H*te Cr*ve itu akun yang dibuat dari haters untuk ngata²in bangtan sama army jadi tolong jangan dibales, jangan direpost dan langsung report. Kalian gak liat mereka dapet duit dari ngatain bangtan? Akunnya cenblue lho. Yuk, report bareng² yuk! Report berkali² ya. Laporin juga ke website hybe gaes. Kenapa hybe? Karna artis di hybe, semua naungan agensi dijadiin satu website laporannya. Cuma beda dibagian kategori.
Nih linknya https://t.co/EAJOJdhWzz
Report langsung dari X juga yaaa
Entah kenapa hate komen hastag buat bangtan ngingetin kejadian tahun 2015-2017 lalu. Ada yang masih ingat? Aku gak bisa dilupain malah.
Yang belom jadi ARMY ditahun itu, sini-sini aku buka lagi apa yang terjadi ditahun itu.
Di tahun 2015–2017, fanwarnya bener2 antara ARMY sama kpoopies. Bukan fanwar biasa, Bangtan ngalamin boikot, kampanye hitam terorganisir dari haters, dan berbagai tuduhan berat yang sengaja dinaikkan lewat trending hashtag di media sosial hampir setiap hari. Kayak sekarang yang kita alamin kan?
Beberapa kejadian besar yang membuat era itu sangat membekas dan sulit dilupakan di antaranya:
- Tuduhan Plagiat (Pyojeolsonyeondan): BTS dan karya-karya mereka sering menjadi sasaran fitnah tuduhan.
- Tagar kebencian bernada mengejek sering sengaja dinaikkan untuk mendiskreditkan mereka. Inget banget ada kejadian pas lagi mereka konser, tagar2 haters menggema kemana-mana. Pas era "The Most Beautiful Moment in Life (HwaYangYeonHwa / HYYH)".
- Skandal Sajaegi (Manipulasi Chart): Saat album fisik BTS mulai mencetak angka penjualan tinggi, mereka difitnah melakukan kecurangan manipulasi tangga lagu.
Tuduhan ini bahkan sempat bergulir panjang hingga memerlukan investigasi resmi untuk membuktikan bahwa kesuksesan mereka murni didapat dari kerja keras.
-Serangan Mental & Ancaman: Para member, terutama namjoon selaku leader, pernah menceritakan betapa beratnya tekanan mental saat itu, bahkan takut untuk membuka ponsel karena banyaknya komentar kebencian. Ada pula insiden ancaman keselamatan yang serius di tur luar negeri.
Bagi yang mengikuti perjalanan mereka sejak masa-masa sulit tersebut, sini absen sini 😭 luka dari era itu gak bisa dilupain woyy 😭😭
these are 11 anti acss to prioritize for takedown. their posts have exceeded 100k like. these accounts arent new and have already been reported multiple times. mass report their posts and profiles under spam, hate/abus€ and vioIent speech until they're gone.
profile links below
"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"
Keadilan untuk kaum elite berkuasa? Lalu bagaimana dgn rakyat yg menderita?
Ketimpangan antara realita di akar rumput dgn laporan di atas kertas yg terlihat aman adalah cerminan nyata dari krisis empati struktural negeri ini.
“it is a treat to see how closely, passionately and unguardedly he looks at art and how actually literate he is in art history.”
SFMOMA’s director, christopher bedford, about namjoon.
NAMJOON SOBRE SU EXPOSICIÓN, ESTO ES TAN BELLO SOY LÁGRIMAS😭💜
“RM también compartió una historia interesante sobre su experiencia como coleccionista: debido a que existe poco interés entre los jóvenes por el antiguo arte modernista coreano, con frecuencia compite en subastas contra personas de entre 70 y 80 años. Como algunas de ellas tienen más dinero que él, en ocasiones les dice: “Por favor, déjenmelo a mí. Déjenselo a la generación más joven. Ustedes ya tienen sus propias grandes obras”
“🐨: Espero que esta exposición sea un pequeño, pero sólido puente para muchos. Si puedo asumir el papel de ese puente, es porque tengo fans y personas que realmente se preocupan por mí y que están sinceramente interesadas en mis gustos. Tengo mucha suerte de poder organizar un evento como este. Al final, solo soy una persona que ama el arte, aunque no trabaje profesionalmente en este campo”.
RM X SFMOMA
RM ART EXHIBITION
#RMxSFMOMA
#RMArtExhibition
RM, of BTS, gets his feet wet as a curator at SFMOMA this fall, displaying 145 works from his collection of Korean modernists alongside art from the museum. The curator found “beautiful synchronicities.” RM calls it, “a bridge between cultures.” https://t.co/MOMPuwitub
Peristiwa wafatnya Ratu Myeongseong (atau dikenal sebagai Permaisuri Min) merupakan salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah Korea yang dikenal sebagai Insiden Eulmi (Eulmi Incident).
Ratu Myeongseong memiliki pengaruh politik yang sangat kuat di istana dan secara aktif berupaya menahan, mengurangi dominasi serta pengaruh Jepang di Korea.
Ketika faksi pro-Jepang mulai terdesak dan pengaruh Korea mulai bergeser mendekati Rusia, pihak Jepang merasa sang permaisuri adalah ancaman terbesar dan hambatan utama yang harus disingkirkan agar mereka dapat menguasai Korea.
Pada 8 Oktober 1895 sekitar pukul 06.00 pagi, sekelompok agen rahasia, tent bayaran, dan nasionalis ekstrem asal Jepang yang dikoordinasikan oleh Menteri Jepang untuk Korea, Miura Gorō, menyusup masuk ke dalam Istana Gyeongbokgung di Seoul. Mereka dibantu oleh penjaga istana Korea pro-Jepang yang membukakan gerbang.
Para penyerang mengamuk di dalam kompleks kediaman pribadi kerajaan (Geoncheonggung), mengintimidasi keluarga kerajaan, serta menyeret dan menganiaya para wanita istana untuk mencari keberadaan sang ratu.
Setelah berhasil mendapati ratu, para pembunuh tersebut langsung menghabisinya di Paviliun Okhoru.
Berdasarkan dokumen sejarah dan kesaksian saksi mata asing, sang permaisuri diserang secara brutal, dibunuh, dan setelah identitasnya dipastikan, jasadnya disiram minyak lalu dibakar untuk menghilangkan jejak.
Tragedi ini memicu gelombang kemarahan yang luar biasa di dalam negeri maupun kecaman internasional. Sentimen anti-Jepang melonjak tajam, memicu bangkitnya milisi sukarela pembela kemerdekaan (Uibyeong).
Suami beliau, Raja Gojong, bersama putra mahkota sempat melarikan diri dan berlindung di Kedutaan Besar Rusia karena merasa terancam keselamatan jiwanya.
Meskipun Jepang sempat mencoba menutup-nutupi keterlibatan mereka dan membebaskan para pelaku dalam persidangan sandiwara di Jepang, insiden ini menjadi titik balik tragis yang mempercepat cengkeraman kekuasaan Jepang hingga akhirnya resmi menjajah Korea pada tahun 1910.
Pengaruh Rusia di Korea meredup setelah kekalahan mereka dalam Perang Rusia-Jepang (1904–1905). Jepang kembali mendominasi Korea secara mutlak dan memaksa Kekaisaran Korea menandatangani Perjanjian Protektorat 1905, yang melucuti hak diplomasi dan kemerdekaan Korea.
Kaisar Gojong secara diam-diam berusaha melawan balik dengan mengirim delegasi rahasia ke Konferensi Perdamaian Den Haag pada tahun 1907 untuk mengungkap kecurangan dan tekanan ilegal Jepang kepada dunia internasional.
Aksi tersebut diketahui oleh Jepang, yang kemudian memicu kemarahan rezim pendudukan. Gojong dipaksa untuk turun takhta dari kursi kekaisaran pada tahun 1907.
Setelah ayahnya dipaksa turun takhta, Putera Mahkota Sunjong naik takhta menjadi kaisar kedua (dan terakhir) Kekaisaran Korea.
Namun, masa kekuasaannya sangat singkat dan praktis hanya menjadi "kaisar boneka" di bawah kendali penuh pemerintah kolonial Jepang.
Raja Gojong kemudian meninggal mendadak (21 Januari 1919) dan rumor yang beredar karena diracuni oleh agen Jepang karena penolakannya terhadap penjajahan memicu kemarahan besar. Karena pada awal januari Raja disebutkan masih sehat.
Pengumuman resmi dari pihak kolonial Jepang saat itu menyatakan bahwa Gojong meninggal karena sebab alami (serangan jantung atau pendarahan otak).
Namun, laporan saksi mata dan rumor yang beredar di luar istana menceritakan hal yang berbeda secara drastis.
Berdasarkan catatan sejarah dan cerita yang beredar (termasuk kesaksian yang dicatat oleh para tokoh seperti Yun Chi-ho), Gojong dikabarkan mendadak mengalami kejang-kejang hebat dan sakit perut yang luar biasa sekira satu jam setelah meminum secangkir teh atau anggur manis (sikhye) di istana.
Kemarahan atas kematian Raja Gojong pun menimbulkan munculnya Gerakan 1 Maret (Samil Movement) pada tahun 1919, sebuah demonstrasi damai nasional terbesar di Korea untuk menuntut kemerdekaan dari cengkeraman Jepang.