TNI. Malam itu polisi menciduk puluhan orang lagi.
Ia dibawa ke markas Densus 88 di Tantui. Ia mengaku dipukuli sekitar dua belas jam sehari selama sebelas hari, dengan batang besi dan batu.
April 2008, PN Ambon memvonisnya seumur hidup. Jaksa sendiri hanya menuntut 15 tahun. Sembilan belas penari lain dihukum 10 sampai 20 tahun.
Mereka lalu dipindah ke penjara di Jawa dan Nusakambangan, ribuan kilometer dari kampung. Keluarga hampir mustahil menjenguk.
Di Aboru, Martha Sinay membesarkan tiga anak sendirian. Mengangkat batu, mengangkat pasir, berkebun, apa saja supaya anaknya tetap sekolah.
Hukuman Johan Teterisa akhirnya dipotong jadi 15 tahun. Ia meninggal pada 4 Desember 2019.
Gambar hanya ilustrasi yang dibuat menggunakan AI.
Bukan film, tapi ada beberapa komik lokal yang mulai angkat bajak laut lokal, termasuk karya saya sendiri.
Novel juga setauku ada.
siapa tau bisa jadi cikalbakal adaptasi film kedepannya.
Indonesia punya sejarah thalasocracy yang besar, punya ilmu navigasi keren, pemukiman sea people, ounya sejarah bajak laut sendiri. Tapi kok nggak ada sineas terkenal yg bikin film soal bajak laut ya?
#Artefak
Izin qrt 🤓🙏
Bentuk uang gobog ini mirip koin masa Dinasti Tang. Koin dinasti Tang bahannya tembaga, timbal dan timah. Istilahnya “Kaiyuan Tongbao” (Mata Uang Masa Kaiyuan). Lubang perseginya disebut "hao". Diproduksi sejak masa Kaisar Gaozu (618 - 626 M) sampai akhir masa Dinasti Tang.
Komik: -Perompak Malin dari Jagad Raya
-Legenda Sawung Kampret : Malacca dan Petualangan Mencari Harta Karun Flor De La Mar
-Karimata 1890 dari Toni Masdiono
-Bajak Laut Kertapati dari Win Comics
-Piraten Dame Van Banka dari Aseftier