Mainan edukasi untuk bayimu checckkkkk ✅
Yg mau punya anak, mempersiapkan kelahiran, sudah ada newborn wajib banget siapin mainan edukasi untuk bayimu, karena bayimu harus di stimulasi yah di 1000 hari pertama kehidupan. Ini penting banget mom untuk perkembangan otaknya
terharu banget liat video ini huhu 😭
waktu hotel ini mau dibangun, pengelolanya menemukan kalo lokasi tersebut ternyata udah lama jadi jalur kawanan gajah menuju pohon mangga liar.
akhirnya, jalur itu tetap dipertahankan.
jadi, kalo kita nginep di sini pas musim mangga, tamu diminta memberi jalan sambil menikmati momen langka ini dari jarak aman.
bahkan lobi hotel sengaja dibuat terbuka supaya gajah bisa melintas lewat resepsionis menuju pohon mangga favorit mereka 🥹❤️
Stress tandai nih mukanya, takutnya mereka ngontrak di tempat kalian🤣
konteks : rumah sudah dibeli tapi pengontrak gak mau keluar, bahkan gak mau bayar sewa bertahun tahun. trus sekarang si pengontrak malah minta uang kompensasi😂
Buatin nasgor buat sarapan suami
Buatin rotbar buat sarapan anak
Kita sendiri sarapan beli bubur manado
Mana abis tu nongki beli kopiiii🤣
I love my lyfe 🫶
Men to men.
Kita harus sepakat kalau perempuan manusia terkuat di dunia 🤝
Kenapa?
Karena banyak hal yang mereka jalani… kita bahkan belum tentu sanggup:
- Nyeri haid tiap bulan
- Hamil 9 bulan
- Melahirkan, dengan risiko nyawa
- Menyusui (kurang tidur, puting lecet itu real)
- Menghadapi baby blues / postpartum depression
- Mikirin tumbuh kembang anak tiap hari
- Menjaga rumah tetap jadi tempat paling aman
Dan seringnya… semua itu dijalani sambil tetap kerja, bantu ekonomi keluarga. 🥹
Kita ? Kadang cuma diminta “lebih peka” aja masih susah.
Jadi kalau hari ini masih ada perempuan yang bertahan di hidup kita: ibu, istri, pasangan.
jangan cuma disayang, dihargai, didengar, dibantu.
Karena mereka kuat, bukan berarti harus selalu dipaksa kuat.
Ada yang mau nambahin?
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.