engga ada yang namanya putus baik-baik.
Lo tetap nangis pas sampai rumah, dia juga tetap sedih walaupun nggak nunjukin ke lo.
It's just denial.
Kalian cuma belum siap nerima kalau semua yang udah dibangun bareng bisa selesai dalam semalam.
No one starts a relationship expecting it to end. So many dreams, so many plans, day by day kalian bangun bareng. But sometimes, all of that still loses to reality. Di keadaan kayak gini, nggak ada yang benar-benar baik-baik aja.
Ada cewek cerita: cowoknya bilang lagi sibuk banget, susah balas chat, kepalanya penuh kerjaan. Dia berusaha ngerti. Sampai malamnya muncul story temennya: cowok itu ketawa di meja makan, nongkrong tiga jam, bahkan sempat main tebak-tebakan receh.
pdhl aku bisa loh dimarahin seumur hidup asal sama kamu, nanti bakal introspeksi kok... kek siapa sih di dunia ini yg lahir jebrot lgsg becus jadi manusia, lgsg paham dos and donts, lgsg paham how to be a good listener, kan nggak ada...
but you chose to throw me away
Mertuaku selalu masak dua porsi rendang tiap Lebaran, satu pedas, satu nggak pedas sama sekali.
Yang nggak pedas selalu utuh, nggak ada yang nyentuh, tiap tahun akhirnya kebuang.
Pas Lebaran kemarin iparku nyeletuk, "Bu, ngapain masak yang nggak pedas, kan udah nggak ada yang doyan di rumah ini."
Mertuaku cuma senyum, mindahin panci itu ke belakang. "Nggak apa-apa, siapa tau nanti ada yang nyari."
Aku tahu cerita panci itu dari istriku, yang baru berani cerita tahun ini.
Yang nggak kuat pedas itu kakak pertamanya, satu-satunya di rumah yang lidahnya nggak tahan pedas.
Beberapa tahun lalu kakaknya nikah, ikut suaminya, tinggal di rumah mertuanya di kota lain yang jauh.
Tiap Lebaran dia ngerayain di keluarga suaminya, udah lama nggak bisa pulang.
Yang nggak pedas bukan buat dibuang, tapi biar kalau dia pulang, masakannya udah ada.
Yang bikin dadaku sesak pas nyadar ini:
Semua orang di meja makan itu ngeliat panci nggak pedas sebagai makanan mubazir.
Mereka kira itu cuma kebiasaan lama mertuaku yang sayang dibuang.
Nggak ada yang tau, tiap tahun mertuaku lagi nyiapin tempat buat anak yang lagi jauh dari rumah.
Bukan masakan yang kebuang. Tapi kursi kosong yang dia jaga diam-diam, biar nggak keliatan kosong.
Pas yang lain sibuk salaman, aku sempat bantuin mertuaku di dapur.
Aku beraniin nanya, "Bu, tiap tahun masak yang nggak pedas padahal dia jarang pulang, nggak capek?"
Dia berhenti ngaduk sebentar.
"Capek itu kalau Ibu berhenti masakin. Berarti Ibu udah nyerah dia bakal pulang."
"Selama Ibu masih masak porsinya, Ibu masih punya alasan buat nungguin dia."
Aku nunduk, nerusin nyuci piring, nggak sanggup jawab.
cc : teguhdailyjournal
3 Mantra Hidup :
1. Let Them (Biarkan Mereka)
Berhenti mengontrol tindakan orang lain. Ketenanganmu terlalu mahal utk itu.
2. It Will Pass (Ini Akan Berlalu)
Kecewa, rasa sakit, lelahmu hari ini tidak abadi, ini hanya tamu sementara.
3. Time Will Tell (Waktu Akan Menjawab)
Kamu tidak harus paham semua alasan dibalik takdir yg patah hari ini. Letakkan dlu kepalamu yg bising, biarkan waktu yg bekerja merapikan apa yg blm sempat kamu mengerti.