Saya jelaskan sedikit menurut pandangan saya:
AS menjatuhkan 2 bom nuklir ke Jepang bukan untuk mengalahkan Jepang, tapi untuk menunjukkan kepada dunia siapa yang berkuasa dan menunjukkan pada Uni Soviet, Amerikalah yang lebih kuat.
Setelah Jepang di bom dan menyerah tanpa syarat, AS harus memperbaiki citranya, yaitu dengan cara memakmurkan Jepang tapi membuatnya tidak menjadi ancaman.
Maka dipasanglah bom waktu yaitu “Surat Utang Amerika (UST)”
Agar Jepang tidak larut dalam kesedihan kekalahan perang, mereka didanai AS lewat penerbitan surat utang besar-besaran dengan cara Carry Trade.
Carry Trade adalah meminjam uang dari negeri yang suku bunganya murah untuk di diinvestasikan ke negeri yang suku bunganya tidak bisa tinggi. Misalnya pinjam di Meksiko invest di Jepang.
Sebab itu Jepang bertahun-tahun makmur, kaya dan maju, karena uangnya berlimpah akibat suku bunganya murah bahkan minus, bayangin pinjam uang bukan bayar bunga malah dikasih bunga.
Dan tidak akan ada yang mampu menge-short karena dilindungi AS. Beda saat jaman krisis Asia yg Soros shorting Thailand dan Rupiah ke 16K.
Segalah hal murah di Jepang bertahun-tahun, inovasi berjalan, ekspor ke AS, banyak dong duitnya orang Jepang. Nah keberlimpahan duitnya itu dipaksa untuk harus beli UST.
Inilah bom waktunya. Kenapa?
Dollar kuat karena selalu ada permintaan. Setelah dilepas peggingnya dg emas 15 Agustus 1971, maka nilai dollar mengambang, kalau tidak ada permintaan bisa jadi meme coin. Nah supaya ada terus demandnya, maka dipaksa Jepang beli Surat Utang AS (UST).
Inilah maksud Uang = Utang. Uang yg kita pegang sudah berganti definisi “alat menyimpan nilai” menjadi “alat mentransfer nilai” sehingga uang bukanlah store of value. Uang adalah surat utang bank sentral yg berjanji pada pemegangnya menjaga nilainya tapi bohong, alih-alih menjaga, Bank Sentral nyolong nilainya dengan cara inflasi. Inflasi bukanlah naiknya harga barang, secara ekonomi inflasi adalah bertambahnya jumlah edar uang sedangkan kenaikan harga barang adalah akibat dari bertambahnya jumlah edar uang, akibat inflasi. Jadi nyetak dulu baru naik harganya.
Balik ke Jepang, ekspor Jepang nomer satu ke AS, lalu merambat ke ASEAN. Hasil kerja kerasnya dipaksa terus beli UST, menanggung inflasi AS.
Orang Jepang sangat cerdas, dan saking cerdas mereka paham, memiliki keturunan boleh jadi hanya menjadi exit liquidity AS, bekerja sampai mati menjadi penanggung inflasi dollar. Merayakan kemerdekaan AS yang menjatuhkan bom nuklir 2x.
Waktu berjalan, AS terancam oleh Tiongkok, Karena Tiongkok semakin maju.
Saya terus bertanya dalam perenungan saya, jika benar AS pelindung demokrasi, kenapa investasinya di negara komunis? Kenapa kok ngga di Indonesia yg waktu itu Bung Karno dekat dengan Kennedy, namanya jalan Tuhan, Kennedy ditembak, Dan Bung Karno dikudeta.
Dan Tiongkok di investasi dengan alasan agar menjauh dari Uni Soviet.
Dan Tiongkok akhirnya merangsek merampok pasar Jepang dari ASEAN hingga Eropa membuat Jepang merana kehilangan pasar Ekspornya dikala ekonomi AS terperosok. Jepang berusaha bertahan dengan menaikan suku bunga namun menjaga gaji buruh tetap murah dengan mendatangkan imigran sebagai exit liquidity.
Menaikan suku bunga berisiko menyentuh Carry Trade yg angkanya di 130/$, maka dicari cara supaya menaikan suku bunga tapi Yen tak menguat. How then?
Cetak lebih besar, sindiran saya contohnya naikin 100 bps printing 200bps agar Yen tak menguat ke 130/$ dan tidak mengancam carry trade.
Maka, saya pikir menjual UST adalah permintaan Fed agar dollar tak menguat. Resikonya adalah Yen tambah lemah, dan Jepang menjadi exit liquidity AS. Yang dr 1945 menjadi sandra perang karena kalah Perdun.
Apa hubungannya dg Bitcoin? Jika demand UST melemah, AS harus cari penggantinya, karena Fed tak bisa jadi bag holder, apakah itu negeri boneka baru Syiria? Ataukah siapa? Iran? Indo? Saya belum tahu. Maka jika UST turun, DXY turun dan Bitcoin naik
Apakah pendapat saya masuk akal?
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Ada tipe orang yang kelihatannya biasa aja di sosial media. Jarang update. Nggak pernah share lokasi. Nggak pernah pamer lagi nongkrong di mana. Bahkan kadang orang mikir, “ini orang kemana sih hidupnya?”
Padahal dia tetap jalan. Tetap keluar. Tetap punya rutinitas, punya kesibukan, punya tempat favorit, punya circle. Cuma dia nggak merasa itu perlu diumumkan.
Dalam trading ada istilah "MONEY MANAGEMENT"
Yaitu me-manage uangmu biar gak habis di dunia trading biar gak habis semua.
Tapi, tau gak, ada lagi 1 "MANAGEMENT" yang penting dalam trading?
Yaitu adalah FRUSTRATION MANAGEMENT
Apa itu, dan kenapa ini penting?
Dalam trading, loss itu sebuah keniscayaan. Dan gak jarang terjadi yang namanya consecutive loss. Atau loss berturut-turut.
Kalau loss 2-3 kali berturut-turut, mungkin masih Oke. Lha kalo 10 kali berturut-turut?
Mungkin kita bisa argue bahwa itu adalah masalah di metode tradingnya.
Tapi gak bisa dipungkiri bahwa itu bakal bikin frustasi juga. Gak mesti 10 kali deh. 4 kali-5 kali aja. Bakal bete dan bakal frustasi gak kalian?
Nah di sinilah manajemen frutrasi penting.
Kenapa?
Kalau udah frustasi, akan ada kemungkinan kita mulai penasaran, mulai ngeyel, mbandel, nakal, dan bodoh.
Ukuran lot bakal digedein
Leverage digedein
Margin all in
Atau belum ada sinyal lagi, udah masuk
Bahaya kan ini?
Resikonya apa?
Ya akan blow your account, alias ngehabisin semua dana yang ada di akun kamu.
Gimana cara kita me-manage frustasi seperti ini?
Sepengalaman saya, caranya begini:
1. Tetapkan dulu di awal, consecutive loss max mu berapa
2. Tetapin juga max drawdown mu berapa
Contoh
Di akun saya ada 1000 USD
Saya tetapkan consecutive loss-nya 4x, dan max drawdown nya 30%
Tandanya, kalau saya loss 4 kali berturut-turut, atau loss 30% (300 USD) maka saya akan BERHENTI TRADING!
Gak peduli ini lagi bull run terbesar sepanjang sejarah manusia dan neanderthal. BERHENTI TRADING DULU
Kasih waktu buat otakmu memproses lossnya, dan kasih waktu buat menghilangkan frustasi.
Misal kamu cuti dari trading dulu 3 hari, atau 1 minggu
Habis itu, EVALUASI
Kemarin tu salahnya di mana?
Kok bisa 4 kali berturut-turut loss?
Pasti ada yang bisa diperbaiki
Nah, kalau udah, mulai trading lagi dengan sistem yang sudah diperbaiki
Good luck!
Gue pernah hampir keterima kerja cuma karena satu kalimat ini,
“Ya udah lah, yang penting dapet kerja dulu.”
Itu bukan HR yang ngomong. Itu temen temen kosan gue.
Waktu itu gue umur 24.
Baru lulus.
CV masih seadanya.
Ambisi masih tinggi, tapi realita lebih keras.
Setiap malam di ruang tengah kosan, obrolannya mirip.
“Gaji segini udah lumayan kok.”
“Kerja ya kerja aja, jangan kebanyakan mikir.”
“Passion mah nanti aja kalau udah mapan.”
Awalnya omongan kayak gini masuk akal.
Masuk banget malah.
Kita semua capek, ditolak sana sini.
Liat LinkedIn orang pamer promotion.
Tekanan keluarga nanya kapan dapet kerjaan yang begini dan begitu.
Dan pelan pelan, standar gue turun tanpa gue sadar.
Bukan karena gue bodoh, bukan karena gue malas.
Tapi karena setiap hari gue denger versi aman dari hidup.
Sampai suatu sore, gue ikut temen SMA gue ke kantornya.
Bukan kantor fancy.
Bukan startup unicorn.
Cuma ruangan kecil dengan papan tulis penuh coretan target pribadinya dia, dan yang gue sadarin, obrolan kita beda banget .
Kita debatin soal growth.
Soal naik jabatan bukan karena lama kerja tapi karena value. Soal gaji bukan cuma angka tapi leverage skill.
Gue banyakan diem.
Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, gue ngerasa kecil.
Bukan insecure, tapi kebangun.
Malamnya gue balik ke kosan.
Denger lagi kalimat klasik.
“Ngapain sih idealis banget? Nanti juga capek sendiri.”
Dan disitu gue sadar sesuatu.
Gue gak lagi milih pekerjaan.
Gue lagi milih lingkungan kualitas pikiran.
Gue keinget kalimat dari Jim Rohn:
“You are the average of the five people you spend the most time with.”
Awalnya kedengeran lebay.
Kayak quote motivasi tempelan di baju sablon.
Tapi coba jujur,
Kalau lima orang terdekat lo ngomongnya survival, lo bakal mikir survival.
Kalau lima orang terdekat lo ngomongnya growth, lo bakal mikir scale.|
Bukan karena lo lemah.
Tapi karena standar lo dibentuk dari obrolan dan lingkungan lo sehari hari.
Dan yang bahaya, itu terjadi pelan pelan halus banget.
Gak ada alarm. Gak ada peringatan nyata.
Akhirnya gue gak langsung pindah kos.
Gak langsung putus pertemanan.
Itu bukan soal ninggalin orang.
Tapi gue mulai selektif.
Lebih sering ketemu orang yang bikin gue ngerasa tertinggal.
Lebih jarang duduk di ruang yang bikin gue nyaman tapi stagnan.
Gue takut.
Tapi kali ini takutnya beda.
Takut kalau gue balik lagi ke versi diri yang nurunin standar cuma karena semua orang di sekitar gue juga begitu.
Kalau tiap hari lo disuguhi alasan untuk medioker, sekuat apa pun lo, lama lama itu jadi normal.
Dan umur 20 sampai 30 itu fase paling gampang kebentuk.
Lo pikir lo cuma lagi nongkrong.
Lo pikir lo cuma lagi curhat soal kerjaan.
Padahal pelan pelan, lo lagi nyamain ambisi lo dengan rata rata meja tempat lo duduk.
Kadang perubahan terbesar bukan resign.
Bukan pindah kota.
Bukan bikin startup.
Kadang cuma satu hal sederhana.
Lo pindah sirkel lingkungan atau pertemanan.
Teman² mungkin belum pernah dengar nama ini: Takeshi Kotegawa, alias BNF.
Dari modal trading $ 13.600 USD menjadi $ 153 juta tanpa leverage.
Inilahlah kisah nyata salah satu trader paling legendaris di Jepang yang merupakan idola para trader dunia dan saya sendiri 😁
Thread 👇
TIPS HINDARI RUNGKAD dan SAKIT JIWA di CRYPTO
Crypto 90% orang rungkad
Trading di market 90% orang rungkad
Jadi cuma 10% yang bisa untung
Karena apa?
EMOSI GABISA DIJAGA &
MANUSIA SIFATNYA GREEDY
Jadi kalau ada orang yg waktunya dipakai 24 jam untuk
1. hate komen
2. setelah di cek profilenya ternyata jualan kelas, jualan robot, atau promosiin kelas temennya,
3. Replynya isinya menyalahkan orang lain seolah dia paling hebat dan paling pintar di postingan orang lain.
Plis lah mereka emosi aja tidak bisa dijaga, dan sukanya nyalahin orang, kalian masih pengen join kelas berbayarnya? Be smartlah
Apakah kalian mau join kelas berbayar ke
1. orang yang jelas2 gak punya apa2?
2. Anonim?
3. Gak ada gelar trading?
4. gaada apapun yg bisa dibuktikan di dunia nyata?
5. Dan gak bisa memberikan dampak positif ke orang?
Hmmm
Semoga kalian bisa lebih cerdas untuk memilih
Dan akupun disini sudah disclaimer segala postinganku harus DO YOUR OWN RESEARCH, kenapa?
1. Kalian gak kenal aku, profileku fotonya anjing, aku anonim dan kalian percaya begitu saja? Be smart
2. Aku sudah bilang aku gak buka kelas karena aku merasa masih miskin dan tidak layak dan kalian percaya teori dan outlookku gitu aja? Be smart
Aku pun kalian gaboleh percaya terang2 an
BE SMART!
GOD BLESS U ALL😇🙏
Makin sini makin sadar
Jadi TRADER PROFITABLE
itu GAK PERLU jago analisa
Outlook, analisa, tarik garis, dll gak perlu bener terus.
Yang penting adalah
1. Cari setup yang probabilitas profitnya gede
2. Lakukan backtest buat tau kira2 win ratenya berapa - Ya sebaiknya di atas 50%. 55-60% good enough lah
3. Pastikan datanya banyak (100+ data, atau bertahun2 data kalau bisa)
4. Entry dengan resiko yang terukur. Saya udah kasih tools buat itung resikonya
5. Harus punya modal agak banyak (bukan berarti dikit gak bisa, tapi lebih susah jaga emosinya)
6. Wes manut, sabar, disiplin.
Gw pernah di kondisi ga ada duit sama sekali. Literally ga sampe 200ribu di tahun 2020 dgn kondisi punya bayi 1 bulan.
Sampe sekarang di titik yg sudah jauh lebih aman.
Berdasarkan pengalaman gw, cara kalian bisa bergeser adalah dengan:
- kerja keras, cari minimal 3 source income dan siap kerja long-hour 12-16jam sehari. Make sure porsi waktu mu kerja active income lebih besar dibanding trading / invest / garap airdrop / etc
- hidup super hemat, andalan gw waktu itu nasi, tempe orek, tahu goreng / telor dadar. Weekend? Tetap kerja 12-16 jam.
- hindari segala hal yg tidak produktif, cth ngurusin hidup orang lain, nonton bokep. Instead terus tingkatin knowledge, skill, dan ibadah kalian
Do this for 2-3 years, if u pick the right industry, niscaya hidupmu bisa berubah di tahun ke-4.
I’m all into supporting you guys to be better, not into stupid drama.
Penipu ngasi kita duit kecil.
Kasi tugas sederhana.
Setelah selesai, dibayar.
Ditransfer 50rb.
Ditransfer lagi 100rb.
Ditransfer lagi 200rb.
Kita tergiur.
Dikasi syarat, kalo mau lagi harus deposit dulu 5 juta.
Kita yakin karna duit 350rb beneran masuk ke rekening.
Sudah cuan.
Akhirnya dapet juga cara nyari duit segampang itu.
Udah ngitung potensi keuntungan.
Ga mikir lagi potensi ditipu.
Udah kebayang mau beli HP, motor, mobil, tanah, rumah, kapal pesiar, dll.
Gas, transfer aja 5 juta.
Eh, dapet tuh duit 6.500.000.
Udah cuan lagi 1.500.000.
Gila ini, LUAR BIASA.
Tapi 6.500.000-nya baru berupa angka.
Blom bisa ditarik.
Untuk bisa withdraw, harus masukin duit 10 juta.
Buat sistem rilis uang deposit sebelumnya.
Katanya gitu sebagai persyaratan.
Ya, gas lah.
Uang sudah didepan mata.
Tinggal selangkah lagi.
Masa iya dilewatkan begitu saja.
Akhirnya semakin dekat jadi milyarder.
Orang-orang yang dulu meremehkan ku, akan ku balas hinaan kalian semua.
Aku akan jadi jauh lebih kaya dari kalian.
HAHAHAHA.
Transfer duit 10 juta.
Selesai.
Dah ceritanya sampe di situ aja.
Duit Rp15.000.000 sudah pindah ke rekening sindikat.
Para penipu sudah cuan.
Mereka dapet cara nyari duit yang segampang itu.
Potensi keuntungan maksimal.
Modal Rp350.000.
Udah bisa beli HP, motor, mobil, tanah, rumah, kapal pesiar, dll.
Kisah berakhir bahagia.
Untuk para penipu ulung.
Makes sense ya.
Here is the full #BTC & Market plan 2025:
As i described in my previous market plan attached below, a dip to previous ALL TIME HIGH Area is highly possible & now we see it coming to life. We are already almost there & that is a good thing. Even though its painful, It is exactly what we need.
1) #Bitcoin to retest previous ATH Area & find bottom there.
2) Bitcoin to fluctuate there for 2-3 months while allowing altcoins to start.
3) Bitcoin to run its final wave to 115-125k area (Top of this cycle).
4) During this final BTC wave Altseason starts & we see many 10-100x happening
What to do in the mean time?
1) Hold our gems & definitely do not sell anything here
2) Add more at 68-70k IF YOU CAN
3) Wait for step 2,3,4 from above 👆
Thats basically the long story short.
As i do all the work free of charge, a simple Like & RT is highly appreciated & keeps me motivated to keep posting my highly accurate analysis for free here for everyone to benefit from.