JUST IN: IRAN’S CAPTAIN CALLS OUT FIFA OVER UNFAIR TREATMENT DURING THE WORLD CUP:
"It's a disaster World Cup, a disaster."
"FIFA, they have to solve every problem here, but unfortunately, they couldn't solve since the beginning."
"We don't have our logistic people here, they don't have a visa."
“We love people of Mexico, we love Tijuana... but as a professional players, professional competition, it's not right."
"Now we have traveled again to Tijuana, so without recovery, without nothing, it's not fair."
@zanatul_91 kelau banyak guru yang dukung nadiem apa salahnya? mungkin mereka merasakan perubahan yang dibawa nadiem, atau mungkin karena kasus ini kok begitu, atau mungkin karena nadiem perlu dibela, atau mungkin karena ada a,b,c,d. sebagaimana anda tdk dukung nadiem, ya kok sewot?
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Salah satunya Bupati Sumba Tengah Paulus Limu di foto ini yg saya wawancara dua jam lebih. Kami membicarakan aksi bupati Nias Utara yg sampe bersujud depan pejabat meminta perhatian 😬
Pengelola SPPG mikirnya ngga dapat untung kalau buka dapur di daerah 3T. Belum lama kedatangan dua bupati dari wilayah 3T. Keduanya curhat sembari sedih karena nyaris tak ada yg berminat buka SPPG di wilayahnya.
To the Hollywood army of the U.S.!
We’ve been waiting for this moment for years. Come on, we’re ready for you!
What’s coming for you will make Vietnam, Afghanistan, and Iraq look like nothing, something you can’t even imagine!
Better not forget your diapers!!!
Marco Rubio: "Unlike them (Iran), we’re not bombing embassies and hotels. We’re hitting military targets."
YOU LITERALLY BOMBED A SCHOOL!
You killed over 110 innocent children!
Trump ketahuan bohong lagi dalam waktu literally 5 menit. Jam 2:15 PM Trump bilang bahwa Pangeran MBS Arab Saudi mendorongnya untuk melakukan banyak hal terhadap Iran dan bahwa Saudi berpihak ke AS dalam peperangan ini.
Jam 2:20 PM 5 menit kemudian pihak Arab Saudi langsung bantah dan bilang kepemimpinan mereka sama sekali tidak mendorong Trump untuk memperpanjang perang melawan Iran. Akun ini langsung kasih skor Kejujuran 0%, Kebohongan 100%.
Lima menit. Trump butuh waktu 5 menit sebelum kebohongannya langsung dibantah oleh negara yang dia sebut namanya sendiri. Ini bukan soal interpretasi berbeda, bukan soal miskomunikasi, bukan soal salah paham ini Trump secara terang-terangan mengklaim dukungan Arab Saudi untuk perang ini, dan Arab Saudi langsung angkat tangan bilang "bukan kami, jangan seret nama kami ke sini." Kalau mau bohong pun minimal pilih negara yang nggak bisa langsung protes dalam 5 menit dong.
Yang perlu dipahami adalah kenapa Arab Saudi bereaksi secepat dan setegasnya itu. MBS dan Arab Saudi punya kepentingan sangat besar untuk tidak kelihatan pro-perang melawan Iran di mata dunia Arab dan dunia Islam. Arab Saudi berbatasan dengan Yaman yang pro-Iran, punya populasi Syiah di wilayah timurnya, dan sedang dalam proses normalisasi hubungan regional yang rapuh. Kalau sampai MBS kelihatan jadi pendorong perang AS-Israel melawan Iran, itu bom politik yang bisa meledak di muka MBS sendiri. Makanya bantahannya cepat, tegas, dan keras.
Dan ini bukan pertama kalinya Trump mengklaim dukungan dari pemimpin asing yang ternyata nggak pernah ngomong hal itu. Ini adalah pola yang berulang Trump suka namedrop pemimpin dunia seolah mereka semua antri dukung kebijakannya, padahal kenyataannya jauh berbeda. Bedanya kali ini Arab Saudi nggak mau diam dan langsung turun tangan membantah dalam hitungan menit karena taruhannya terlalu besar buat mereka.
Yang paling bahaya dari kebohongan jenis ini bukan sekadar soal reputasi Trump tapi soal konsekuensi geopolitiknya. Kalau negara-negara lain percaya bahwa Arab Saudi mendorong eskalasi perang Iran, itu bisa memicu reaksi berantai yang berbahaya.
Iran bisa jadikan itu justifikasi untuk serang Saudi. Negara-negara Arab lain bisa mulai pilih kubu. Satu kebohongan dari mulut Trump dalam 5 menit bisa membakar kawasan yang sudah panas ini jadi lebih parah lagi dan Trump sepertinya nggak peduli sama sekali dengan konsekuensi itu.
🇺🇸 Trump — We are fighting to protect the Iranian women
🇪🇸 Spanish PM Pedro Sánchez — “If you really care about Iranian women, STOP BOMBING THEM” 🔥
This man has become a HERO for billions. What a man, what a country 🫡
🇮🇷 Another Iranian Lego-style animation just dropped.
Iranian message: You take one Khamenei out… another one replaces him.
Defiance.
Threats.
No sign of backing down.
VIRAL ‼️
Dewi Yulian tak henti berjuang, terus berupaya meski kerap merasa diabaikan.
Hampir satu tahun dia melakukan berbagai cara, supaya kematian adiknya Dedi Putra menemukan titik terang.
Dia bergerak dalam sunyi, bersuara meski tak didengar, berjuang dalam ketakutan besar.
Dia menentang pernyataan polisi yang menyebut bahwa adiknya tewas karena kecelakaan.
Pagi itu, Senin 19 Mei 2025 Dewi mendapat telepon bahwa Dedi Putra ditemukan kritis di atas kasur di dalam kamarnya.
Tak ada luka ataupun goresan di sekujur tubuhnya layaknya orang kecelakaan. Hanya ada di bagian matanya.
Hari itu Dewi dan keluarga masih dibalut luka mendalam, bagi mereka mengubumikan Dedi adalah hal utama dibanding menanyakan kematiannya.
Namun kemudian pihak dari Polsek Kumpe Ulu, Polda Jambi datang ke rumah duka, tak lama setelah proses pemakaman.
Polisi menyampaikan duka, sekaligus menyebut Dedi tewas karena kecelakaan, tetapi tanpa ada laporan kepolisian, tanpa ada tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan.
Dewi kemudian mendebat polisi itu, membantah Dedi tewas karena kecelakaan. Bukan tanpa dasar, sepeda motor Dedi tidak rusak, bahkan tak ada satu goresan sedikitpun, begitu juga dengan helmnya.