cara membentuk pola pikir STOICKISME
(stoikisme → memilih tidak bereaksi karena sadar hal itu berada di luar kendalinya)
- berhenti mencoba mengendalikan semua hal. fokuslah pada apa yang benar-benar ada di kendalimu.
- berhenti beberapa detik sebelum bereaksi saat emosi muncul.
- terima bahwa penolakan, kegagalan, dan kehilangan adalah bagian dari hidup.
- jangan mengambil semua hal secara personal. tidak semua yang terjadi adalah tentang dirimu.
- kurangi mencari validasi dari likes, pujian, atau pengakuan orang lain.
- tanyakan pada diri sendiri, "apakah ini masih penting seminggu, sebulan, atau setahun lagi?"
- berhenti mengeluh pada hal-hal kecil yang memang tidak bisa diubah.
- latih rasa syukur setiap hari, sekecil apa pun yang kamu miliki.
- jadikan masalah sebagai latihan untuk menguatkan karakter, bukan alasan untuk menyerah.
- fokus pada tindakan, bukan hasil yang belum tentu bisa kamu kendalikan.
- belajar menerima kritik tanpa langsung merasa diserang.
- jangan biarkan emosi sesaat menentukan keputusan besar.
- biasakan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang sebelum menyimpulkan.
- berhenti membandingkan perjalananmu dengan orang lain.
- disiplin melakukan hal yang benar meski sedang tidak termotivasi.
- berdamai dengan kenyataan bahwa kamu tidak bisa menyenangkan semua orang.
- pilih respon yang bijak daripada reaksi yang impulsif.
- luangkan waktu untuk merenung atau menulis jurnal agar lebih mengenal diri sendiri.
- habiskan energi untuk memperbaiki diri, bukan mengontrol orang lain.
- ingat bahwa ketenangan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan tetap tenang saat masalah datang.