Karena pajak tetap dibayar otomatis potongan dari gaji tiap bulan.
Aku haram kan uangku, keringatku, jerih payahku, dipakai oleh koruptor dlm segala rumah mewahnya,mobil kerennya , emas gemerlap dan flexing nya, semoga kesialan kesakitan kegilaan, menghantam kalian 10 turunan
Gapernah sekecewa ini sama ekspetasi sendiri. Gue nonton 5cm di usia 12, sekarang udah 26 dan penantian gue diginiin ANJRIT. Dari soundtrack maha dahsyat Rahasia Hati, jadi soundtrack ala tiktok. Pake nama 5cm, tapi 6 sekawannya ilang. HATI GUE KRATAK💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
temen2 daerah bintaro sekitarnya, tolong bantu ramein siomay dik habibi yaa, dulu ayahnya yg jualan, tp qadarullah ayahnya kena kanker, jadi skrg habibi yg jualan.
habibi jg udh ga sekolah krn keterbatasan biaya😢
never understand what they INFLUENCE us?? pegiat lingkungan bukan, duta kebudayaan bukan, orang2 sport bukan, anggota kemenangan apa kek juga bukan (?) they just "do it" for living why do we give a fuck
Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un 🕋
Makkah muezzin Sheikh Ibrahim Al-Madani passes away just hours after giving his final Fajr adhan at Masjid Al-Haram.
His final call to prayer echoed around the Kaaba only hours before his passing. May Allah grant him Jannatul Firdaus.
normies + voted 02 + larping on gyaru + overconsumption in this economy and disasters everywhere in Indonesia. yeah they deserve marie antoinette treatment
Barusan dapet kabar dari sahabat di Kalimantan. Dia nakes di RSJ. Sambang Lihum Banjarmasin. Sejak beberapa hari yang lalu dia info api sudah mendekat. Hari ini, jarak kurang dari 100 meter. Evakuasi pasien mulai dilakukan. Mohon doanya dan minta tolong untuk ramein lagi 😢
Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Ditunda hingga Lulus Sekolah
SRAGEN — Seorang siswa SMP berinisial DTP (14), asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan setelah dinyatakan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian korban.
Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (7/9/2026). Majelis hakim juga menetapkan DTP menjalani pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta membayar restitusi sebesar Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Namun, pelaksanaan hukuman terhadap DTP belum dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, terdakwa yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP dan masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Jaksa diperkirakan baru melakukan eksekusi setelah DTP menyelesaikan sekolahnya pada 2027.
Sembari menunggu proses tersebut, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) di Kecamatan Tanon. Selama berada di sana, ia tetap berada dalam pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, menyebut putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan jaksa.
Menurutnya, perkara tersebut bermula dari tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan tangan terbuka ke bagian kepala korban. Tindakan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Atas putusan itu, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Tapi menurut gue emang influencer kayaknya mulai perlu peka dengan kondisi yg terjadi sekarang sih. Its not the right time to flexing, to be overconsumptive. Need to be tone down a lil bit.
Ada modus baru. Seorang dokter kulit senior ternyata sudah meninggal, tapi pasien-pasiennya gak tahu.
Banyak pasien yang masih datang buat periksa dan ketemu asistennya. Terus asistennya bilang, “Dokternya masih sakit. Saya fotokan kondisi kulitnya, nanti saya kirim ke dokternya. Nanti Ibu/Bapak dapat obatnya ya. Bayarnya ke saya.”
Ternyata almarhum dr. Agus Sukamto, SpKK, senior kami semua, sudah berpulang pada Juni 2025.