aku pernah janji ke diriku sendiri ya, kalo projectku lancar dan satset, aku bakalan tandem skydiving.
buat yang gatau, tandem skydiving itu berarti kita dibonceng sama profesional.
nah setelah aku lihat statistik angka kematian, even itu kecil banget, ciut juga jantungku.
angka kematian skydiving kalo tunggal tu sekitar 10 kematian per 3.650.000 lompatan. artinya setiap 3.65juta skydiving, ada 10 yang gagal dan mati.
sementara tandem skydiving itu sekitar 1 kematian untuk 500.000 kali lompatan. makin kecil kemungkinan mati karna tandem skydiving.
tapi, mati tetaplah mati, ga ada yang nentuin kita termasuk yang selamat atau mati. makanya olahraga ekstrim ini, walau sangat aman, ga masuk listku, walau pengen banget.
terus aku pilih menyelam, yang kuanggap lebih masuk akal untuk pancing adrenalinku. dan ternyata, kurang lebih sama bahayanya.
jadi aku cuma memilih satu di antara dua bahaya.
sumber bacaan lainnya:
https://t.co/9HfuyHKcoJ
kalo ngeliat pola anak muda jaman sekarang:
- rajin olahraga (lari, gym, padel, pilates)
- rutin makan makanan rebus dan minum minuman less sugar
- baca buku
- melek investasi
asli curiga Indonesia emas beneran terjadi (karena usaha rakyat sendiri)