Sadar anjjir. SEMUA ORANG TUH HARUS SADAR INI TUH BARE MINIMUM KEBIJAKAN NEGARA. APUS SEMUA KETIDAKBERDAYAAN YANG DIPELAJARI YNG NGEBNTUK POLA PIKIR PENDIDIKAN MAHAL ANJJJIR. Semua salah sistem bjdingan
sekali lg saya akan berteryak PENDIDIKAN ITU HARUSNYA AFFORDABLE, ACCESSIBLE, DAN GAK AGEISTTTT MMMMMHHHHHHHMMMMMMM
PENDIDIKAN TIDAK BOLEH ELITISTT MMMMMMMMMMMM
sekali lg saya akan berteryak PENDIDIKAN ITU HARUSNYA AFFORDABLE, ACCESSIBLE, DAN GAK AGEISTTTT MMMMMHHHHHHHMMMMMMM
PENDIDIKAN TIDAK BOLEH ELITISTT MMMMMMMMMMMM
Kalangan akademisi sudah LAMA sekali menyuarakan pendidikan Indonesia yg belum maksimal mendorong pemikiran kritis. Tapi pemerintah & masyarakat kita kan masih berorientasi nilai & ijazah.
Ya gausah heran kenapa yg terdidik akan terjebak menjadi dogmatik, alih2 berpikir "kenapa"
@Bubblecoconut1 "nanti ngebilangin kesmpatan yng baru lulus"
"Nanti ngurangin kuota"
Ya terus? Menurut lu yang 3 kali nyoba dan gagal itu karena kemauannya? Yang kehambat karena ekonomi karena kemauannya? Yang harus nanggung keluarga itu karena kemauannya?
@nvepttune@nyankossu@Bubblecoconut1 Permasalahan utama adalah ada hak utama yng gk bisa dirasakan secara merata bagi mereka yang lebih dari 22 untuk berkuliah di PTN. Jangn nyaranin mereka ke swasta. Tolong ingat kalau lagi-lagi faktor keterlambatan pendidikan bkn cuma dari kegagalan tes.
@nvepttune@nyankossu@Bubblecoconut1 Memang, ut tidak ada batas umur & memng seharusnya seperti ini. Idealnya pendidikan tdk memandang batasan umur apalagi untuk dunia kuliah yg gak mengenal paket penyetaraan. Kesmpingkn masalah budaya yng kakak permasalahkan itu.
Kami menuntut:
1. Audit total anggaran BGN Rp 268T buka ke publik, libatkan BPK
2. Hentikan sentralisasi logistik, kembalikan ke swakelola sekolah
3. Cabut semua yayasan terafiliasi elit dari proyek MBG
4. Evaluasi menyeluruh sebelum ekspansi 33.626 korban sudah cukup alasan
Baca tulisan kami:
https://t.co/OlTaxlS5Vs
Dua orang tertembak peluru nyasar saat berada di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6). Insiden ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban yakni berinisial N, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial. Sedangkan korban lainnya ialah seorang pria berinisial G, namun bukan mahasiswa. Informasi yang diterima, insiden ini terjadi saat mahasiswa sedang berfoto di lapangan gedung rektorat setelah menyelesaikan seminar proposal dan ujian komprehensif.
Sekretaris UNP Erianjoni membenarkan kejadian tersebut. Namun ia tidak menyampaikan detail peristiwanya. Ia mengatakan, korban awalnya sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina Padang. Namun sekitar pukul 20.30 WIB, dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang.
Erianjoni mengungkapkan, korban berinisial N harus menjalani operasi untuk pengeluaran proyektil peluru. Korban tertembak di bagian paha. Sedangkan korban G, mengalami luka di bagian tangan. Ia kini juga menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Kasus peluru nyasar ke UNP dilaporkan sudah beberapa kali terjadi. Pada 2020, menyasar kaca gedung rektorat pecah. Tidak ada korban jiwa ketika itu. Kampus UNP berada di seberang markas Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti (Yonif 133/YS). Insiden peluru nyasar terjadi saat di markas itu berlangsung latihan menembak yang dilakukan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang.
Hal ini dibenarkan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq. Ia menyebutkan tahap investigasi pascakejadian sedang berlangsung.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
setiap aku ngerasa ketinggalan ak selalu mikir lg ya mungkin kita ga punya source yg sama jd output sekarang juga ga sama dan itu gapapa, tiap orang punya struggle dan blooming season nya masing-masing jd kalo sekarang ak cuma bisa ikut seneng aja pun gapapa.
Berarti mereka gak mengalami dua jam depan laptop tapi baru bisa nulis satu kalimat setelah menyelam 15 artikel. Anddddddd itu pun yang dikutip cuman 2 artikel setelah membaca dan membandingkan sebanyak itu