Ya allah, bulan ini cuma beneran mau keterima maganghub di antara 2 perusahaan yang di apply atau keterima kerja dengan gaji yang sesuai dengan kerja keras, lingkungan kerja yang green flag, dan jadi pembuka rezeki di tahun ini🥹🥹
Thread WTS preloved novel, light novel, komik, dll:
Tabi 95k
Beyond Loss 65k
Floating in a space 65k
Half past twenties 48k
#zonauang#zonajajan️️#wtsnovel
Link shopee:
https://t.co/8INbpp53Gf
Guys, ada kasus yang menurut gue adalah salah satu yang paling menggemparkan dan paling penting untuk dibahas dengan kepala dingin karena ini menyangkut keselamatan anak-anak di institusi yang paling dipercaya oleh orang tua di Indonesia.
Kasus pelecehan seksual oleh oknum pengasuh pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah.
Kasusnya seperti apa:
Seorang pendiri dan pengasuh pondok pesantren di Dipati, Pati berinisial AS kini sudah berstatus tersangka per tanggal 28 April 2026 setelah dilaporkan sejak 2024.
Korban yang berani melapor adalah santriwati yang masuk pesantren sejak 2016-2017 pada usia sekitar 14 tahun.
Modusnya bertahap dan sangat terstruktur dimulai dari disuruh memijat, lalu diajak ziarah dan selawatan, kemudian diarahkan ke praktik yang lebih jauh dengan dalil "terapi batin" dan "perintah guru tarekat."
Yang paling mengerikan adalah justifikasi yang digunakan: korban diberitahu bahwa mereka memiliki "penyakit batin" seperti iri dan dengki, dan "obatnya" adalah menemani oknum tersebut tidur.
Ketika korban menolak atau mencoba cerita ke orang lain diancam sanadnya diputus, artinya jalur keilmuannya terputus dari guru.
Skala dugaan kejahatan ini:
Dari keterangan yang disampaikan, dugaan jumlah korban mencapai sekitar 50 santriwati dari berbagai daerah termasuk Jakarta dan Kalimantan.
Kasus ini dilaporkan sejak 2024 tapi sempat stagnan tanpa perkembangan yang jelas. Baru setelah ada pendampingan hukum dari kuasa hukum baru dan dukungan ormas lokal perkara ini naik ke penyidikan dan tersangka ditetapkan.
Penyidikan sudah didukung oleh bukti yang cukup kuat: visum, keterangan korban, rekaman percakapan di WhatsApp yang memuat pesan seperti "temani Bapak tidur kalau tidak mau saya ganti yang lain," serta dua HP yang disita sebagai barang bukti.
Modus yang perlu dipahami agar tidak terulang:
Ada pola yang sangat sistematis di sini yang perlu dikenali oleh semua orang tua.
Pertama grooming bertahap.
Tidak ada pelecehan yang terjadi di hari pertama. Selama 3 tahun pertama semua berjalan normal. Kepercayaan dibangun pelan-pelan sebelum penyimpangan dimulai.
Kedua doktrin ketaatan digunakan sebagai senjata.
Di lingkungan pesantren, tawadu atau kepatuhan kepada guru adalah nilai yang sangat dihormati. Oknum ini mengeksploitasi nilai tersebut untuk membuat korban tidak berani menolak atau melapor.
Ketiga ancaman spiritual.
Ancaman "sanad diputus" atau "berkah ilmu hilang" adalah ancaman yang secara psikologis sangat berat bagi santri yang menghargai jalur keilmuannya. Ini membuat korban terdiam bahkan ketika ingin bercerita.
Keempat isolasi korban.
Korban yang mencoba bercerita kepada kakaknya justru dipanggil dan dimarahi.
Orang-orang di sekitar yang mengetahui pun diam karena takut atau percaya oknum tersebut "sakti."
Yang membuat kasus ini akhirnya terbongkar:
Ayah korban yang tidak menyerah.
Sudah dua kali ditawari uang pertama Rp300 juta, kedua Rp400 juta dan dua kali menolak.
Diancam, diintimidasi, disuruh cabut laporan tetap tidak mundur.
Kuncinya juga ada pada pergantian tim penyidik. Dengan Kapolres, Kasatnya, dan penyidik yang baru dalam 3 bulan berkas sudah bergerak dan tersangka ditetapkan.
Sesuatu yang tidak terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya.
Yang perlu dikawal ke depan:
Pertama — ancaman hukuman harus maksimal. Pasal perlindungan anak dengan lebih dari satu korban seharusnya memberikan tuntutan minimum yang jauh lebih berat.
Kuasa hukum mendorong minimal 15 tahun, bukan 3 tahun.
Kedua — ketua yayasan yang diarak dalam demonstrasi 2 Mei statusnya belum jelas dan masih akan dikembangkan penyidikannya.
Apakah dia mengetahui dan membiarkan praktik ini berlangsung bertahun-tahun itu adalah pertanyaan yang harus dijawab.
Ketiga — tujuh dari delapan pelapor masih bekerja di pondok pesantren tersebut.
Mereka perlu perlindungan nyata agar tidak diintimidasi lebih lanjut.
Satu hal yang sangat penting untuk digarisbawahi:
Kasus ini bukan tentang pesantren sebagai institusi. Pesantren adalah tempat yang baik dan dipercaya jutaan keluarga Indonesia untuk mendidik anak-anak mereka.
Yang bermasalah adalah satu oknum yang menggunakan jubah keilmuan untuk menyembunyikan predasi.
Justru karena pesantren adalah institusi yang begitu dipercaya hukum harus sangat tegas terhadap siapapun yang mengeksploitasi kepercayaan itu.
Bukan untuk menghancurkan nama pesantren, tapi untuk membersihkan sistem dari orang-orang yang mencemarkannya.
Dan cara satu-satunya agar hal ini tidak terus terjadi adalah transparansi, keberanian melapor, dan penegakan hukum yang tidak bisa dibeli dengan Rp300 juta atau Rp400 juta.
Katanya ada yang namanya "Red String Theory"
dua orang yang terhubung oleh benang merah tak terlihat, dan suatu hari pasti dipertemukan.
Dulu aku nggak terlalu percaya.
Aku orang Banyuwangi.
Istriku orang Banjarnegara.
Bahkan dari kampus pun kami sudah berbeda arah.
Dia mahasiswi UNDIP Semarang.
Aku mahasiswa UNEJ Jember.
Jaraknya jauh.
Dunianya juga beda.
Dia aktif di BEM, ke sana ke mari, hidupnya penuh agenda.
Aku? Kuliah pulang, kuliah pulang.
Kalau libur, ya di kamar… main game seharian.
Nggak ada irisan.
Nggak ada alasan untuk saling kenal.
Sampai tahun 2018.
Waktu itu aku masih kerja di Kantor Akuntan Publik, dan diminta handle klien di Purbalingga.
Aku berangkat dari Yogyakarta, naik mobil sama teman, tanpa tahu daerah yang akan aku lewati.
Di tengah perjalanan… kami melewati sebuah kabupaten: Banjarnegara.
Dan tanpa aku sadari, di salah satu jalan yang kami lewati,
aku pernah melintas tepat di depan rumahnya.
Rumah seseorang yang saat itu… bahkan namanya pun aku belum tahu.
Waktu berjalan.
3 tahun kemudian, Maret 2021
aku kembali ke tempat itu.
Bukan sebagai auditor.
Tapi sebagai laki-laki yang datang untuk meminang seorang wanita.
Wanita yang rumahnya… pernah aku lewati dulu, tanpa aku sadari.
Kalau dipikir sekarang,
hidup ini aneh juga ya.
Kita bisa sejauh itu,
hidup di kota yang berbeda,
bahkan sempat berada di titik yang sama… tanpa saling tahu.
Mungkin memang ada hal-hal yang tidak perlu kita percepat.
Karena sejauh apa pun kita berjalan,
kalau memang sudah ditulis untuk bertemu…
kita akan dipertemukan juga, di waktu yang paling tepat.
Dan seringnya,
kita baru sadar setelah semuanya terjadi.
Happy 5th Anniversary Bojo..
She’s my red string theory.
Kalau kamu?
pernah nggak merasa…
sebenarnya kamu sudah sangat dekat dengan seseorang,
jauh sebelum kalian saling mengenal?
Gue berterima kasih sama yang bikin prompt ini
Bisa mempertahankan
‣ detail wajah
‣ detail ekspresi
‣ lebih hd
‣ ga kaya ai
Gue tambahin dikit buat ganti pakainnya, lo bisa tambahin juga
Save dulu takut lupa, siapa tau nanti butuh
Gue generate pake ai sejuta umat: G3mini
Prompt:
Ultra-high-resolution 4K enhancement based strictly on the provided
reference image. Absolute fidelity to original facial anatomy,
proportions, and identity. Preserve expression, gaze, pose, camera
angle, framing, and perspective with zero deviation. Clothing, hair,
skin, and background elements must remain unchanged in structure,
placement, and design.
Recover fine-grain detail with natural realism. Enhance pores, fine
lines, hair strands, eyelashes, fabric weave, seams, and material
edges without introducing stylization. Maintain original color science,
white balance, and tonal relationships exactly as captured. Lighting
direction, intensity, contrast, and shadow behavior must match the
source image precisely, with only improved clarity and expanded
dynamic range. No relighting, no reshaping. Remove any grain.
Apply controlled sharpening and high-frequency detail
reconstruction. Remove compression artifacts and noise while
retaining authentic texture. No smoothing, no plastic skin, no artificial
gloss. Facial features must remain consistent across the entire image
with coherent anatomy and clean, stable edges.
Negative constraints: no warping, no facial drift, no added or missing
anatomy, no altered hands, no distortions, no perspective shift, no
text or graphics, no hallucinated detail, no stylized rendering. Output
must read as a true-to-life, photorealistic upscale that matches the
reference exactly, only clearer, sharper, and higher resolution.
Infokan ke semua KORBAN REVANDA. Saya tau rumah revanda dan saya rencana mau grebek rumahnya dengan membawa puluhan korban.
SAAT INI Total ada banyak orang yang akan grebek rumah si REVANDA. Yang mau join Tolong hub wa saya ya. 085720683940 -BangZia (korban revanda tahun lalu)
10 malam terakhir ini, jangan pernah berhenti baca
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai memaafkan, maka maafkanlah aku.”
Semoga Lailatul Qodar berjumpa dengan kita.